Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menargetkan 7.500 mahasiswa baru pada tahun akademik 2027/2028. Beberapa upaya dilakukan termasuk penambahan program studi (prodi) baru, Kriminologi, yang menjadi satu-satunya di DIY.
"Target kita 2027/2028, 7.500 mahasiswa," ujar Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof Zuly Qodir dalam Kick-off Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru UMY) Tahun Akademik 2027/2028 di Kantor Direktorat Komunikasi Publik, Gedung Admisi UMY, Sabtu (10/10/2026).
Target itu, kata Zuly, dirasa tidak muluk-muluk bagi UMY lantaran UMY memiliki fasilitas yang memadahi bagi seluruh mahasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap dosen itu menjadi tukang promosi yang baik bagi UMY, jangan disampaikan bahwa UMY mahal, tapi UMY bayar segitu karena fasilitas yang diberikan UMY jauh lebih baik dari beberapa Universitas lain di DIY, termasuk universitas negeri, bisa dicek," ujar Zuly.
Selain itu, target 7.500 mahasiswa tersebut sesuai dengan momentum tren positif dalam dua tahun akademik terakhir yang mengalami kenaikan 1.352 mahasiswa. Rinciannya, pada 2025/2026 jenjang S1 menerima 4.111 mahasiswa, sedangkan 2026/2027 jenjang S1 5.483 mahasiswa.
Sementara untuk S2 pada tahun akademik 2025/2026 sebanyak 337 mahasiswa dan 2026/2027 417 mahasiswa atau naik sejumlah 80 mahasiswa. Program S3 tahun akademik 2025/2026 sejumlah 40 mahasiswa dan di 2026/2027 naik menjadi 77 mahasiswa.
"Per hari ini alhamdulillah, kalau tahun lalu kita belum sampai ya mungkin empat atau lima pendaftar, tahun ini sudah ada 1.030 pendaftar untuk dari Indonesia sendiri," jelas Kepala Subdirektorat Admisi UMY, Dr Imam Mahdi.
"Kalau luar (negeri) kita sudah nyampe 4.000-an. 4.000-an itu kalau logikanya kok banyak banget, karena memang kita open beasiswanya banyak buat luar, dan itu kan all include beasiswanya, makanya banyak pendaftarnya," sambungnya.
Berbagai strategi dilakukan UMY untuk mencapai target jumlah penerimaan mahasiswa baru tahun depan. Salah satunya dengan memperpanjang waktu pendaftaran yang kick off-nya digelar hari ini. Berbeda dengan Perguruan tinggi negeri (PTN) yang pendaftarannya baru dibuka sekitar bulan Maret-April.
"Kalau kita di belakang dari PTN, kita terlambat nanti. Kalau kita terlambat dampaknya antusiasnya makin dikit, terus kemungkinan juga turun kan. Di samping itu juga untuk memastikan bahwa kita punya ruang dan waktu yang lebih untuk memasarkan UMY dibanding teman-teman yang lain," ujarnya.
"Kalau teman-teman yang lain mungkin nggak perlu seperti ini, tapi kita harus melakukan ini untuk dapat jumlah mahasiswa yang lebih besar," imbuh Imam.
Selain itu, lanjut Imam, UMY juga membuka Prodi baru untuk mengakomodir minat mahasiswa baru, yakni Kriminologi. Prodi ini menjadi satu-satunya yang ada di DIY.
"Jika etalasenya lebih banyak kan customer akan lebih banyak ya. Nah kalau di UMY juga nanti ada buka yang baru, yang seminggu yang lalu buka kriminologi dan sudah ada 20 pendaftar kriminologi," ungkap Imam.
"Bahkan saya dengar ada dosen-dosen yang dari luar UMY anaknya sudah di kampus lain mau dipindah untuk mau dimasukkan Kriminologi. Karena ini kan jumlahnya masih sedikit ya kriminologi di Indonesia S1-nya dan di Jogja baru di UMY ada Kriminologi," pungkasnya.
