Prabowo Bakal Gelar Ratas Karhutla Lagi, Sejumlah Pakar Dilibatkan

Nasional

Prabowo Bakal Gelar Ratas Karhutla Lagi, Sejumlah Pakar Dilibatkan

Firda Cynthia Anggrainy - detikKalimantan
Kamis, 24 Sep 2026 13:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto bertemu masyarakat usai memimpin rapat koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (22/8/2026). Pemerintah pusat menambah dukungan sarana dan prasarana yaitu 4 helikopter water bombing, 100 unit pompa air dan 2.000 alat pelindung diri untuk penguatan penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bay/YU
Prabowo usai rapat koordinasi karhutla di Kalteng. Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap bahwa Presiden Prabowo Subianto akan kembali menggelar rapat terbatas (ratas) terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah. Prabowo juga disebutkan akan melibatkan sejumlah ahli.

Dilansir detikNews, ratas dijadwalkan pada Kamis (24/9). Prasetyo menegaskan, selain membahas penanganan karhutla, ratas ini juga diproyeksikan membahas mitigasi agar peristiwa karhutla tidak terus berulang ke depannya.

"Hari ini rencana kita mau ratas mitigasi karhutla supaya tidak terus berulang setiap tahun. Semua sektor harus dimitigasi. Sedih kita kalau kejadian yang kita sudah tahu tapi terus berulang. Rapat di Istana, akan ada beberapa ahli yang dipanggil," ungkap Prasetyo, Kamis (24/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prasetyo menekankan pentingnya edukasi terkait karhutla, baik dalam hal pencegahan maupun penanganan. Ia menyebut Prabowo telah memerintahkan jajaran untuk memfasilitasi agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara membakar.

"Edukasi penting, karena semua kebakaran berasal dari ulah manusia. Presiden sudah perintah juga, jika rakyat mau buka lahan butuh alat berat, lebih baik lapor ke aparat, nanti dibantu dan kita siapkan anggaran khusus. Intinya jangan buka lahan dengan bakar-bakar, kerugian kita lebih besar," tuturnya.

Menurut Prasetyo, pemerintah juga telah berupaya menangani masalah karhutla melalui sektor pendidikan formal maupun pendidikan agama. Pemerintah disebut telah menggodok agar mitigasi karhutla masuk dalam muatan lokal (mulok) kurikulum.

"Kemarin sudah kita minta masuk ke kurikulum mulok. Kita minta masuk juga ke pendidikan agama sejak dini. Segala cara harus ditempuh," lanjutnya.

Dalam hal kesiapan armada, lanjut Prasetyo, pemerintah telah memesan pesawat Beriev atau pesawat amfibi dan peralatan pemadam. Sejak tahun lalu, pemerintah disebut menyiapkan hingga 2.000 unit truk damkar dalam menangani karhutla.

"Selain kita siapkan peralatan yang mumpuni jika terjadi. Sebenarnya kita ini udah pesan pesawat-pesawat model Beriev dan peralatan fire fighting. Untung tahun lalu kita sudah nekat beli truk pemadam kebakaran sekitar 2.000 unit dan terbukti sekarang banyak dan dibutuhkan," ujarnya.

Baca selengkapnya di sini.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads