Aksi pengemis di Kota Tarakan, Kalimantan Barat (Kalbar) tak jarang membuat jengkel warga. Berikut sederet pengalaman warga Tarakan saat menghadapi pengemis.
Tak sekadar berharap belas kasihan, terkadang ada seorang ibu yang kerap membawa anak saat mengemis, dinilai sampai mengganggu ketertiban umum. Pelaku usaha di Tarakan, Martina Liu, mengaku kerap mengambil sikap tegas dengan mengusir pengemis, terutama saat kedainya ramai pelanggan.
"Saya langsung usir, apalagi kalau pelanggan lagi rame. Bukan karena saya tega, tapi ini sekaligus edukasi. Kalau kita terus memberi, dia makin malas dan balik lagi ke tempat usaha," ujar Martina kepada detikKalimantan, Kamis (22/1/2026).
Menurut Martina, sikap tegas itu justru mendapat dukungan dari para pelanggannya. Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan imbauan Wali Kota Tarakan yang meminta warga tidak memberikan uang kepada pengemis.
Keresahan juga dirasakan warga perumahan yang mengaku kerap didatangi pengemis dengan modus berpura-pura mencari alamat. Seorang warga menuturkan, pengemis itu memulai aksinya dengan menanyakan sebuah acara fiktif.
"Dia tanya, 'Ini rumah si A kah yang buat acara kemarin?'. Saya bilang tidak kenal, tapi dia tetap ngotot. Banyak omong sampai saya bingung," ujar warga tersebut.
Baca juga: Pola dan Cara Kerja Pengemis di Tarakan |
Simak Video "Menjelajahi Hutan Mencari Buah Lempasu di Kalimantan Utara"
(sun/bai)