Di Kretek, Bantul terdapat warung mi ayam dengan harga yang sangat murah yakni Rp 4.000 per porsi. Bahkan, harga minuman di warung yang telah buka belasan tahun ini mulai dari Rp 1.000 dan paling mahal Rp 2.000.
Warung mi ayam tersebut berlokasi di Jalan Samas Km.21, Karen, Tirtomulyo, Kretek, Bantul, tepatnya di seberang atau timur Sekolah Luar Biasa (SLB) Mardi Mulyo, Kretek. Nama warung tersebut adalah 'Mie Ayam Om Kendi'.
Warung Mie Ayam Om Kendi sendiri bisa dibilang sangat sederhana. Hanya ada dua meja panjang dan dua kursi panjang di warung mi ayam tersebut.
Saat detikJogja berkunjung, tampak seorang ibu-ibu tengah sibuk meracik mi ayam. Beberapa orang juga tampak sedang menyantap mi ayam di warung sederhana tersebut.
detikJogja memesan dua jenis mi ayam dengan harga Rp 4.000 dan Rp 5.000. Perbedaan mie tersebut terdapat pada ukuran mangkuk, di mana untuk mi ayam Rp 5 ribu mangkuknya lebih besar.
Rasa mie ayam tersebut lebih condong ke rasa manis. Tekstur mie sendiri cenderung besar-besar dan kenyal, untuk topping ayam pada mi tersebut juga tidak terlalu banyak.
Pemilik Mie Ayam Om Kendi, Siti Maesaroh (46), menceritakan awal mula berjualan mi ayam bersama suaminya, Suyono, sejak awal tahun 2000-an. Nama Om Kendi yang hingga kini dipakai berasal dari nama panggilan suaminya
"Sudah belasan tahun, pokoknya sejak anak saya usia 8 tahun dan saat ini anak saya umurnya 27 tahun," kata Siti saat ditemui di tempat jualannya, Kretek, Bantul, Senin (22/9/2025) sore.
Siti mengaku sebelumnya tidak punya pengalaman berjualan mi ayam. Namun Siti dan suaminya mengamati cara pembuatan mi terlebih dahulu dan berlanjut dengan mencoba-coba membuat bumbu mie ayam.
"Dulu belajarnya lihat bagaimana cara membuat minya, lalu coba-coba buat bumbu sendiri. Jadi autodidak dan langsung jualan saja di sini dari awal sampai saat ini," ujarnya.
Perempuan yang murah senyum ini mengungkapkan, saat pertama kali buka hanya mematok harga Rp 1.000 untuk per porsinya. Sedangkan untuk minuman saat itu hanya Rp 500 per gelas. Dia tak ingat lagi kapan terakhir kali menaikkan harga mi ayam menjadi Rp 4.000 per porsi.
"Lalu naik Rp 1.500 per mangkuk, lalu Rp 2.000, lalu Rp 2.500, Rp 3.000 dan sampai saat ini Rp 4.000. Untuk Rp 4.000 mangkuk kecil, kalau mangkuk besar Rp 5.000," ucapnya.
Sedangkan untuk harga minuman saat ini mulai Rp 1.000. Harga itu adalah untuk es teh dan es jeruk yang disajikan tanpa gula.
"Kalau minumnya Rp 2 ribu, itu seperti es teh dan es jeruk. Tapi kalau es jeruk dan es teh tawar hanya Rp 1.000 saja," katanya.
Siti mengatakan ciri khas mi ayamnya ada di rasa. Di mana rasa dari mi ayamnya condong ke rasa manis.
"Khas Jogja, jadi rasanya lebih condong ke manis kalau mie ayam saya," ujarnya.
Meski harga mi ayam jualannya murah, Siti mengaku sudah mendapat untung. Bahkan, dia bisa menyekolahkan kedua anaknya dengan hasil dari berjualan mi ayam.
"Ya untung sedikit. Tapi ya bisa untuk menyekolahkan dua anak saya sampai lulus SMK," ucapnya.
Selengkapnya di halaman berikutnya...
(afn/ams)