Salah satu amalan yang disunahkan setiap hari raya adalah membaca takbir. Takbir biasanya dibaca sejak malam lebaran hingga sebelum dan sesudah pelaksanaan sholat Id. Di Indonesia, terdapat pula tradisi takbiran keliling untuk menggemakan takbir di lingkungan sekitar.
Dikutip dari laman NU Online, Syekh Ibrahim al-Bajuri dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri mengatakan bahwa jika seseorang menghidupkan malam hari raya, Allah akan menghidupkan hatinya di saat hati-hati orang sedang mengalami kematian. Cara menghidupkan malam hari raya tersebut salah satunya adalah dengan mengumandangkan takbir. Takbir tersebut bisa dibaca sendiri di rumah, di masjid, atau dikumandangkan lewat takbiran keliling.
Lantas, kapan takbir Idul Adha mulai dikumandangkan? Lalu, apa kalimat takbir yang bisa dibaca saat Idul Adha? Simak penjelasan tentang takbir Idul Adha yang dirangkum dari buku Fikih Lebaran oleh Muhammad Abduh Tuasikal, laman Masjid Ibrahim Texas, laman NU Online, dan laman NU Online Jabar di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenis Takbir Hari Raya Idul Adha
Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi'i dalam kitab Fathul Qarib al-Mujib menjelaskan bahwa terdapat 2 macam takbir hari raya, yaitu takbir mursal atau mutlak dan takbir muqayyad. Perbedaan di antara kedua takbir ini terletak pada waktu dan tempat mengumandangkannya. Berikut adalah pengertian, waktu, dan tempat pelaksanaan kedua takbir ini.
Takbir Mursal atau Mutlak
Takbir ini disebut juga sebagai takbir tidak terikat. Hal ini dikarenakan takbir ini tidak dikaitkan dengan waktu atau tempat tertentu. Takbir mutlak bisa diucapkan di rumah, masjid, jalan serta tidak terikat waktu sholat.
Meski bisa dibaca kapan saja, takbir ini diisunahkan untuk dikumandangkan sejak tenggelamnya matahari pada malam hari raya hingga saat imam memulai sholat Id. Takbir ini dapat dilafalkan saat Idul Fitri maupun Idul Adha.
Takbir Muqayyad
Berbeda dengan takbir mursal, takbir muqayyad diucapkan setiap selesai sholat, baik sholat 5 waktu maupun sholat sunnah. Menurut pendapat Mazhab Syafi'i, takbir ini terikat atau disunahkan saat Idul Adha, tetapi tidak disunahkan untuk Idul Fitri menurut pendapat Mazhab Syafi'i.
Berdasarkan dalil dari Umar, Ali, dan Ibnu Abbas, para ulama sepakat bahwa takbir muqayyad dimulai sejak Subuh hari Arafah hingga Ashar hari Tasyrik terakhir. Praktik ini juga didasarkan pada narasi yang diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah, Ibn Khuzaimah, dan Baihaqi yang menyebutkan bahwa takbir ini diucapkan setelah salat Subuh pada hari Arafah hingga setelah sholat Ashar pada hari terakhir tasyrik.
Mulai Kapan Takbir Idul Adha 2026?
Berdasarkan penjelasan sebelumnya, takbir yang disunahkan khusus saat Idul Adha adalah takbir muqayyad. Takbir ini bisa dibaca sejak selesai sholat Subuh di hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga selesai sholat Ashar di hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijah). Artinya, detikers bisa mulai bertakbir setelah sholat Subuh tanggal 26 Mei 2026 hingga selesai sholat Ashar tanggal 30 Mei 2026.
Jadwalnya agar memudahkan sebagai berikut:
- Selasa, 26 Mei 2026/9 Dzulhijjah 1447 H: Mulai setelah sholat Subuh
- Rabu, 27 Mei 2026/10 Dzulhijjah 1447 H
- Kamis, 28 Mei 2026/11 Dzulhijjah 1447 H
- Jumat, 29 Mei 2026/12 Dzulhijjah 1447 H
- Sabtu, 30 Mei 2026/13 Dzuuhijjah 1447 H: Maksimal setelah sholat Ashar
Sesuai panduan para ulama, detikers bisa bertakbir setiap selesai sholat fardhu dan sunnah dalam rentang waktu tersebut. Di luar waktu tersebut, detikers juga bisa mempraktikkan takbir mutlak sejak malam takbiran hingga sebelum pelaksanaan sholat Id. Selain dengan takbiran keliling, takbir tersebut juga bisa dilafalkan selama perjalanan menuju tempat sholat Id.
Bacaan Takbir Idul Adha 2026
Terdapat beberapa macam takbir yang bisa dibaca saat Idul Adha, sebagai berikut:
Bacaan Takbir Idul Adha #1
Salah satu lafal takbir yang dianjurkan untuk dibaca saat malam lebaran dan hari raya disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syahrul Muhadzdzab. Lafal takbir ini dikutip dari Imam As-Syafi'i dan populer di kalangan ulama Syafi'iyyah. Takbir ini bisa dibaca 3 kali dengan lafal berikut.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
Latinnya: Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.
Artinya: "Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar."
Bacaan Takbir Idul Adha #2
Setelah membaca takbir tersebut, sebagian ulama Syafi'iyyah juga menambahkan lafal takbir berdasarkan pandangan Imam Syafi'i pada qaul qadim. Bacaan takbirnya adalah sebagai berikut.
اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا اللهُ اَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا وَالحَمْدُ للهِ عَلَى مَا أَوْلَانَا وَأَبْلَانَا
Latinnya: Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, Allāhu akbar 'alā mā hadānā, wal hamdu lilāhi 'alā mā awlānā wa ablānā.
Artinya: "Allah maha besar, segala puji yang banyak bagi Allah. Allah maha besar atas hidayah-Nya kepada kita. Segala puji bagi Allah atas nikmat dan ujian-Nya untuk kita." Wallahu a'lam.
Bacaan Takbir Idul Adha #3
Selain bacaan takbir tersebut, terdapat lafal takbir lain yang sering dikumandangkan masyarakat, terutama saat takbiran. Takbir ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Ibnu Mas'ud. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa lafal takbir ini tidak masalah, sehingga bisa dibaca saat hari raya. Lafal takbir ini adalah sebagai berikut.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Latinnya: Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.
Artinya: "Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya."
Bacaan Takbir Idul Adha #4
Terdapat pula bacaan takbir yang lebih panjang dan dilengkapi dengan bacaan dzikir. Lafal takbir ini diriwayatkan oleh Imam Muslim berdasarkan lafal takbir dan dzikir yang dibaca Rasulullah SAW di Bukit Shafa. Berikut adalah lafal takbirnya.
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
Latinnya: Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na'budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
Artinya: "Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar."
Demikian penjelasan tentang waktu dan bacaan takbir Idul Adha 2026. Semoga bermanfaat, Lur!
Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(num/dil)












































Komentar Terbanyak
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Lagi-lagi Geng Sadis Berulah di Jogja