Laga kandang PSIM Jogja melawan Persija Jakarta pada pekan ke-29 Super League 2025/2026 akhirnya dipindah ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Rabu (22/4). Panitia Pelaksana PSIM Jogja mengungkapkan semula ada opsi untuk dipindah ke Stadion Jatidiri, Semarang
Dilansir laman resmi operator kompetisi, ILeague, venue pertandingan PSIM kontra Persija kini tercantum berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Laga tersebut dijadwalkan digelar pada Rabu (22/4) pukul 15.30 WIB.
Sejatinya, PSIM Jogja bermarkas di Stadion Sultan Agung, Bantul sebagai kandang utama mereka. Namun, untuk pertandingan melawan Persija ini, venue harus dipindahkan ke Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Respons Pelatih Persija
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, membenarkan kabar soal pindah venue tersebut. Kemarin timnya menjalani latihan di Jogja usai menghadapi PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Kemudian timnya akan terbang ke Bali.
"Ya, informasi yang saya dapat pertandingannya (lawan PSIM) dipindah ke Bali. Hari Rabu jam 16.30 waktu Bali (WITa)," kata Mauricio kepada wartawan di Jogja, Minggu (19/4/2026).
"Kami akan tetap tinggal di sini (Jogja). Jadi kami tetap di sini dan kemungkinan hari Selasa kami akan berangkat ke Bali untuk persiapan," lanjutnya.
Terkait persiapan tim, Mauricio mengatakan Persija telah menyusun agenda latihan selama berada di Jogja sebelum bertolak ke Bali.
"Kami sudah memprogramkan untuk tetap di sini. Kami akan latihan hari ini (Minggu) dan hari Senin. Jika memungkinkan, kami juga akan latihan di hari Selasa, namun itu semua tergantung pada urusan logistik tim nanti," tuturnya.
Penjelasan Panpel PSIM
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja, Wendy Umar Seno Aji, mengungkapkan keputusan pemindahan venue ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan, terutama aspek keamanan dan kenyamanan penonton.
"Manajemen dan Panitia Pelaksana PSIM selalu berkomitmen menjalankan regulasi dan kewajiban sebagai peserta kompetisi. Untuk laga melawan Persija, seluruh tahapan perizinan dan persiapan operasional di SSA sebenarnya sudah kami rampungkan dengan baik," kata Wendy dalam keterangan yang diterima detikJogja, Minggu (19/4/2026).
Singgung Kapasitas Stadion SSA
Wendy menjelaskan, hasil koordinasi dengan pihak kepolisian dan pemangku kepentingan lain menunjukkan bahwa kapasitas stadion dinilai belum ideal untuk menampung tingginya antusiasme suporter.
"Setelah koordinasi intensif dan mempertimbangkan rekomendasi dari pihak kepolisian serta stakeholder terkait, kami sepakat aspek keamanan dan kenyamanan harus menjadi prioritas utama. Mengingat tingginya animo pencinta sepakbola, kapasitas SSA saat ini belum ideal," jelasnya.
Opsi ke Jatidiri Semarang
Wendy bilang, panpel sejatinya telah mencoba mencari alternatif stadion yang lebih dekat dari Jogja, salah satu opsi yang dijajaki adalah Stadion Jatidiri, Semarang. Namun rencana tersebut urung terealisasi karena benturan jadwal penggunaan stadion.
"Kami sudah menjajaki beberapa opsi, termasuk Stadion Jatidiri. Tapi karena ada dinamika penjadwalan dengan agenda lain, opsi itu belum bisa direalisasikan," ungkapnya.
Laga di Bali Tanpa Penonton
Sebagai solusi, kata Wendy, manajemen akhirnya memutuskan memindahkan laga ke Bali demi menjaga kelancaran kompetisi sesuai kalender operator. Meski begitu, pertandingan akan digelar tanpa kehadiran penonton.
"Pertandingan ini akan diselenggarakan tanpa penonton sesuai kesepakatan perizinan dengan otoritas setempat. Keputusan ini diambil untuk menghindari sanksi administratif maupun pengurangan poin yang bisa merugikan posisi tim di klasemen," tegasnya.
Wendy meminta pengertian dari para suporter Laskar Mataram atas keputusan tersebut. Dukungan tetap diharapkan meski tidak bisa hadir langsung di stadion.
"Kami mohon dukungan penuh dari seluruh suporter. Meski tidak bisa hadir langsung, kami berharap doa dan dukungan tetap mengalir. Ke depan, kami upayakan laga kandang bisa kembali digelar di SSA dengan kehadiran suporter," pungkasnya.
(dil/dil)












































Komentar Terbanyak
KPAI Ungkap Pengakuan Bidan Penampung 11 Bayi di Rumah Sleman
Respons Nadiem Makarim Usai Dituntut 18 Tahun Penjara
Siasat Keji Istri Ketahuan Selingkuh Lalu Gorok Suami di Parangtritis