Pasutri Jadi Guru Besar UGM Bareng Berawal dari Cinlok Saat Masih Dosen Muda

Pasutri Jadi Guru Besar UGM Bareng Berawal dari Cinlok Saat Masih Dosen Muda

Tim detikJogja - detikJogja
Kamis, 15 Okt 2026 10:48 WIB
Pengukuhan pasutri Guru Besar FH UGM, Prof Andy Omara dan Prof Herlian, di Balai Senat UGM, Selasa (13/10/2026).
Pengukuhan pasutri Guru Besar FH UGM, Prof Andy Omara dan Prof Herlian, di Balai Senat UGM, Selasa (13/10/2026). Foto: Dok. UGM
Jogja -

Prof Andy Omara dan Prof Herliana dikukuhkan sebagai Guru Besar di Fakultas Hukum (FH) UGM bertepatan dengan HUT pernikahan mereka yang ke-25. Meski sama-sama kuliah S1 di FH UGM, keduanya baru saling kenal dan menjalin cinta hingga menikah setelah jadi dosen muda.

"mulai dekat itu karena memang kami pada saat itu sama-sama dosen muda yang baru diterima di Fakultas Hukum UGM dan ada kegiatan-kegiatan yang memang dikhususkan untuk dosen muda untuk peningkatan kapasitas," kata Prof Andy saat dihubungi detikJogja, Rabu (14/10/2026).

Andy mengatakan, dia dan istrinya belum saling mengenal dekat ketika masih berstatus mahasiswa S1. Mereka mulai dekat setelah sama-sama diterima sebagai dosen di almamaternya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari situ (kegiatan-kegiatan untuk peningkatan kapasitas dosen muda), kemudian kami sering bertemu dan akhirnya merasa cocok satu dengan yang lain, dan dari situ kami kemudian membangun persahabatan yang lebih intim, dan seterusnya dan akhirnya berjodoh," ujar dia.

"Jadi kami itu mulai melakukan upgrading skill untuk jadi pengajar sampai pada sekolah S2 dan S3 itu kemudian bisa dilalui secara bersama-sama," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Kuliah di Australia dan AS Bareng

Andy mengungkapkan, ada hal lain yang membuat perjalanan mereka terasa istimewa. Yakni, mereka menempuh pendidikan Magister (S2) dan Doktoral (S3) di luar negeri dalam waktu yang hampir bersamaan.

"Yang menurut saya lebih menarik lagi adalah kami berdua itu dianugerahi untuk berkesempatan sekolah baik S2 dan S3 itu bersama-sama. Kami S2 di University of Melbourne, School of Law di Australia, bisa dalam waktu yang bersamaan. Demikian juga ketika kami menempuh studi doktoral di University of Washington. Itu juga waktunya, jadi sekolahnya sama, fakultasnya juga sama, dan waktunya itu hampir sama, berbarengan," ungkapnya.

"Jadi ini anugerah yang menurut saya kami luar biasa bisa bareng-bareng ketika menempuh studi dan pada akhirnya ketika jadwal pengukuhan itu," sambungnya.

Andy menjelaskan, kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri itu berawal dari upaya mereka mendapatkan beasiswa. Saat menjalani pendidikan S2, keduanya memperoleh beasiswa dari pemerintah Australia melalui Australia Development Scholarship.

Sedangkan untuk studi S3, Herliana mendapat beasiswa dari Dikti Fulbright, adapun Andy memperoleh beasiswa dari Dikti. Meski keberangkatan mereka tidak benar-benar bersamaan, pasutri ini menjalani masa studi dengan selisih waktu yang tidak terlalu jauh.

"Istri saya duluan, tetapi tidak lama kemudian saya. Jadi kami punya waktu yang lama ketika kami studi. Karena kita tahu kalau studi S3 terutama itu kan memang waktunya cukup lama ya, 4 tahunan," ucapnya.

Saling Dukung Sambil Asuh Anak

Andy juga mengungkapkan perjuangannya bersama istri selama menempuh kuliah di luar negeri. Mulai dari harus beradaptasi dengan bahasa, sistem hukum, materi pembelajaran, hingga metode pengajaran yang berbeda dari Indonesia.

Saat kuliah di luar negeri, Andy dan Herliana sudah dikaruniai anak. Menurut Andy, pengalaman tersebut membuat keduanya harus saling mendukung dan menguatkan. Terlebih, studi doktoral membutuhkan waktu panjang serta konsistensi untuk menyelesaikannya.

"Jadi kalau kami itu sebenarnya saling menguatkan, saling mendukung, begitu. Jadi apa pun yang terjadi atau akan terjadi kita hadapi bersama-sama, baik itu yang suka, yang seperti yang kita ceritakan itu maupun tantangan-tantangan ketika kami studi," kata dia.

Perjuangan pasutri itu berbuah manis setelah keduanya dikukuhkan sebagai Guru Besar di Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Balai Senat UGM, Selasa (13/10/2026).

Prof Andy dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Perbandingan Hukum Tata Negara di Departemen Hukum Tata Negara, FH UGM. Sedangkan istrinya, Prof Herliana, dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Hukum Arbitrase di FH UGM.

"Kebetulan pas banget tanggal 13 Oktober itu hari Selasa. Dan tanggal itu memang tanggal di mana 25 tahun yang lalu kami melangsungkan pernikahan," ujar Andy.



(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads