Keputusan memindahkan laga PSIM Jogja melawan Persija Jakarta ke Bali menuai respons dari kelompok suporter. Brajamusti dan The Maident menyatakan menghormati situasi yang terjadi, sembari tetap berupaya menjaga kondusivitas di Jogja.
Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin alias Thole, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter, baik dari PSIM maupun Persija. Ia mengakui laga tersebut sangat dinantikan oleh kedua belah pihak.
"Pertandingan ini sangat ditunggu-tunggu, baik oleh Brajamusti, The Maident, maupun Jakmania. Tapi karena dinamika yang terjadi di Jogja, kami belum bisa menyambut dan memfasilitasi dengan maksimal. Untuk itu, kami mohon maaf," ujar Thole, Senin (20/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, situasi yang ada membuat PSIM tidak bisa tampil di kandang sendiri. Bahkan, tim harus menjalani laga di luar pulau, yang tentu bukan kondisi ideal bagi suporter tuan rumah.
Meski demikian, Brajamusti menegaskan bahwa suporter Persija tetap disambut jika datang ke Jogja. Sejumlah titik telah disiapkan sebagai lokasi berkumpul maupun nonton bareng (nobar), di antaranya Jogja National Museum, XT Square, Embung Giwangan, hingga opsi di Stadion Mandala Krida.
"Kami tetap menerima dan menyambut teman-teman Jakmania yang ke Jogja, karena Jogja tetap menjadi rumah kedua bagi mereka," jelasnya.
Thole juga menyinggung belum terbalasnya sambutan hangat yang sebelumnya diberikan suporter Persija saat PSIM bertandang ke Jakarta.
"Kami meminta maaf kepada teman-teman Jakmania karena belum bisa bersilaturahmi di satu tribun. Bahkan PSIM tidak bisa bermain di Jogja dan harus di luar pulau. Kami juga belum bisa membalas silaturahmi luar biasa yang kami rasakan di GBK," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua The Maident, Rendy Prasetya, menegaskan komitmen suporter untuk menjaga situasi tetap kondusif. Ia berharap Jakmania dapat memahami kondisi yang terjadi.
"Kami berharap teman-teman legowo dengan situasi ini. Ini menjadi pembelajaran bagi semua agar ke depan bisa lebih baik," katanya.
Sebelumnya, laga kandang PSIM Jogja menjamu Persija Jakarta di pekan ke-29 Super league 2025/2026 resmi dipindah ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno, meminta dukungan dari suporter terkait situasi ini.
"Bermain di luar Jogja bukan keputusan yang ideal bagi kami. Sebagai tuan rumah, tentu kami ingin bermain di hadapan suporter sendiri," ujar Liana, sapaanya, kepada wartawan, Senin (20/42026).
"Kami memahami rasa kecewa para suporter namun energi dan kecintaan itu sangat berarti bagi tim. Saat ini yang dibutuhkan pemain adalah dukungan positif, bukan perpecahan," lanjutnya.
Liana menjelaskan, alasan PSIM tak bisa menjamu Persija di Stadion Sultan Agung, Bantul lantaran faktor keamanan. Sehingga, solusi terbaik untuk situasi tersebut adalah memindahkan laga ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.
"Penggunaan stadion di Bali adalah solusi teknis agar pertandingan tetap dapat terlaksana sesuai jadwal. Ini bukan bentuk menjauh dari Jogja, melainkan bentuk tanggung jawab penuh klub terhadap kompetisi dan nama besar PSIM," jelasnya.
"PSIM menghormati keputusan pihak kepolisian dan seluruh otoritas terkait, keamanan, ketertiban, dan kenyamanan pertandingan adalah prioritas utama," tuturnya.
(apl/ahr)












































Komentar Terbanyak
Laga PSIM Vs Persija Sempat Diwacanakan Pindah ke Semarang, Tapi...
Sederet Fakta Penemuan Mayat Pria Dalam Mobil di Condongcatur Sleman
Cerita Azizah, Bocah TK di Jogja Rawat Bapak Sakit hingga Ikut Memulung