Ze Valente Ungkap Firasatnya soal Derby DIY PSIM Vs PSS

Ze Valente Ungkap Firasatnya soal Derby DIY PSIM Vs PSS

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Senin, 31 Agu 2026 10:12 WIB
Gelandang PSIM Jogja, Ze Valente saat menghadapi PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (27/2/2026).
Ze Valente. Foto: Dok. PSIM Jogja
Jogja -

Gelandang PSIM Jogja, Ze Valente, tak sabar menantikan Derby DIY antara PSIM Jogja vs PSS Sleman di Super League 2026/2026. Ia berharap derby tersebut bisa digelar di wilayah DIY dengan penonton.

Diketahui, Derby DIY PSIM vs PSS akan pertama kalinya mewarnai kompetisi kasta tertinggi. Momen tersebut menjadi sejarah baru bagi sepakbola Jogja,

Bagi Ze, derby tersebut memiliki makna tersendiri. Sebab, ia sebelumnya pernah membela PSS Sleman yang notabene merupakan klub pertamanya di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut pendapat saya, ini adalah hal yang indah. Sudah lama mereka tidak saling bertanding di divisi yang sama. Jadi, saya sangat senang akan hal itu," ujar Ze kepada wartawan, Senin (31/8/2026).

ADVERTISEMENT

Pemain asal Portugal itu berharap pertandingan bisa digelar di kandang masing-masing tim. Ia berharap pertandingan juga bisa digelar dengan penonton.

"Saya tahu, sayangnya mungkin mereka akan memindahkan pertandingan ke kota lain atau semacamnya, saya tidak tahu. Namun, itu firasat saya," ungkapnya.

"Sangat menyedihkan menurut pendapat saya. Saya pikir ini saatnya bagi pihak kepolisian untuk melakukan tugas mereka, saatnya bagi kami dan bagi para penggemar untuk memahami bahwa kami adalah rival hanya di dalam lapangan," lanjutnya.

Lebih lanjut, Ze menilai kedua tim layak mendapatkan kesempatan untuk tampil di kandang sendiri dengan dukungan publik sendiri.

"Jadi, saya pikir kita layak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan bahwa pertandingan derby bisa dimainkan di Jogja, di kota ini. Di kota ini, ya," pungkasnya.

Penjelasan Polda DIY

Diberitakan sebelumnya, derby DIY antara PSIM Jogja vs PSS Sleman bakal tersaji di kasta tertinggi Super League musim depan. Kekhawatiran muncul terkait venue derby nantinya, mengingat gairah kelompok suporter dua klub sangat tinggi.

Terkait itu, Kapolda DIY, Irjen Anggoro Sukartono mengungkap tak menutup kemungkinan laga derby itu digelar di wilayah DIY. Begitu juga soal penonton, semua akan dibahas dalam waktu dekat.

Derby DIY ini bakal tersaji pertama kalinya dalam sejarah di Liga 1 atau Super League. Apalagi, baik PSIM maupun PSS memiliki basis suporter yang fanatik dan cukup besar, gesekan pun dikhawatirkan terjadi kala laga derby digelar.

Diketahui, PSIM akan berkandang di Stadion Sultan Agung Bantul untuk mengarungi Super League 2026/2027. Sedangkan PSS akan menggunakan Stadion Maguwoharjo Sleman sebagai homebase.

Irjen Anggoro menjelaskan, pihaknya tak menutup kemungkinan laga derby dilangsungkan di dua stadion tersebut. Namun, koordinasi intens berbagai pihak wajib digelar sebelumnya.

"Semua bisa dilakukan di Jogja, tapi nanti ada prediksi-prediksi, ada diskusi, ada pertemuan dengan para pemilik klub dan para presiden suporter," jelas Anggoro saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Jogja, Rabu (5/8/2026).

"Nanti akan dilaksanakan minggu depan. Kalau tidak salah akan mempertemukan PSIM, PSS Sleman, para manajer, pemilik, dan pemda setempat, Jogja dan Sleman. Nanti kami di belakang," sambungnya.

Begitu pun terkait kehadiran suporter di laga derby, kata Anggoro, hal itu baru bisa diputuskan usai rapat koordinasi. Namun, ia menegaskan, pihaknya tidak menutup kemungkinan kehadiran suporter.

"Nanti kita lihat di sana (koordinasi), putusannya bagaimana. Kalau lihat situasi tidak memungkinkan, pasti kita larang demi Jogja. Jogja aman harus. Segala sesuatu bisa mungkin terjadi (kehadiran suporter)," pungkasnya.



(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads