Polemik BBM di Kobar, Pengelola SPBU Ungkap Modus Barcode Ganda

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 29 Jul 2026 19:00 WIB
Foto: Antrean mengular di SPBU Jalan Diponegoro Pangkalan Bun di jalur BBM Pertalite (Sigit Pamungkas/detikKalimantan)
Kotawaringin Barat -

Dugaan celah penyalahgunaan sistem barcode pembelian BBM subsidi kembali mencuat di Kabupaten Kotawaringin Barat. Pengelola SPBU Bhakti di Jalan Pakunegara, Pangkalan Bun, mengaku pernah menemukan satu kendaraan yang diduga menggunakan dua barcode aktif dengan dua nomor polisi berbeda untuk membeli Pertalite.

Pengelola SPBU Bhakti, Jalan Pakunegara, Rudi, menceritakan kejadian tersebut terjadi ketika operator SPBU melayani sebuah mobil berwarna biru yang mengisi Pertalite senilai Rp400 ribu pada pagi hari menggunakan barcode dengan nomor polisi KH 1111 AB (bukan nomor sebenarnya sebagai contoh saja).

Namun, pada siang harinya, mobil yang sama kembali datang untuk mengisi Pertalite. Bedanya, kendaraan tersebut menunjukkan barcode berbeda dengan nomor polisi KH 1111 AG. Saat dipindai, barcode tersebut juga dinyatakan aktif dan transaksi berhasil dilakukan.

"Awalnya operator tidak menyadari. Setelah diingat-ingat, ternyata mobilnya sama seperti yang pagi datang mengisi BBM. Yang berbeda hanya barcode dan huruf terakhir pada nomor polisinya, dari AB menjadi AG. Dua-duanya saat discan sama-sama aktif," ungkap Rudi kepada detikKalimantan, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, temuan tersebut mengindikasikan adanya kemungkinan barcode MyPertamina dimanipulasi atau diretas sehingga satu kendaraan dapat menggunakan identitas berbeda untuk memperoleh BBM subsidi lebih dari ketentuan. Rudi mengaku kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak Pertamina agar dilakukan penelusuran lebih lanjut terhadap dugaan penyalahgunaan sistem.



Simak Video "Video: Pertalite Tercampur Air Bikin Motor Warga Tasikmalaya Mendadak Mogok"


(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork