PSIM Jogja kembali menelan kekalahan setelah takluk dari PSM Makassar. Hasil tersebut memperpanjang tren negatif Laskar Mataram menjadi empat kekalahan beruntun.
"Seperti yang saya katakan kemarin, saya mungkin adalah orang yang memberikan tekanan paling besar kepada diri saya sendiri dibandingkan siapa pun di klub ini. Saya benar-benar bekerja keras selama 24 jam sehari, bahkan 26 jam, karena Anda selalu memikirkan banyak hal," ujar Van Gastel saat jumpa pers usai laga, Jumat (15/10/2026).
"Pekerjaan saya cukup menantang dan sangat sibuk. Saya melakukan yang terbaik yang saya bisa," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, PSIM kalah dari PSM dengan skor 1-2. Gol tim tamu dicetak Fahrul Aditia dan Stefan Jevtoski. Sementara PSIM memperkecil ketertinggalan lewat Ze Valente lewat titik putih.
Van Gastel memahami kekecewaan suporter terhadap performa PSIM. Apalagi, timnya belum mampu meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir dan baru mengumpulkan satu poin.
Menurut Van Gastel, kekecewaan suporter merupakan hal yang wajar. Dia menyadari tim memiliki kekhawatiran yang sama dengan para pendukung PSIM.
"Saya pikir itu hal yang normal. Jika setelah lima pertandingan Anda hanya memiliki satu poin, wajar jika suporter mulai marah dan kecewa," katanya.
Van Gastel mengatakan dirinya bisa menerima jika upaya yang telah dilakukan belum memberikan hasil sesuai harapan. Namun, dia menegaskan telah mengerahkan segala kemampuannya untuk kepentingan klub.
"Jika ternyata itu belum cukup baik, setidaknya saya bisa merasa tenang karena saya telah melakukan segala sesuatu yang berada dalam kemampuan saya untuk memberikan yang terbaik bagi klub, tim, dan diri saya sendiri," tegasnya.
Di sisi lain, Van Gastel juga menyoroti faktor keberuntungan yang menurutnya belum berpihak kepada PSIM. Dia menilai timnya tampil lebih baik pada babak pertama, tetapi gagal memaksimalkan sejumlah peluang.
"Pada babak pertama, kami adalah tim yang lebih baik. Kami hanya sedikit kurang beruntung. Pada akhirnya, kami mencetak gol menjadi 1-2 melalui penalti dan lawan mendapatkan kartu merah. Setelah itu, kami memperoleh beberapa peluang besar, tetapi gagal memanfaatkannya," tuturnya.
Kini, PSIM dituntut segera bangkit untuk menghentikan tren negatif tersebut. Van Gastel mengakui kemenangan sulit diprediksi dalam situasi saat ini, tetapi menegaskan timnya tetap ingin meraih hasil maksimal di setiap pertandingan.
"Kami ingin menang dalam setiap pertandingan. Namun, saat ini semuanya terasa sulit. Saya tidak bisa memprediksi apakah kami akan mendapatkan 3 poin, 1 poin, atau tidak mendapatkan poin sama sekali," tegas Van Gastel.
Sementara itu, pemain PSIM Jogja, Jop van der Avert, mengakui keberuntungan belum berpihak kepada timnya. Meski begitu, dia tak ingin tim larut dalam kekecewaan dan memilih fokus untuk bekerja lebih keras.
"Ya, menurut saya jelas bahwa saat ini keberuntungan belum berpihak kepada kami. Namun, saya tidak ingin mulai berbicara terlalu negatif karena menurut saya hal itu tidak akan membantu kami," katanya.
"Satu-satunya hal yang bisa kami lakukan sebagai sebuah tim adalah tetap semangat, mengangkat kepala, dan bekerja lebih keras lagi. Kami percaya bahwa masa-masa yang lebih baik pasti akan datang," pungkasnya.
Dalam lima laga terakhir, PSIM mencatatkan empat kekalahan beruntun dan sekali imbang. Saat ini posisi Laskar Mataram di zona merah peringkat 16 dengan satu poin.
