Sopir Dinas Terjerat Narkotika, Pemkot Balikpapan Perketat Seleksi Outsourcing

Kalimantan Timur

Sopir Dinas Terjerat Narkotika, Pemkot Balikpapan Perketat Seleksi Outsourcing

Ary Nindita Intan RS - detikKalimantan
Selasa, 15 Sep 2026 14:00 WIB
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo. Foto: Ary Nindita Intan/detikKalimantan
Balikpapan -

Penangkapan sopir kendaraan dinas berinisial WS dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkotika mendorong evaluasi tenaga outsourcing di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Seleksi pekerja pihak ketiga bakal diperketat.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menyebut WS bukan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkot. WS bekerja sebagai tenaga outsourcing yang direkrut melalui penyedia jasa pihak ketiga.

"Kita berkontrak dengan perusahaan yang menyediakan jasa untuk driver, sekuriti, cleaning service di beberapa instansi. Dia (WS) bekerja melalui penyedia jasa sopir," ujarnya, Selasa (15/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagus juga membantah WS merupakan orang dekat dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Ia mengatakan kendaraan yang digunakan WS merupakan mobil sewaan untuk menunjang kegiatan kedinasan.

"(WS) bukan orang dekatnya kepala dinas. Tidak ada kaitannya, karena dia bekerja melalui penyedia jasa. Termasuk status mobilnya itu sewa, disuplai oleh outsourcing sepaket dengan sopir," ucapnya.

Bagus menilai, kualifikasi tenaga kerja perlu diperhatikan untuk mendukung operasional pemerintahan. Kasus ini menjadi bahan evaluasi terhadap proses seleksi tenaga kerja yang disediakan pihak outsourcing.

"Ini menjadi evaluasi juga terkait tender. Dari kejadian tersebut kita bisa tau ada yang kurang dan perlu diperketat lagi, begitu juga dengan psikotes tenaga kerja. Paling tidak, kita menjaga supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi," tuturnya.

Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperbaiki sistem rekrutmen tenaga kerja outsourcing. Upaya ini dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Saya yakin hal yang negatif pasti akan memberikan perbaikan lebih baik untuk ke depannya. Yang penting kita tidak berhenti melakukan perbaikan dalam proses rekrutmen," pungkasnya.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads