Kota Jogja tidak hanya dikenal dari destinasi wisata budaya dan pendidikan, tetapi juga memiliki beragam kuliner khas yang sering dijadikan oleh-oleh para wisatawan. Saat musim mudik tiba, banyak orang mencari makanan khas Jogja untuk dibawa pulang ke kampung halaman. Oleh-oleh yang praktis dibawa serta memiliki daya tahan yang cukup lama selama perjalanan biasanya jadi pilihan utama.
Bagi para pemudik, jenis makanan kering adalah pilihan yang ideal karena tidak mudah basi dan tetap aman dibawa perjalanan jauh. Selain itu, kuliner kering khas Jogja juga memiliki cita rasa unik dan beragam, mulai dari camilan manis hingga gurih. Tidak heran banyak orang sengaja membeli oleh-oleh khas kota ini untuk dibagikan kepada keluarga atau kerabat di rumah.
Wah, kira-kira apa saja oleh-oleh khas Jogja yang kering dan awet dibawa mudik? Yuk simak uraian lengkapnya di bawah!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
7 Oleh-oleh Khas Jogja yang Kering, Enak, dan Berkesan
Dari hasil penelusuran detikJogja pada buku berjudul Jajanan Pasar Khas Yogyakarta oleh Redy Kuswanto dan Jejak Rasa dari Yogyakarta oleh Agustina Dwi Rahayu, berikut ini 7 oleh-oleh khas Jogja yang kering sehingga lebih awet dibawa mudik.
1. Geplak
Makanan khas Jogja satu ini memiliki tekstur yang tidak terlalu kering. Meski begitu, kuliner dengan cita rasa manis ini cukup awet untuk kalian bawa pulang kampung.
Terlebih lagi, kandungan gulanya yang tinggi membuat olahan satu ini menjadi awet. Di samping awet, cita rasa manis jadi keunggulan camilan khas Jogja satu ini. Buat yang tak terlalu menggandrungi manis, ada juga variasi rasa yang bisa menetralisirnya, seperti jahe dan kacang.
Makanan yang berasal dari Bantul ini dibuat dengan parutan kelapa dan gula pasir. Hasilnya kemudian diberi pewarna yang membuat kuliner satu ini tampak menarik. Oleh karena itu, selain awet, geplak juga cocok diberikan kepada anak-anak yang biasanya menyenangi jajanan berwarna.
2. Belalang Goreng
Belalang goreng merupakan salah satu makanan khas Jogja, tepatnya dari Gunungkidul. Di Jogja, belalang biasa disebut walang sehingga disebut juga walang goreng. Meski tidak banyak yang menjadikannya oleh-oleh karena dinilai tidak lazim, tetapi makanan satu ini unik, gurih, dan berprotein tinggi, lho!
Makanan ini mulai dikenal di daerah Gunungkidul. Jadi, buat kalian yang tak sempat ke Gunungkidul saat bekerja di Jogja, bisa jadikan kuliner satu ini oleh-oleh. Hitung-hitung, ikut merasakan suasana daerah asri tersebut dari kuliner gurih satu ini.
Sebagai olahan yang digoreng, belalang goreng tidak banyak mengandung air. Maka dari itu, berbicara soal olahan yang kering, tentu kuliner satu ini jawabannya. Belum lagi kandungan vitamin, dan proteinnya yang membuat olahan tersebut pantas untuk dikenalkan kepada orang banyak, bahkan di luar Jogja.
3. Bakpia
Olahan satu ini tentu sudah sangat lazim di telinga masyarakat Indonesia. Ibaratnya, ketika kalian ke Jogja, oleh-oleh yang terpikirkan pertama kali adalah bakpia. Jadi sudah tepat kalau makanan satu ini masuk dalam daftar.
Bakpia ini juga termasuk kuliner dengan tekstur kering, meski ada juga versi basahnya. Biarpun kering, isiannya cenderung lembut sehingga tidak keras seperti yang diasumsikan banyak orang. Berbeda lagi jika kalian membeli varian kukus; biasanya kulit luarnya pun lembut. Namun, tidak tahan lama selayaknya bakpia panggang.
Selain awet, bakpia juga dilengkapi banyak varian rasa. Kudapan khas Jogja ini biasanya memiliki aneka macam rasa, seperti keju, cokelat, durian, kacang hijau, ubi ungu, dan masih banyak lagi. Cita rasa yang beragam itu menjadi daya tarik bakpia untuk dijadikan oleh-oleh pulang kampung.
4. Keripik Belut
Kudapan kering khas Jogja yang bisa kalian jadikan oleh-oleh saat mudik selanjutnya adalah keripik belut. Selayaknya keripik, kuliner satu ini cenderung kering. Maka dari itu, kuliner ini bisa lebih awet dari makanan khas Jogja lainnya.
Kandungan nutrisi belut meliputi fosfor, zat besi, kalori yang tinggi, vitamin A dan B, serta arginin sehingga sangat bermanfaat untuk tubuh kita. Jadi, tidak hanya lezat dan awet dibawa mudik, kandungannya menjadikan kuliner ini baik untuk tubuh.
Seiring berjalannya waktu, mulai muncul pelbagai rasa keripik belut, jadi tidak hanya original saja. Setidaknya, detikers bisa memilih rasa pedas, barbeque, hingga keju.
5. Yangko
Yangko merupakan makanan khas Jogja yang kerap kali menjadi rujukan oleh-oleh wisatawan. Meski teksturnya lembut, tetapi tidak cukup basah untuk mudah busuk. Namun perlu diingat, masa penyimpanannya pun tidak selama keripik belut, bahkan gaplek.
Sama seperti gaplek yang warna warni, yangko pun demikian. Terlebih lagi, varian rasa yangko lebih banyak lagi. Yangko bahkan memiliki varian rasa buah-buahan, seperti stroberi, nanas, durian, cokelat, dan keju. Rasanya yang beragam dengan tekstur lembut kenyal menjadikan kuliner satu ini sayang untuk diabaikan.
6. Peyek Tumpuk
Jika kalian kurang suka keripik belut, mungkin karena alergi atau alasan lain, peyek tumpuk dapat menjadi alternatifnya. Pada dasarnya, olahan satu ini sama dengan peyek atau rempeyek pada umumnya. Bedanya adalah jumlah kacang tanah yang lebih banyak sampai bertumpuk sehingga dinamakan peyek tumpuk.
Varian toppingpeyek tumpuk ini beragam, mulai dari kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, ikan teri, sampai udang. Umumnya, kuliner yang renyah dan gurih ini menjadi pelengkap makanan utama. Jadi, olahan satu ini cocok menjadi buah tangan untuk pelengkap makan di kampung halaman.
7. Coklat Monggo
Produk olahan cokelat khas Jogja ini cocok menjadi buah tangan saat pulang ke kampung halaman. Olahan dengan perpaduan rasa lokal dan kualitas standar Eropa ini akan jadi oleh-oleh dengan kesan mewah dan khas dari Jogja. Apalagi, kuliner ini juga bisa bertahan lebih lama.
Cokelat Monggo dikemas rapi sehingga tidak mudah rusak kualitasnya. Cita rasanya yang kental nuansa lekal membuat siapa saja yang mencicipinya merasakan vibes Jogja. Belum lagi, berbagai varian rasanya, mulai dari buah-buahan, jahe, sampai krim kacang, yang bisa dipilih sesuai selera.
Demikian itulah 7 oleh-oleh khas Jogja yang bertekstur kering sehingga lebih awet untuk dibawa mudik. Semoga bisa membantumu memilih oleh-oleh mudik, ya, detikers!
Artikel ini ditulis oleh Mardliyyah Hidayati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(num/aku)












































Komentar Terbanyak
3 Kepala Daerah di Jatim Kena OTT KPK, Ini Kata Gubernur Khofifah
Sederet Fakta Penemuan Mayat Pria Dalam Mobil di Condongcatur Sleman
Cerita Azizah, Bocah TK di Jogja Rawat Bapak Sakit hingga Ikut Memulung