Kata Suporter soal Polda Bakal Pertemukan Suporter PSIM-PSS Bahas Derby DIY

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Kamis, 06 Agu 2026 16:14 WIB
Ilustrasi Derby DIY PSIM Vs PSS Sleman. Foto: Dok. AI
Jogja -

Polda DIY berencana mempertemukan dua kelompok suporter PSIM Jogja dan PSS Sleman membahas Derby DIY yang akan berlangsung di Super League 2026/2027. Suporter PSIM, Brajamusti buka suara terkait hal itu.

Presiden Brajamusti, RM Satrio Wijayanto alias Dodok, mengapresiasi langkah Polda DIY yang membuka ruang komunikasi dengan kedua kelompok suporter.

"Pertama, kami mengapresiasi dan menyambut baik pernyataan dari Pak Kapolda. Ini menandakan pihak kepolisian sudah percaya dengan iklim sehat sepakbola Jogja," kata Dodok saat dihubungi detikJogja, Kamis (6/8/2026).

Dodok menegaskan Brajamusti berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif selama pelaksanaan Derby DIY. Menurutnya, rivalitas antara PSIM dan PSS hanya berlangsung selama pertandingan.

"Sebagai Presiden Brajamusti, saya akan berkomitmen untuk menjaga kondusivitas, ketertiban, dan keamanan. Bagi saya, rivalitas hanya ada 90 menit di atas lapangan, selebihnya kita tetap saudara dan sesama warga DIY," tegasnya.

Ia juga memastikan Brajamusti siap menjalin komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kepolisian, panitia pelaksana hingga elemen suporter lainnya.

"Brajamusti sangat terbuka dengan ruang koordinasi dan komunikasi intensif dengan jajaran kepolisian, panitia pelaksana (panpel), serta elemen semua suporter," ucapnya.

"Harapan kami, lampu hijau dari kepolisian ini bisa terwujud nyata di lapangan dengan skema pengamanan yang disepakati bersama," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pentolan suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud yang tidak ingin identitasnya diekspos, mengaku tidak bisa berkomentar dulu mengenai rencana tersebut.

"Kalau saya mungkin tunggu dulu hasil pertemuan-pertemuan mbak, enggak mau merespons baik dulu takutnya jadi harapan," ucapnya saat dihubungi detikJogja melalui pesan WhatsApp hari ini.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda DIY, Irjen Anggoro Sukartono mengungkap tak menutup kemungkinan laga derby itu digelar di wilayah DIY. Begitu juga soal penonton, semua akan dibahas dalam waktu dekat.

Derby DIY ini bakal tersaji pertama kalinya dalam sejarah di Liga 1 atau Super League. Apalagi, baik PSIM maupun PSS memiliki basis suporter yang fanatik dan cukup besar, gesekan pun dikhawatirkan terjadi kala laga derby digelar.

"Semua bisa dilakukan di Jogja, tapi nanti ada prediksi-prediksi, ada diskusi, ada pertemuan dengan para pemilik klub dan para presiden suporter," jelas Anggoro saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Jogja, Rabu (5/8).

"Nanti akan dilaksanakan minggu depan. Kalau tidak salah akan mempertemukan PSIM, PSS Sleman, para manajer, pemilik, dan pemda setempat, Jogja dan Sleman. Nanti kami di belakang," sambungnya.

Begitu pun terkait kehadiran suporter di laga derby, kata Anggoro, hal itu baru bisa diputuskan usai rapat koordinasi. Namun, ia menegaskan, pihaknya tidak menutup kemungkinan kehadiran suporter.

"Nanti kita lihat di sana (koordinasi), putusannya bagaimana. Kalau lihat situasi tidak memungkinkan, pasti kita larang demi Jogja. Jogja aman harus. Segala sesuatu bisa mungkin terjadi (kehadiran suporter)," pungkasnya.



Simak Video "Begini Euforia di Jogja Financial Festival & Run D-City 2026"

(apl/apu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB