Burung puter bukanlah hal yang asing bagi pencinta burung suara. Bagaimana tidak, suara kukur berulangnya yang lembut nan khas memikat hati banyak orang. Belum lagi, penampilan fisiknya yang cantik.
Menariknya, burung menawan ini ternyata merupakan fauna identitas Kabupaten Bantul. Penetapannya tertuang dalam SK Bupati Kepala Daerah Tk II Bantul Nomor 567/B/Kep./BT/1998. Selain burung puter (Spreptopelia bitorquata), Pemkab Bantul juga menetapkan sawo kecik (Manilkara kauki) sebagai flora identitas.
Tak berhenti sampai di sana, dalam kebudayaan Jawa, burung puter dianggap cocok dijadikan hewan peliharaan. Apa alasannya? Cari tahu keuntungan pelihara burung puter dalam paparan berikut, yuk!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keuntungan Pelihara Burung Puter
Bagi detikers yang tertarik memelihara burung puter, ulasan ringkas di bawah ini wajib dibaca untuk semakin menguatkan alasan. Sebagai berikut:
1. Pembawa Keberuntungan
Dikutip dari buku Kitab Primbon Lengkap tulisan Gusti Pangeran Harya Tjakraningrat dan R Nugroho, masyarakat Jawa kuno percaya burung puter membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Apa sebabnya?
Puter dalam bahasa Jawa berarti 'berputar'. Oleh karena itu, diyakini si empunya burung akan mendapati rezeki yang selalu berputar dan tidak pernah habis. Itu berarti, rezeki bakal terus mengalir tanpa henti.
2. Menjadi Lelaki Seutuhnya
Untuk menjadi lelaki Jawa 'utuh', ada 5 syarat yang mesti dipenuhi. Dony Satryo Wibowo dalam artikel jurnal 'Kajian Bentuk Keris Jawa Tradisional Dhapur Kebo dalam Alam Pikiran Jawa' menyebut kelimanya adalah curiga, wisma, wanita, turangga, dan kukila.
Sederhananya, curiga adalah istilah Jawa merujuk pada benda pusaka yang bisa diandalkan. Wisma adalah rumah tempat tinggal. Istri atau pendamping hidup dan tempat berbagi suka duka.
Turangga secara harfiah berarti kuda. Namun, pada masa modern ini, bisa diartikan sebagai tunggangan. Terakhir adalah kukila, burung perkutut. Yang memenuhi kriteria kukila selain burung perkutut adalah kerabatnya, seperti puter dan merpati.
3. Penanda Waktu Alami
Keuntungan ketiga memelihara burung puter adalah mendapat alarm alami. Bagaimana bisa?
Dirujuk dari buku Mengenang Tjitro Waloejo karya Hermanu, suara kukuran burung puter kerap menjadi penanda waktu tertentu. Burung ini biasanya bersuara pada rentang waktu yang relatif teratur. Lama-kelamaan, pemilik dapat mengenali pola tersebut dan menjadikan suara burung puter sebagai penanda waktu sehari-hari.
Sekilas Mengenal Burung Puter
Dikenal dengan banyak nama lain, seperti dederuk jawa (Indonesia) dan sunda collared dove (Inggris), burung puter memiliki nama ilmiah Streptopelia bitorquata. Burung ini masuk spreptopelia, genus burung merpati kura-kura yang berukuran lebih kecil dibanding merpati domestik.
Disadur dari Animalia, burung puter memiliki rona merah muda terang di sekitar leher dan dada. Pangkal sayapnya berwarna abu-abu muda. Sementara itu, bulu ekor bagian bawahnya berwarna putih telur.
Ciri utama yang memudahkannya dibedakan dengan burung lain adalah pita hitam keabu-abuan yang menutup bagian leher. Matanya berbentuk bulat dengan nuansa karamel oranye.
Burung puter bisa ditemukan di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa, Bali, hingga Lombok. Mereka tinggal di hutan dataran rendah lembap subtropis atau tropis. Ada pula yang menghabiskan umurnya di hutan bakau subtropis atau tropis.
Makanan favorit burung puter adalah biji-bijian. Mereka juga mengonsumsi buah beri, ulat, kutu daun, dan serangga lainnya. Dalam sangkar, burung puter biasa diberi makan beras merah dan jagung kering.
Nah, itulah sekilas keuntungan memelihara burung puter, fauna identitas Kabupaten Bantul yang cantik. Semoga menambah wawasanmu, ya, detikers!
