Hujan Deras Guyur Kobar, Tanjung Puting Kebagian Gerimis

Hujan Deras Guyur Kobar, Tanjung Puting Kebagian Gerimis

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 20 Okt 2026 17:37 WIB
Hujan Deras Guyur Kobar
Hujan deras guyur Kobar/Foto: Istimewa
Kotawaringin Barat -

Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (20/10/2026) sore membawa harapan baru bagi warga yang masih berjibaku dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Momen turunnya hujan bahkan direkam warga karena dinilai menjadi kabar menggembirakan di tengah memburuknya kondisi udara.

Hujan deras dilaporkan turun di Sungai Rangit dan Sungai Tendang. Warga berharap guyuran hujan tersebut menjadi awal membaliknya kondisi lingkungan setelah asap karhutla menyelimuti berbagai wilayah di Kobar.

Nasrullah, warga Sungai Rangit, mengatakan hujan turun cukup deras di daerah tempat tinggalnya. Hal serupa disampaikan Lamri, warga Sungai Tendang, yang juga menyaksikan hujan mengguyur wilayahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hujan cukup deras sore ini sekitar durasi setengah jam. Semoga asap cepat menghilang. Anak bisa kembali sekolah normal dan kami juga kerja tanpa halangan," ujarnya, Selasa sore.

Kabar turunnya hujan turut membawa harapan bagi relawan yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Pasalnya, kebakaran di kawasan tersebut masih menjadi perhatian, sementara hujan belum membasahi seluruh area secara merata.

Moncos, relawan wisata TNTP, mengatakan hujan di pinggiran kawasan taman nasional turun cukup deras. Namun, kondisi berbeda terjadi di bagian dalam kawasan yang masih hanya diguyur gerimis.

"Kalau di pinggiran TNTP lumayan deras, kalau di dalam masih rintik-rintik. Semoga hujan sampai ke tengah," kata Moncos, Selasa (20/10/2026).

Hujan yang turun di sejumlah wilayah diharapkan membantu membasahi lahan kering yang rawan terbakar. Meski demikian, guyuran hujan di satu lokasi belum tentu mampu memadamkan seluruh titik api, terlebih di kawasan yang belum tersentuh hujan.

Prakirawan BMKG Kotawaringin Barat, Afif Rowina Khairi, mengatakan potensi hujan di Kobar masih sesuai dengan prakiraan sebelumnya. Memasuki dasarian III Oktober, yakni periode 20-30 Oktober 2026, hujan ringan diperkirakan mulai turun secara bertahap dengan wilayah utara sebagai area awal.

Kendati hujan mulai turun, masyarakat diminta tidak buru-buru menganggap ancaman kabut asap telah berakhir. Afif menyebut seluruh wilayah Kobar masih terdampak sebaran asap akibat karhutla.

"Pergerakan asap terpantau mengarah ke barat laut hingga timur laut. Kondisi tersebut membuat paparan asap masih perlu diwaspadai meskipun hujan telah membasahi beberapa wilayah," katanya.

BMKG juga mencatat jumlah titik panas mengalami penurunan dalam dua hari terakhir. Namun, penurunan tersebut belum serta-merta menunjukkan seluruh kebakaran telah padam atau kualitas udara kembali normal.

Warga kini berharap hujan terus meluas, terutama ke kawasan yang masih mengalami kebakaran, termasuk bagian dalam TNTP. Selain membantu membasahi lahan, hujan yang merata diharapkan dapat mengurangi sumber asap secara bertahap.

Guyuran hujan deras menjadi secercah harapan bagi masyarakat Kobar setelah sekian lama menghadapi dampak karhutla. Meski demikian, selama asap masih menyelimuti wilayah setempat, warga tetap perlu mengurangi paparan asap dan memantau perkembangan cuaca serta kualitas udara dari instansi terkait.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
[Gambas:Video 20detik] (sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads