Insiden cekcok antara sopir mobil pikap muatan ayam dengan sopir ambulans relawan SAR Sigap di Pengasih, Kulon Progo, berakhir damai. Sopir pikap meminta maaf setelah melalui proses mediasi kedua pihak di kantor Polsek Pengasih, Kulon Progo.
"Bersama ini menyatakan bahwasanya saat saya mengemudikan kendaraan L300 bernopol polisi AB 8397 FC telah khilaf, berbuat salah dengan mepet dan tidak memberikan kesempatan prioritas kepada mobil ambulans AB 9033 UC yang dikemudikan Bapak Wardoyo di Jalan Kyai Ronggo, Tawangsari, Pengasih," tutur sopir pikap, Rudi Kuswantoro, dalam keterangan video yang diterima detikJogja dari tim SAR Sigap, Selasa (6/10/2026).
"Oleh karena hal tersebut, saya menyampaikan permohonan maaf kepada Pak Wardoyo dan Pak Waris serta semua pihak atas kekhilafan saya tersebut. Dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut di kemudian hari. Bila saya mengulangi, maka saya siap menanggung risiko hukum sesuai aturan yang berlaku," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan hal itu Ketua Umum SAR Sigap Lintas Batas Kulon Progo, Yohanes Sulistyawan, mengungkapkan pihaknya telah sepakat untuk berdamai dengan sopir mobil pikap tersebut.
"Berakhir damai dengan permohonan maaf lisan dan video," ucap Sulistyawan kepada detikJogja lewat pesan singkat, Selasa (6/10).
Sulistyawan menambahkan, ada beberapa catatan yang diberikan kepada sopir pikap itu. Hanya saja dirinya enggan membeberkan isi catatannya secara detail.
"Ada beberapa catatan biar pelakunya nggak sembarangan dengan mobil ambulans. Polisi juga mengarahkan ambulans adalah prioritas di jalan," ujar dia.
Sebagaimana yang ada dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja dari Polres Kulon Progo, mediasi itu dipimpin oleh Kapolsek Pengasih AKP Toha. Mediasi dihadiri sopir pikap muatan ayam dan sopir ambulans yang sebelumnya terlibat cekcok di simpang tiga timur Pasar Jombokan, Kalurahan Tawangsari, Pengasih, pada Senin (5/10).
Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, membenarkan kedua belah pihak telah sepakat damai. Ia menyebut, sopir pikap juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi hal itu lagi.
"Mediasi di Polsek Pengasih, Senin, 5 Oktober pada pukul 20.00 WIB sampai 22.00 WIB. Hasil mediasi bahwa pengemudi kendaraan mobil pikap pengangkut ayam mengaku bersalah dan meminta maaf kepada pengemudi ambulans," kata Sarjoko saat dihubungi detikJogja.
"Adapun permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan bahwa pengemudi mobil pikap tidak akan mengulangi perbuatannya lagi dan permasalahan tersebut dinyatakan sudah selesai," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, video cekcok antara sopir ambulans relawan dengan sopir pikap bermuatan ayam di jalan wilayah Pengasih, Kulon Progo, jadi viral di media sosial. Ambulans relawan itu disebut sedang membawa pasien, namun dihalangi oleh pikap tersebut.
"Kendaraan ambulance Dari arah Utara/ Cikli, Temon Kulon Progo, Menuju pertigaan Jombokan. Sampai pertigaan Jombokan, Pengasih, Kulon Progo, ambulance berhenti untuk memberi kesempatan kendaraan R 2 yang melintas dari arah Barat, dari arah timur loper ayam menutup jalan kendaraan R2 dan malah tidak mau menepikan mobil dan tetap pingin mengganggu perjalanan baik pemotor ataupun ambulance. Sempat terjadi keributan mulut," tulis keterangan dalam unggahan akun Instagram @jogja_admin, dikutip detikJogja, Senin (5/10).
Dalam unggahan video itu terlihat sopir ambulans turun ke jalan dan terlibat cekcok dengan sopir mobil pikap itu. Dimintai konfirmasi detikJogja, Ketua Umum SAR Sigap Lintas Batas Kulonprogo, Yohanes Sulistyawan, membenarkan ada kejadian tersebut.
"Jadi kronologinya saya tadi telepon sama sopirnya (ambulans SAR Sigap). Sekitar jam 08.00 pagi tadi, itu dari sisi utara mau menyeberang ke arah kanan di pertigaan. Nah, di pertigaan itu ada motor yang mau melintas, kemudian ambulans berhenti memberikan kesempatan motor untuk lewat," kata Sulistyawan saat dihubungi detikJogja, Senin (5/10).
