PSS Sleman menilai laga lawan Garudayaksa FC di partai puncak Championship 2025/2026 akhir pekan ini sebagai 'bonus'. Meski demikian, pelatih PSS memastikan anak asuhnya bakal tampil maksimal untuk merebut trofi Championship musim ini
Partai final Championship antara PSS Sleman vs Garudayaksa FC akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5) malam.
"Nothing to Lose"
Sebagai tuan rumah, PSS memastikan diri sebagai pemuncak klasemen Grup Timur dengan koleksi 56 poin. Sementara Garudayaksa FC keluar sebagai juara Grup Barat usai mengumpulkan 52 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih PSS, Ansyari Lubis, mengatakan timnya menghadapi partai puncak dengan tenang. Sebab, target utama timnya adalah promosi ke Super League.
"Enjoy, semuanya sudah nothing to lose. Jadi itu saya bilang, final ini nanti adalah bonus. Jadi nikmatin pertandingan dan semua pemain juga menikmati," kata Ansyari kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).
Target Juara
Ia tetap meminta anak asuhnya bermain maksimal dan berharap bisa menyabet trofi Championship.
"Artinya final itu pertandingan penting. Jadi kita juga mempersiapkan tim ini dengan serius. Jadi ya harus kita ambil juga (juara). Targetnya ya menang, juara," ujar Ansyari.
Ansyari menyebut suasana tim cukup positif menjelang final. Ia berharap PSS mampu menyuguhkan permainan menarik sekaligus mempersembahkan trofi untuk para suporter.
"Tetapi intinya semua pemain menjalani latihan (persiapan) dengan gembira, satu kegembiraan yang luar biasa, dan menatap untuk pertandingan final. Semuanya sudah punya sikap, punya antusiasme yang cukup tinggi ya. Jadi mudah-mudahan ini bisa diaplikasikan nanti dalam pertandingan final nanti," ucap dia.
16 Ribu Tiket Sold Out
Sementara itu, 16 ribu tiket yang disediakan sudah habis terjual hanya dalam waktu 30 menit saja. Tingginya antusiasme suporter membuat antrean pembelian tiket membludak sejak penjualan dibuka.
Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti, menyampaikan permohonan maaf kepada suporter yang belum berhasil mendapatkan tiket laga final tersebut.
Vita menjelaskan, berdasarkan data sistem, antrean pembelian tiket sempat mencapai lebih dari 200 ribu TPM atau sekitar 64 ribu pengguna. Bahkan, ada sekitar 9 ribu pengguna aktif secara bersamaan di website dengan pertambahan trafik mencapai kurang lebih 2.500 user per menit.
"Tingginya lonjakan akses ini menyebabkan sistem antrean Cloudflare terus melakukan penyesuaian estimasi waktu tunggu secara otomatis," ujar Vita, kemarin.
Dia menegaskan perubahan estimasi waktu tunggu bukan berarti posisi antrean pengguna mundur atau disalip pengguna lain.
"Analogi sederhananya seperti antrean di kasir minimarket, ketika proses pembayaran di depan membutuhkan waktu lebih lama, maka seluruh antrean ikut menunggu lebih lama, namun posisi antrean tetap aman dan tidak berubah," jelasnya.
Nobar di Lapangan Pemda
Bagi suporter yang belum mendapatkan tiket, Vita berharap dukungan tetap diberikan kepada tim melalui berbagai titik nonton bareng yang akan disiapkan Pemerintah Kabupaten Sleman.
"Pemda Kabupaten Sleman tadi siang juga telah menyampaikan dalam rakor persiapan pertandingan terkait pembuatan titik nobar di lapangan pemda. Selain itu juga ada imbauan agar tiap kepanewon menyiapkan nobar bagi masyarakat maupun dari rumah demi menjaga kondusivitas bersama," pungkasnya.
(dil/apu)












































Komentar Terbanyak
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Lagi-lagi Geng Sadis Berulah di Jogja