85 Siswa di Kukar Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG di Sekolah

Kalimantan Timur

85 Siswa di Kukar Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG di Sekolah

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Selasa, 04 Agu 2026 15:30 WIB
Kondisi Puskesmas Sebulu saat puluhan siswa datang usai diduga keracunan menu MBG.
Foto: Kondisi Puskesmas Sebulu saat puluhan siswa datang usai diduga keracunan menu MBG (Dok. Istimewa)
Kutai Kartanegara -

Sebanyak 85 orang diduga mengalami keracunan pangan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar). Mayoritas korban merupakan siswa dari sejumlah sekolah, sementara satu korban lainnya merupakan warga yang mencicipi makanan di Posyandu.

Camat Sebulu Edy Fahruddin mengatakan laporan pertama diterimanya setelah banyak siswa datang ke Puskesmas dengan keluhan mual, muntah, pusing, hingga sakit perut.

"Informasi awal yang saya terima banyak anak-anak murid datang ke Puskesmas dengan gejala pusing, mual, muntah. Saya langsung memantau ke Puskesmas sekitar siang hari," kata Edy saat dihubungi detikKalimantan, Senin (4/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data terbaru hingga Senin (3/8) pukul 21.30 Wita, jumlah korban yang tercatat mencapai 85 orang. Rinciannya, enam orang sempat menjalani observasi, namun tiga di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Sementara 79 orang lainnya menjalani rawat jalan.

"Update terakhir sampai tadi malam pukul 21.30 Wita ada 85 orang. Enam orang observasi, tiga sudah boleh pulang, sisanya rawat jalan," ujarnya.

Edy mengatakan peristiwa itu diduga terjadi pada Senin sekitar pukul 09.00 Wita, tidak lama setelah para siswa menyantap menu MBG. Awalnya, laporan hanya berasal dari satu sekolah, namun kemudian bertambah setelah ditemukan korban dari sekolah lain. Menurutnya, setelah muncul dugaan keracunan, seluruh makanan yang belum sempat dibagikan langsung ditarik sebagai langkah antisipasi.

"Begitu ada keluhan, makanannya langsung ditarik semua. Yang terkena diduga mereka yang sempat mencicipi makanan itu," jelasnya.

Korban diketahui berasal dari sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Sebulu, di antaranya SDN 025 Sebulu Modern, SDN 003 Sebulu. Selain itu, seorang warga yang mencicipi makanan di Posyandu sebelum diberikan kepada balita juga dilaporkan mengalami keluhan sakit perut.

"Ada juga satu orang di Posyandu. Sebelum makanan diberikan ke balita, dia mencicipi terlebih dahulu, lalu mengeluhkan sakit perut," ungkap Edy.

Terkait dugaan penyebab keracunan, Edy menyebut informasi sementara yang diterimanya mengarah pada menu pentol beserta bumbunya. Meski demikian, ia menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan.

"Informasi yang beredar memang mengarah ke pentol dan bumbunya. Tapi itu baru informasi awal. Kita tidak bisa langsung menyimpulkan, harus menunggu hasil investigasi," tegasnya.

Saat ini, Dinas Kesehatan telah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi, termasuk memeriksa dapur penyedia makanan MBG guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

"Kami masih terus memantau perkembangan kondisi para korban. Mudah-mudahan tidak ada tambahan gejala maupun korban baru," pungkasnya.



(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads