Berkunjung ke Pasar Beringharjo, para pengunjung tentu akan dimanjakan dengan berbagai pernak-pernik khas Jogja sampai deretan pedagang yang menjajakan berbagai busana menarik. Namun, tahukah kamu? Ada juga berbagai kuliner Pasar Beringharjo yang khas dan legendaris yang tak kalah menarik untuk dicoba.
Kuliner Pasar Beringharjo biasanya dijajakan di area luar atau bagian dalamnya. Tidaklah sulit mencari kuliner di area sekitar Pasar Beringharjo. Pengunjung tidak hanya dapat menemukan makanan yang berat saja, tapi juga aneka camilan tradisional yang layak untuk dicicipi.
Nah, buat kamu yang tengah berencana untuk berburu kuliner di Pasar Beringharjo, ada beberapa pilihan makanan yang patut untuk dicoba. Ada juga minuman tradisional khas Jogja yang tersedia di area sekitar. Untuk lebih jelasnya, cek langsung daftarnya berikut ini, ya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
10 Kuliner di Pasar Beringharjo yang Legendaris
Apa saja ya makanan khas Jogja yang bisa dijumpai di Pasar Beringharjo? Persiapkan diri dari sekarang, karena ada begitu banyak jajanan yang bisa kamu beli di tempat ini.
Dihimpun dari buku 'Ngelencer ke Yogyakarta' oleh Vindex Tengker, 'Jajajan Pasar Khas Yogyakarta' oleh Redy Kuswanto, 'Monggo Mampir - Mengudap Rasa Secara Jogja' tulisan Syafaruddin Murbawono, 'Jalan-Jalan Kuliner Aseli Jogja' karya Suryo Sukendro, hingga 'Kuliner Yogyakarta - Pantas dikenang sepanjang masa' tulisan Murdijati Gardjito, dkk, berikut beberapa pilihannya.
1. Gado-gado
Bagi sebagian orang, gado-gado mungkin sudah cukup biasa untuk disantap dalam keseharian. Namun, saat berkunjung ke Pasar Beringharjo, ada juga gado-gado legendaris yang layak untuk dicoba. Penjual gado-gado ini terletak di bagian dalam pasar. Ciri khas dari gado-gado Pasar Beringharjo adalah bumbunya yang legit.
Kemudian perpaduan sayurannya juga segar yang diolah sedemikian rupa. Kemudian porsi gado-gado Pasar Beringharjo juga cenderung pas, sehingga cocok disantap oleh berbagai kalangan. Saat mendapati adanya gado-gado dengan banner bertuliskan legendaris sejak tahun sekian, maka jangan ragu untuk mencicipinya.
2. Aneka Daging
Tidak hanya menjual kuliner yang bisa dimakan di tempat, beberapa pedagang di Pasar Beringharjo juga menjajakan daging yang sudah matang untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Beberapa daging yang tersedia berupa ayam, puyuh, hingga sapi.
Uniknya, aneka daging tadi diolah dengan berbagai menu masakan. Sebut saja dibuat dengan bumbu kuning, dibacem, kicik, hingga terik. Inilah yang membuat kamu tak perlu bingung mencari oleh-oleh berupa kuliner khas Pasar Beringharjo saat berada di lokasi ini.
3. Soto Pites
Sama halnya dengan gado-gado, soto mungkin terdengar cukup biasa dan bisa ditemukan di mana saja. Namun, ada menu soto di Pasar Beringharjo yang patut untuk dicicipi. Terlebih lagi saat kamu berkesempatan untuk mengunjungi salah satu destinasi wisata andalan Kota Jogja ini.
Namanya adalah soto pites. Tempat makan yang satu ini letaknya ada di bagian dalam Pasar Beringharjo, tepatnya di bagian timur lantai dasar. Hal yang membedakan soto pites dengan jenis soto lainnya adalah keberadaan cabai yang 'dipites' atau dihancurkan terlebih dahulu. Baru kemudian soto ini akan diguyur dengan kuah yang panas.
4. Cenil
Kalau tadi sudah ada makanan berat, kali ini terdapat camilan berupa jajanan tradisional. Satu di antaranya ada cenil. Saat berada di Pasar Beringharjo, ada kemungkinan kamu bakal menjumpai pedagang yang menjual cenil bersama lupis, klepon, hingga gethuk.
Biasanya cenil disajikan dengan menggunakan pincuk daun pisang. Bagian atas cenil dilengkapi dengan parutan kelapa yang membuat cita rasanya gurih. Nah, agar cita rasanya semakin lezat, cenil akan diberi tambahan kuah gula merah. Teksturnya yang kenyal dengan warna-warna cerah membuat penganan ini patut dicicipi saat berkunjung ke Jogja, termasuk Pasar Beringharjo.
5. Pecel Senggol
Buat yang ingin sarapan pecel saat berada di Pasar Beringharjo, pecel senggol mungkin menjadi menu yang menarik untuk dicicipi. Disebut sebagai pecel senggol, lantaran para pedagangnya yang berjualan dengan berhimpitan atau seolah-olah 'bersenggolan'. Dulunya pecel senggol dengan mudah dijumpai di sepanjang Jalan Malioboro.
Namun, setelah Pemerintah Kota Jogja menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di area pejalan kaki, maka para pedagang pecel senggol ini berpindah lokasi. Beberapa pedagang masih tetap menjajakan dagangannya di area samping Pasar Beringharjo. Dengan begitu, saat pengunjung selesai berbelanja dan merasa lapar, bisa mampir membeli dagangan para penjual pecel senggol ini.
Untuk pecelnya sendiri sebenarnya memiliki isian yang mirip seperti pecel pada umumnya. Hal yang membedakan adalah suasana dan cita rasa yang diperoleh saat mencicipinya secara langsung.
6. Buntil
Ada juga sebuah penganan tradisional yang cukup langka bernama buntil. Agaknya buntil tidak bisa dijumpai di banyak pedagang di Pasar Beringharjo. Sebaliknya, hanya ada segelintir pedagang yang mungkin masih menjajakannya hingga saat ini.
Buntil diolah dengan menggunakan bahan dasar daun pepaya muda. Kemudian diberi tambahan parutan kelapa dan ikan asin serta bumbu khusus. Kemudian bahan-bahan tadi akan dibungkus ke dalam daun pisang untuk kemudian dikukus agar matang dan siap untuk disantap.
7. Kipo
Kemudian ada juga kue kipo yang beberapa penjual masih menjajakannya hingga saat ini. Kipo adalah penganan tradisional khas Kotagede, Jogja. Biasanya kue kipo dijual dalam wujud berwarna hijau.
Kue kipo dibuat dari tepung ketan yang diberi isian unti kelapa. Istilah unti kelapa adalah parutan kelapa yang dimasak bersama gula merah. Inilah yang membuat kipo punya cita rasa bagian luar gurih dan bagian dalamnya manis. Pengolahan kipo tidak dengan cara dikukus, melainkan dibakar atau dipanggang.
8. Wedang Ronde
Beberapa penjual wedang ronde mungkin akan menjajakan dagangannya di malam hari. Namun, apabila kamu beruntung, bisa juga menemukan penjual yang sudah mulai berjualan sejak sore hari. Sebagaimana diketahui, wedang ronde adalah minuman tradisional khas Jogja.
Bahan utama pembuatan kuah wedang ronde yang terbuat dari jahe mampu menghangatkan badan. Kemudian di dalamnya juga ada begitu banyak tambahan bahan-bahan pelengkap. Sebut saja kacang sangrai, irisan roti tawar, kolang-kaling, hingga ronde itu sendiri. Istilah ronde merujuk pada bahan berbentuk bulat yang terbuat dari tepung ketan yang diisi dengan kacang atau gula merah halus.
9. Pecel Urap
Berbeda dengan pecel berkuah kacang, di Pasar Beringharjo juga terdapat pecel urap. Apa itu pecel urap? Singkatnya, pecel urap adalah sajian sayur mayur yang diberi dengan bumbu berbahan dasar parutan kelapa.
Pecel urap biasanya dijual pada pagi hari untuk sarapan. Bahan-bahan pelengkapnya berupa rebusan bayam, tauge, kacang panjang, hingga wortel. Cita rasa pecel urap umumnya gurih dan sedikit manis.
10. Mie Nyemek
Belum ke Pasar Beringharjo kalau tidak mencicipi mie nyemek. Bagi sebagian orang mungkin pernah mendengar tentang betapa legendarisnya mie nyemek yang ada di belakang pasar ini. Ada salah satu warung yang menyediakan menu mie nyemek ini.
Salah satu ciri khas mie nyemek Pasar Beringharjo adalah proses memasaknya yang masih menggunakan tungku gerabah dan arang. Kemudian mie akan diolah dengan tambahan sedikit kuah. Nah, keberadaan kuah inilah yang membuat mie ini disebut sebagai mie nyemek.
Namun, mengingat mie nyemek Pasar Beringharjo cukup viral di kalangan pengguna media sosial, maka kamu perlu mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum datang ke lokasi. Tak hanya bersiap untuk mengantre, tapi juga mempersiapkan camilan yang bisa disantap sambil menunggu pesanan datang.
Dengan mengetahui sejumlah kuliner Pasar Beringharjo yang begitu legendaris dan menawarkan cita rasa yang lezat, wisatawan kini punya inspirasi untuk mencicipinya saat berkunjung ke Kota Jogja. Selamat mencoba, ya!
(par/aku)












































Komentar Terbanyak
Komandan IRGC Tokoh Kunci Penutupan Selat Hormuz Tewas Diserang Israel
Ikuti Google Maps, Pemudik Bingung Lewati Persawahan Arah Tol Purwomartani
Fakta-fakta Polisi Jogja Gugur Saat Operasi Ketupat Progo