10 Benda yang Wajib Dibawa dari Rumah Lama Saat Pindahan Menurut Primbon Jawa

10 Benda yang Wajib Dibawa dari Rumah Lama Saat Pindahan Menurut Primbon Jawa

Mardliyyah Hidayati - detikJogja
Rabu, 08 Apr 2026 09:41 WIB
Beberapa cermin terpajang di dinding.
Ilustrasi Cermin (Foto: Tufa Mathilde Loland/Unsplash)
Jogja -

Pindah rumah dalam tradisi Jawa tidak hanya dipandang sebagai aktivitas biasa, tetapi juga momen penting yang sarat makna spiritual. Pun, Primbon Jawa memandang setiap proses perpindahan memengaruhi keberuntungan, rezeki, hingga keharmonisan penghuni di rumah yang baru. Oleh karena itu, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan, termasuk benda-benda tertentu yang wajib dibawa dari rumah lama.

Kepercayaan mengenai benda wajib saat pindahan ini sudah diwariskan secara turun-temurun dan masih diyakini oleh sebagian masyarakat Jawa sampai sekarang. Benda-benda tersebut tidak sekadar memiliki nilai guna, tetapi juga mengandung simbol dan filosofi tertentu.

Benda-benda yang menjadi simbol pembawa keberkahan, penolak energi negatif, hingga lambang kesinambungan kehidupan. Semua hal tersebut menjadi bagian dari kearifan lokal yang perlu dijaga dalam kehidupan masyarakat Jawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, apa saja benda yang wajib dibawa saat pindah rumah menurut primbon? Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah!

ADVERTISEMENT

Benda Wajib Dibawa dari Rumah Lama ke Rumah Baru Menurut Primbon

Dalam primbon Jawa, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan menempati rumah baru. Dirangkum dari buku berjudul Primbon Masa Kini: Warisan Nenek Moyang untuk Meraba masa Depan oleh Romo RDS Ranoewidjojo, ada 10 benda yang wajib dibawa dari rumah lama ke rumah baru. Hal tersebut perlu dilakukan agar kebaikan yang ada dalam rumah lama terbawa ke rumah baru yang akan ditempati.

Secara jelas, berikut ini 10 benda yang wajib dibawa dari rumah lama ke rumah baru menurut primbon Jawa.

1. Genthong dan Kendhi Berisi Air

Benda pertama yang wajib dibawa dari rumah lama ke rumah baru yang akan ditempati adalah genthong atau kendhi berisi air. Kedua benda tersebut melambangkan harapan agar air di rumah baru dapat keluar dengan lancar, deras, dan rasanya enak untuk dikonsumsi seperti di rumah lama.

Tidak hanya dibawa saja, air di dalam kendhi kemudian diminum sedikit. Selanjutnya, air sisa minum tersebut disiramkan ke halaman atau sumur rumah baru. Sementara air dalam genthong digunakan untuk mandi.

2. Lampu Minyak

Benda selanjutnya yang wajib dibawa dari rumah lama adalah lampu minyak. Lampu minyak yang dibawa ini harus dinyalakan terus dari rumah lama sampai rumah baru. Hal tersebut melambangkan doa agar rumah baru selalu hangat dan penuh cahaya tuhan seperti rumah lama.

Kalau di zaman dulu atau mungkin sekarang juga masih ada, lampu minyak diletakkan di senthong tengah atau pasren pada rumah khas Jawa tradisional. Ruangan tersebut merupakan kamar tengah sebagai lambang kesuburan yang dilambangkan dengan tempat tidur kecil peristirahatan Dewi Sri atau Dewi Kesuburan, dan Lara Blanya, sepasang patung lelaki-perempuan dari kayu.

3. Tikar Pandan

Selanjutnya, kalian juga wajib membawa tikar pandan dari rumah lama ke rumah baru yang akan ditempati sebagai bagian dari tradisi primbon Jawa. Benda ini melambangkan permohonan agar penghuni rumah dapat merasakan kenyamanan dan tidur yang nyenyak, sebagaimana yang dirasakan di tempat tinggal sebelumnya.

Mengingat fungsi utama rumah sebagai tempat beristirahat, suasana nyaman saat tidur menjadi hal penting yang perlu dijaga sejak awal menempati hunian baru. Dengan membawa tikar pandan ini, diharapkan penghuni bisa lebih cepat beradaptasi dan merasa betah karena suasana istirahat yang tetap familiar.

4. Bantal dan Guling

Tidak hanya tikar pandan, bantal dan guling juga termasuk benda yang wajib dibawa saat pindahan ke rumah baru. Kedua benda ini dipercaya melambangkan harapan akan kebahagiaan serta keharmonisan dalam kehidupan keluarga.

Kehangatan hubungan keluarga yang telah terjalin di rumah lama diharapkan tetap terbawa dan terjaga di tempat tinggal yang baru. Dengan demikian, suasana rumah baru pun akan tetap dipenuhi rasa nyaman, tenteram, dan penuh kasih sayang di antar anggota keluarga.

5. Sapu Lidi Tua

Benda berikutnya yang wajib dibawa adalah sapu lidi tua, yang dalam masyarakat Jawa dikenal dengan sebutan sapu gerang. Sapu ini bukan sekadar alat kebersihan, tetapi juga memiliki makna simbolis sebagai penolak kotoran dan energi negatif di rumah baru.

Dengan membawanya, tersimpan doa dan harapan agar hunian yang baru senantiasa bersih, baik secara fisik maupun secara spiritual. Selain itu, sapu ini juga sebaiknya tetap digunakan untuk membersihkan rumah sehingga makna simbolisnya benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

6. Padharingan

Padharingan merupakan tempat penyimpanan beras tradisional khas Jawa yang juga wajib dibawa saat pindah rumah. Benda ini sebaiknya dibawa dalam kondisi terisi penuh beras sebagai simbol kecukupan dan kemakmuran bagi penghuni rumah.

Dalam filosofi Jawa, beras merupakan sumber kehidupan, sehingga keberadaannya sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan keluarga. Dengan membawa padharingan, diharapkan kebutuhan hidup penghuni rumah baru akan selalu tercukupi dan jauh dari kekurangan.

7. Bothekan

Bothekan adalah wadah penyimpanan ramuan obat atau jamu tradisional yang juga memiliki makna penting dalam tradisi pindah rumah. Benda ini dianjurkan untuk dibawa lengkap dengan isinya dari rumah lama ke rumah baru.

Hal ini melambangkan harapan agar seluruh penghuni rumah senantiasa diberikan kesehatan dan dijauhkan dari berbagai penyakit. Seperti fungsi jamu yang menyembuhkan, bothekan juga menjadi simbol perlindungan dan kesejahteraan fisik bagi keluarga di hunian baru.

8. Pisang Raja

Tidak hanya benda mati, pisang raja juga termasuk hal wajib untuk dibawa saat pindahan menurut primbon Jawa. Pisang ini kemudian diletakkan di bagian pasren atau senthong tengah rumah sebagai tempat yang dianggap sakral.

Kehadiran pisang raja melambangkan permohonan akan kejayaan, keberkahan, serta kesuburan dalam kehidupan penghuni rumah. Selain itu, buah ini juga dipercaya membawa perlindungan dari Tuhan bagi seluruh anggota keluarga yang tinggal di dalamnya.

9. Seperangkat Sirih

Selain pisang raja, terdapat pula seperangkat sirih yang harus dibawa dan diletakkan di pasren. Dalam budaya Jawa, sirih atau kinang memiliki makna simbolis yang kuat dalam berbagai ritual tradisional.

Seperangkat sirih biasanya terdiri dari daun sirih, pinang, gambir, kapur sirih, dan tembakau yang disusun secara lengkap. Penempatannya bersama pisang raja menjadi simbol doa dan harapan akan kejayaan, keberkahan, kesuburan, serta perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.

10. Cermin

Terakhir, cermin menjadi benda penting yang wajib dibawa ke rumah baru saat pindahan. Cermin ini diletakkan bersama pisang raja dan seperangkat sirih di area pasren sebagai bagian dari simbol spiritual.

Dalam primbon Jawa, cermin melambangkan refleksi diri sekaligus harapan akan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Dengan membawanya, diharapkan penghuni rumah mendapatkan kejayaan, keberkahan, kesuburan, serta perlindungan dari Tuhan dalam menjalani kehidupan di tempat yang baru.

Hari Baik-Buruk untuk Pindah Rumah Menurut Perhitungan Neptu

Tidak hanya perkara benda yang wajib dibawa, primbon juga mengajarkan waktu-waktu yang baik untuk pindah rumah. Hari yang baik untuk pindah rumah ditentukan dengan perhitungan neptu. Menurut keterangan dari buku Primbon Praktis oleh Mama Flo, berikut ini hari-hari yang baik maupun buruk untuk pindah rumah berdasarkan perhitungan neptu.

  • Minggu (5) Pahing (9), jumlah neptunya 1 dengan peruntungan pitutur yang bermakna banyak masalah.
  • Senin (4) Pon (7), jumlah neptunya 2 dengan peruntungan demangkaduruan yang bermakna selalu sakit
  • Selasa (3) Wage (4), jumlah neptunya 3 dengan peruntungan satryapinayungan yang bermakna selalu tercapai keinginannya dan dicintai serta dihormati orang
  • Rabu (7) Kliwon (8), jumlah neptunya 4 dengan peruntungan mantrisinaroja yang bermakna disukai orang
  • Kamis (8) Legi (5), jumlah neptunya 5 dengan peruntungan macanketawang yang bermakna selalu cekcok
  • Jumat (6), jumlah neptunya 6 dengan peruntungan nujupati yang bermakna sengsara dan selalu berduka cita.

Demikian itulah 10 benda yang wajib dibawa dari rumah lama ke rumah baru berdasarkan primbon Jawa lengkap dengan hari baiknya. Semoga menambah wawasan budaya Jawa kalian ya, Dab!

Artikel ini ditulis oleh Mardliyyah Hidayati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom



(num/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads