Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (20/10/2026) sore membawa harapan baru bagi warga yang masih berjibaku dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Momen turunnya hujan bahkan direkam warga karena dinilai menjadi kabar menggembirakan di tengah memburuknya kondisi udara.
Hujan deras dilaporkan turun di Sungai Rangit dan Sungai Tendang. Warga berharap guyuran hujan tersebut menjadi awal membaliknya kondisi lingkungan setelah asap karhutla menyelimuti berbagai wilayah di Kobar.
Nasrullah, warga Sungai Rangit, mengatakan hujan turun cukup deras di daerah tempat tinggalnya. Hal serupa disampaikan Lamri, warga Sungai Tendang, yang juga menyaksikan hujan mengguyur wilayahnya.
"Hujan cukup deras sore ini sekitar durasi setengah jam. Semoga asap cepat menghilang. Anak bisa kembali sekolah normal dan kami juga kerja tanpa halangan," ujarnya, Selasa sore.
Kabar turunnya hujan turut membawa harapan bagi relawan yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Pasalnya, kebakaran di kawasan tersebut masih menjadi perhatian, sementara hujan belum membasahi seluruh area secara merata.
Moncos, relawan wisata TNTP, mengatakan hujan di pinggiran kawasan taman nasional turun cukup deras. Namun, kondisi berbeda terjadi di bagian dalam kawasan yang masih hanya diguyur gerimis.
"Kalau di pinggiran TNTP lumayan deras, kalau di dalam masih rintik-rintik. Semoga hujan sampai ke tengah," kata Moncos, Selasa (20/10/2026).
Hujan yang turun di sejumlah wilayah diharapkan membantu membasahi lahan kering yang rawan terbakar. Meski demikian, guyuran hujan di satu lokasi belum tentu mampu memadamkan seluruh titik api, terlebih di kawasan yang belum tersentuh hujan.
Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
(sun/des)