Dugaan Keracunan MBG di Sambas, Dinkes Tunggu Uji Lab BPOM di Pontianak

Round Up

Dugaan Keracunan MBG di Sambas, Dinkes Tunggu Uji Lab BPOM di Pontianak

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Minggu, 24 Mei 2026 09:00 WIB
Belasan siswa SD di Sambas diduga keracunan MBG.
Belasan siswa SD di Sambas diduga keracunan MBG. Foto: Dok. Istimewa
Sambas -

Belasan siswa SD di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dinas Kesehatan Sambas menyimpulkan bahwa MBG menjadi penyebab, tetapi kini masih menunggu hasil uji laboratorium di Balai Besar POM Pontianak untuk kepastiannya.

Dugaan keracunan MBG ini awalnya dibenarkan oleh Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Sambas Dzaky Brayogi. Para siswa terdampak sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Selakau.

"Data terakhir yang kami terima ada 15 anak terdampak dan semuanya sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas Selakau," kata Dzaky dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diduga karena Ayam Basi

Berdasarkan laporan awal di lapangan, dugaan sementara keracunan mengarah pada olahan ayam dalam menu MBG yang diduga sudah berlendir atau basi. Meski begitu, kepastian penyebab masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Dzaky menyebut penyebab pasti dari dugaan keracunan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa langsung diamankan untuk diuji di laboratorium.

"Untuk penyebabnya masih kita telusuri dan investigasi. Sampel makanan sudah diamankan pihak puskesmas dan rencananya akan didorong ke BPOM provinsi untuk pemeriksaan mikroorganisme," ujarnya.

Korban dari 2 SD

Dugaan keracunan MBG ini terjadi di SDN 06 Sungai Rusa dan SDN 08 Sungai Daun, Kecamatan Selaku. Sebanyak 15 siswa langsung dilarikan ke puskesmas setelah mengeluhkan nyeri perut, mual, pusing, badan lemas, hingga muntah.

Sementara dari total siswa terdampak, sebanyak 14 anak telah dipulangkan karena kondisi sudah membaik. Sementara satu siswa lainnya menjalani observasi medis lebih lanjut. Menurut petugas kesehatan, siswa tersebut masih dirawat lantaran mengalami kendala saat diberikan obat oral sehingga penanganan dilakukan melalui infus.

Menu dari SPPG Sambas Selakau Sungai Nyirih

Dzaky menambahkan, sejumlah pihak telah turun tangan menangani kasus tersebut, mulai dari Korwil SPPG Kabupaten Sambas, Dinas Kesehatan, hingga Loka POM. Pihaknya sendiri melakukan investigasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangani SD tersebut.

Dzaky menegaskan apabila hasil investigasi menemukan adanya kelalaian dari pengelola dapur SPPG Sambas Selakau Sungai Nyirih, pihaknya akan melaporkan temuan tersebut kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

"Kalau nanti terbukti ada kelalaian dari pengelola dapur SPPG Selakau Sungai Nyirih tentu akan kami laporkan ke pimpinan dan diberikan tindakan tegas," tegasnya.

Hasil Investigasi Sementara Dinkes Sambas

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sambas Ganjar Eko Prabowo mengungkapkan dugaan sementara hasil investigasi. Kecurigaan mengarah ke menu MBG yang dikonsumsi siswa dua jam sebelum mereka mengeluhkan gangguan pencernaan.

"Berdasarkan hasil investigasi saat ini dapat disimpulkan bahwa dugaan sementara kasus gangguan pencernaan yang terjadi pada siswa tersebut bersumber dari makanan yang didapatkan dari program MBG," jelas Ganjar dalam keterangan kepada detikKalimantan, Sabtu (23/5/2026).

Dari hasil wawancara petugas kesehatan terhadap siswa dan guru, mereka sempat menyantap MBG dua jam sebelumnya. Adapun menu yang dimakan terdiri dari nasi putih, ayam goreng tepung, tempe saus kecap, tumis kuning timun, wortel, dan buah pisang.

Tunggu Hasil Uji Lab BPOM di Pontianak 14 Hari

Dinas Kesehatan bersama petugas pengawas langsung melakukan penyelidikan epidemiologi dan mengamankan sampel makanan dari sekolah maupun lokasi pengolahan makanan.

"Sampel makanan saat ini dalam proses pengiriman ke Balai Besar POM Pontianak untuk pemeriksaan laboratorium," ujarnya.

Meski Dinkes menyebut dugaan kuat berasal dari MBG, penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium yang diperkirakan keluar dalam 14 hari ke depan.

"Kepastian penyebab masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium oleh Balai Besar POM Pontianak," pungkas Ganjar.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: 107 Warga Tanjungsari Bogor Diduga Keracunan Mie Ayam MBG "
[Gambas:Video 20detik] (des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads