Tim Peneliti Pusat Kedokteran Tropis (PKT) Universitas Gadjah Mada (UGM) tengeh mengembangkan platform untuk mendeteksi potensi ancaman wabah Demam Berdarah. Platform itu menggabungkat data dengan kecerdasan buatan.
"AI akan membuat prediksi kira-kira ke depan itu penderita penyakit demam berdarah naik turunnya di mana dan seterusnya," ujar peneliti PKT UGM, Anis Fuad, dikutip dari laman kampus, Jumat (9/10/2026).
Anis menyebut platform itu dinamakan ExplainDengue. Dalam platform itu, AI akan menganalisis berbagai macam sumber data, misalnya data riwayat penderita demam berdarah dari waktu ke waktu di fasilitas kesehatan,data iklim dan cuaca serta hujan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya data kasus demam berdarah, tim PKT UGM juga memanfaatkan data Rekam Medis Elektronik (RME) dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk membantu mendeteksi potensi wabah.
"Hasil data dari rekam medis elektronik di IGD, beberapa kumpulan gejala utama pasien dimasukkan ke dalam large language model. Lalu, digabungkan ke dalam format untuk mengidentifikasi apakah ini merupakan bagian dari kumpulan gejala penyakit yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB) atau penyakit yang wajib dilaporkan," tutur Anis.
"Kemudian, teman-teman yang bertugas mengisi rekam medis elektronik sekaligus disertai dengan mesin di belakang untuk membantu mengidentifikasi, oh, penyakit ini berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) atau tidak, teman-teman Dinas Kesehatan nantinya akan lebih terbantu," sambungnya.
Ia berharap platform yang sedang dikembangkan ini bisa membantu melengkapi sistem kewaspadaan dini yang dimiliki pemerintah.
"Dia akan membantu kita dalam memberikan input, berupa keputusan apakah ini berpotensi KLB atau tidak. Tapi tetap kita yang kontrol," katanya.
Menurutnya, salah satu yang jadi tantangan ialah ketersediaan data yang akurat. Sebab, AI membutuhkan data yang terus diperbarui agar dapat menghasilkan analisis yang semakin baik.
"Kalau misalnya AI yang nanti kita bangun kemudian mendapatkan suplai data yang akurat, lengkap, komplit, dan konsisten, data itu juga akan terus muncul masuk sehingga nanti AI ini bisa lebih 'lebih pintar juga'," jelas Anis.
