Kata aneksasi, invasi, dan menjajah punya makna yang mirip, meski sejatinya berbeda. Karenanya, penggunaan yang tidak tepat masih sering ditemui.
Bukankah tidak masalah jika kurang tepat dalam memakainya? Ketidaktepatan penggunaan ketiga ini berpotensi menyebabkan salah paham. Di samping itu, pemakaian kata yang tidak sesuai dengan maknanya dapat mengaburkan makna peristiwa riilnya.
Dengan pemahaman komprehensif akan ketiganya, detikers bisa menggunakannya secara pas dalam kalimat. Pun, ketika membaca uraian yang berisi ketiga kata ini, kamu bisa mengerti keseluruhan peristiwa secara jernih. Jadi, apa bedanya aneksasi, invasi, dan menjajah? Simak pengertiannya berikut ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengertian Aneksasi, Invasi, dan Menjajah
1. Aneksasi
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI Daring mendefinisikan aneksasi sebagai 'Pengambilan dengan paksa tanah (wilayah) orang (negara) lain untuk disatukan dengan tanah (negara) sendiri. Sinonimnya adalah penyerobotan, pencaplokan, dan penggabungan.
Dilansir Cambridge Dictionary, aneksasi alias annexation adalah penguasaan atas sebidang tanah atau suatu negara, biasanya dengan paksa atau tanpa izin. Sementara itu, Kamus Merriam-Webster mengartikannya sebagai 'Tindakan mencaplok sesuatu atau keadaan dicaplok: penambahan suatu wilayah atau daerah ke suatu negara, negara bagian, dll.'
Contohnya, negara A dan negara B hidup berdampingan. Di dekat perbatasan negara A terdapat wilayah X yang merupakan bagian dari negara B dan memiliki kekayaan mineral. Karena tertarik pada sumber daya tersebut, negara A mengambil alih wilayah X secara sepihak, menggunakan tekanan atau kekuatan.
Lalu, negara A menyatakan wilayah X sebagai bagian dari wilayahnya, meskipun negara B tidak menyetujuinya. Tindakan inilah yang disebut aneksasi.
2. Invasi
Menurut KBBI VI Daring, invasi adalah 'hal atau perbuatan memasuki wilayah negara lain dengan mengerahkan angkatan bersenjata dengan maksud menyerang atau menguasai negara tersebut; penyerbuan ke dalam wilayah negara lain'. Di antara kata turunannya adalah menginvasi dan penginvasian.
Dalam bahasa Inggris disebut invasion, Oxford Learner's Dictionaries mengartikannya sebagai 'tindakan tentara memasuki negara lain secara paksa dengan tujuan mengambil alih negara itu'. Sementara itu, Collins Dictionary mendefinisikannya sebagai 'tindakan menyerang dengan angkatan bersenjata'.
Di antara contoh peristiwa invasi adalah:
- Invasi Jerman ke Polandia tahun 1939 yang menyulut pecahnya Perang Dunia II.
- Invasi Irak ke Kuwait pada 1990.
- Invasi Uni Soviet ke Afghanistan pada 1979.
- Invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003 untuk menggulingkan pemerintahan Saddam Hussein.
3. Menjajah
Menjajah adalah kata kerja dari 'jajah'. KBBI VI Daring mengartikannya sebagai 'menguasai dan memerintah suatu negeri (daerah dan sebagainya)'. Bisa juga diartikan sebagai 'bepergian keluar masuk suatu daerah (negeri dan sebagainya) dari kota ke kota, dari desa ke desa'. Karena disandingkan dengan kata aneksasi dan invasi, maka definisi menjajah yang dipakai adalah yang pertama.
Dalam bahasa Inggris, padanan menjajah adalah colonize. Cambridge Dictionary memaknainya sebagai kegiatan 'mengirim orang untuk tinggal dan memerintah negara lain'. Adapun The Britannica Dictionary mengartikan colonize sebagai 'mendirikan koloni di suatu tempat; mengambil alih suatu wilayah dan mengirim orang untuk tinggal di sana'.
Contoh pelaku penjajahan adalah Belanda yang bertahun-tahun menjajah Indonesia. Perumpamaan lain adalah penjajahan yang dilakukan Inggris terhadap India, Myanmar, Malaysia, dan Singapura.
Perbedaan Aneksasi, Invasi, dan Menjajah
Secara ringkas, ini perbedaan ketiganya:
- Aneksasi adalah tindakan untuk merebut wilayah negara atau orang lain, untuk digabungkan dengan negara atau tanah sendiri.
- Invasi adalah tindakan menyerang negara lain dengan angkatan bersenjata. Tujuannya adalah menguasai negara tersebut.
- Menjajah adalah tindakan menguasai, mengendalikan, dan memerintah negara atau wilayah lain dalam jangka waktu lama.
Praktis dikatakan, aneksasi berfokus pada kegiatan mengambil suatu wilayah untuk dijadikan wilayah sendiri. Di sisi lain, invasi adalah tindakan menyerang menggunakan kekuatan bersenjata. Adapun menjajah adalah penguasaan atas negara lain dalam jangka waktu lama yang biasanya menyebabkan kerugian bagi negara terjajah.
Contoh Kalimat dengan Kata Aneksasi, Invasi, dan Menjajah
Supaya lebih paham, berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata aneksasi, invasi, maupun menjajah:
- Tindakan aneksasi wilayah oleh negara kuat sering menuai kecaman dari masyarakat internasional.
- Pemerintah menolak aneksasi wilayah perbatasan karena melanggar kedaulatan negara.
- Aneksasi suatu daerah biasanya dilakukan secara sepihak tanpa persetujuan negara pemilik wilayah.
- Invasi pasukan asing ke wilayah negara berdaulat dapat memicu konflik berskala besar.
- Sejarah mencatat invasi militer sebagai awal dari pendudukan suatu wilayah.
- Dunia internasional mengutuk invasi bersenjata yang menyebabkan korban sipil.
- Bangsa Eropa pernah menjajah banyak wilayah di Asia dan Afrika demi kepentingan ekonomi.
- Selama ratusan tahun, penjajah datang untuk menjajah dan menguasai sumber daya alam.
- Indonesia pernah mengalami masa pahit ketika bangsa asing menjajah dan memerintah wilayah Nusantara.
Demikian pembahasan ringkas mengenai perbedaan aneksasi, invasi, dan menjajah. Semoga penjelasannya mudah dipahami, ya, detikers!
(sto/ahr)












































Komentar Terbanyak
Dua Jambret di Sleman Tewas Nabrak Saat Kabur, Pengejar Malah Jadi Tersangka
Heboh Mbak Rara Pawang Diusir Saat Prosesi Labuhan, Ini Kata Keraton Jogja
Kondisi Terkini Ibu dan Anak Korban Perkosaan Bantul yang Diusir Warga