Sebanyak 25 siswa SDN 008 Waru, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami muntah setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Diduga penyebabnya berasal dari menu puding.
Dari hasil penelusuran sementara, sumber masalah diduga berasal dari makanan tambahan berupa puding yang diambil dari luar. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten PPU, Andi Singkerru, mengatakan makanan dari pihak luar seharusnya dalam bentuk kemasan steril.
"Perlu kami sampaikan bahwa kejadian ini ternyata memang bahwa SPPG yang ada di Waru itu ada yang diambil dari masyarakat, jadi ada seperti puding. Nah, dibolehkan sih sebenarnya memberi dari luar tetapi makanan atau minuman seperti yang itu pun yang kemasan yang betul-betul steril," jelas Andi.
Dia mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Ia mengaku menerima laporan saat berada di luar daerah dan langsung menuju lokasi setibanya di PPU.
"Jadi tadi itu sekitar jam 10.00 Wita anak-anak kita diantarkan oleh SPPG, MBG untuk SD 008 di Waru. Nah, setelah mereka mengkonsumsi mereka ternyata muntah-muntah sampai beberapa anak. Nah, ada sekitar 25 anak yang langsung dibawa ke Puskesmas," kata Andi, melalui keterangannya, Rabu (11/2/2026).
Andi menyebut puding tersebut sudah tak layak konsumsi. Karena sudah mengeluarkan aroma tidak sedap.
"Nah, ini mengambil puding dari luar. Nah, ternyata puding ini sebenarnya sudah tidak layak konsumsi karena bau tidak dimasukkan di kulkas. Nah, sudah bau, aromanya tidak bagus lagi. Nah, sehingga ini anak-anak kita ini enggak ngerti kalau anak SD ini enggak mengerti bahwa itu sudah tidak layak konsumsi. Mereka itu mengkonsumsi setelah itu keracunanlah mereka," sambungnya.
Meski begitu, Andi memastikan kondisi para siswa cepat membaik. Pada siang hingga sore hari seluruh anak sudah diperbolehkan pulang.
"Tapi alhamdulillah tadi jam 13.00 Wita lewat itu tinggal dua anak-anak kita yang masih dirawat dan alhamdulillah jam sekitar jam 15.00 Wita lewat itu sudah bisa dipulangkan," katanya.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua murid. Ke depan, ia meminta kejadian serupa tidak terulang.
"Tentu saya menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua bahwa kejadian ini mudah-mudahan tidak berulang," ucapnya.
Andi mengatakan pihak SPPG mengakui baru kali ini mengambil makanan dari masyarakat. Ia pun langsung mengingatkan agar seluruh menu diolah oleh petugas sendiri.
"SPPG itu membenarkan, SPPG itu menyampaikan baru kali ini, Pak, kami ambil dari masyarakat. Nah, saya menyarankan saya katakan, jangan lagi kalau itu makanan harus diolah sendiri, harus dikerjakan, harus dimasak oleh petugas sendiri," tegasnya.
Simak Video "Video: Ratusan Siswa-Guru di Tulung Klaten Diduga Keracunan MBG Sop Galantin"
(bai/bai)