Kipo Kotagede, Snack Manis yang Berawal 'Kepo' Orang Lihat Bentuknya

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Sabtu, 21 Mar 2026 12:11 WIB
Penampakan puluhan bungkus Kipo Bu Djito yang dijajakan di rumahnya, Jalan Mondorakan No.27, Prenggan, Kotagede, Kota Jogja, Rabu (4/3/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Jogja -

Di Jogja, jika berbicara makanan khas, pasti orang akan membicarakan bakpia atau gudeg. Namun, di Kotagede, terdapat panganan bernama kipo, yang ternyata berasal dari pertanyaan pembeli akan kue tersebut. Seperti apa ceritanya?

Pantauan detikJogja, salah satu penjual Kipo yang pertama berada di Jalan Mondorakan No.27, Prenggan, Kotagede, Kota Jogja. Tempat dengan nama Kipo Bu Djito ini berada di pinggir jalan dan lokasinya menyatu dengan bangunan rumah.

Tampak, puluhan Kipo yang terbungkus dengan daun pisang dan kertas bertuliskan Kipo Bu Djito tertata rapi di atas nampan berbahan plastik. Sesekali seorang ibu-ibu mengenakan hijab tampak menata ulang puluhan bungkus Kipo tersebut.

Adalah Istri Rahayu (60), pemilik Kipo Bu Djito menceritakan, bahwa awalnya sang kakek bersama ibunya membuka usaha jualan kue pada tahun 1946. Di mana kedua pendahulunya itu menjual kue berwarna hijau dengan rasa manis di luar rumah.

Penampakan puluhan bungkus Kipo Bu Djito yang dijajakan di rumahnya, Jalan Mondorakan No.27, Prenggan, Kotagede, Kota Jogja, Rabu (4/3/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

"Kalau untuk sejarahnya, rumah kita dulu berada di pinggir jalan. Nah, depan rumah ini rumah pegadaian yang kalau pagi selalu ramai. Lalu simbah dan ibu jualan jajanan pasar berupa kue di luar rumah," katanya kepada detikJogja di Prenggan, Kotagede, Kota Jogja, Rabu (4/3/2026) sore.

Kue jualan Kakek dan ibunya saat itu menarik perhatian masyarakat karena bentuknya yang kecil dan berwarna hijau. Bahkan, banyak orang yang bertanya apa nama kue tersebut.

"Lalu orang-orang banyak yang lihat opo toh (apa sih), iki opo (ini apa). Dari kata iki opo itu kue ini disebut Kipo atau iki opo," ujarnya.

Kipo pun menjadi jajanan pasar asal Kotagede yang laris. Hingga akhirnya usaha tersebut berjalan turun temurun hingga ke tangan Istri.

"Selanjutnya saya mulai meneruskan usaha ini sekitar tahun 90-an sampai sekarang dengan nama Bu Djito. Nah, Bu Djito itu ibu saya, jadi nama usaha ini melestarikan nama ibu," ucapnya.

Terkait bahan baku Kipo, wanita berhijab ini menyebut sangat mudah didapat di pasaran. Adapun bahan bakunya adalah tepung ketan, daun suju atau daun katup sebagai pewarna, gula Jawa dan parutan kelapa.

"Parutan kelapa dengan gula Jawa itu sebagai isiannya. Kalau cara membuatnya mengambil adonan kulitnya sebesar kelereng, dipipihkan, diisi seperti mengisi pastel itu," katanya.

"Selanjutnya dipanggang pakai cobek tanah liat yang alasnya menggunakan daun pisang dan diolesi dengan minyak agar tidak lengket," lanjut Istri.

Dalam sehari, lanjut Istri, dirinya mampu memproduksi ratusan porsi Kipo. Namun, khusus untuk bulan Ramadan ini Istri hanya memproduksi puluhan porsi Kipo saja.




(apu/aku)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork