Urutan 11 Tembang Macapat yang Benar Berdasarkan Kehidupan Manusia

Urutan 11 Tembang Macapat yang Benar Berdasarkan Kehidupan Manusia

Desi Rahmawati - detikJogja
Sabtu, 14 Mar 2026 10:00 WIB
Aturan struktur tembang macapat. Urutan 11 tembang macapat yang benar.
11 Tembang Macapat (Foto: Tangkapan Layar Buku Macapat Tembang Jawa Indah dan Kaya Makna terbitan Kemdikbud)
Jogja -

Tembang macapat merupakan warisan budaya Jawa yang masih bertahan hingga sekarang. Tembang macapat berbentuk puisi Jawa yang sering dinyanyikan sebagai sarana menyampaikan nasihat dan ajaran mengenai kehidupan manusia.

Dikutip dari buku Seni Budaya Jawa dan Karawitan Sekolah Dasar (Ungkapan Keindahan dalam Sebuah Musik Gamelan) oleh Belinda Dewi Regina, tembang macapat sebagai tradisi sastra dan musik Jawa telah ada sejak zaman kerajaan Jawa kuno. Hingga saat ini, tembang macapat masih sering dinyanyikan dalam berbagai acara kebudayaan bersama alunan gamelan.

Tembang macapat dimaknai sebagai proses hidup manusia dari mereka lahir hingga meninggal dunia. Proses kehidupan tersebut diceritakan dalam 11 jenis tembang macapat. Setiap tembang menggambarkan watak manusia seperti sedih, senang, kasih sayang, amarah, dan lainnya. Bagaimana urutannya yang benar? Mari simak ringkasannya di bawah ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Urutan 11 Tembang Macapat Berdasarkan Kehidupan Manusia

Tembang macapat berjumlah 11. Semuanya berkesinambungan menggambarkan tahapan kehidupan manusia dari saat masih dalam kandungan hingga meninggal dunia. Dirangkum dari buku Macapat: Tembang Jawa Indah dan Kaya Makna oleh Zahra Haidar, berikut urutan tembang macapat berdasarkan kehidupan manusia.

1. Maskumambang

Tembang macapat maskumambang merupakan urutan pertama yang menceritakan perjalanan hidup manusia. Nama maskumambang diambil dari dua kata, yakni mas dan kumambang. Kedua kata tersebut dalam bahasa Indonesia memiliki makna 'emas terapung'.

ADVERTISEMENT

Tembang ini juga melambangkan ruh yang ditiupkan kepada janin bayi dalam rahim seorang ibu. Hal ini menunjukkan bahwa manusia sesungguhnya tidak berdaya sehingga senantiasa berserah diri kepada Tuhan Sang Maha Pencipta. Tembang maskumambang mengandung pesan kepada seorang anak agar senantiasa berbakti kepada ibu dan ayahnya.

2. Mijil

Mijil menceritakan tahapan kedua dalam perjalanan hidup manusia. Mijil berasal dari kata wijil yang dalam bahasa Jawa berarti 'keluar'. Tembang ini menceritakan anak manusia yang dilahirkan ke dunia dari rahim ibunya. Pada tahapan ini, seorang anak tidak memiliki kekuatan sehingga membutuhkan perlindungan dan kasih sayang kedua orang tua.

Tembang ini juga memiliki makna tentang belas kasih, pengharapan, ketabahan, dan cinta. Isi tembang mijil mengandung pesan dan ajaran kepada manusia agar kuat dalam menjalani kehidupan.

3. Sinom

Tahapa ketiga perjalanan hidup manusia digambarkan dalam tembang sinom. Kata sinom memiliki arti 'daun yang muda' atau iseh enom (masih muda). Tembang ini menceritakan masa muda, masa yang indah, dan masa penuh dengan harapan serta angan-angan manusia. Pada tahap ini, para pemuda digambarkan memiliki semangat dan tenaga yang cukup besar untuk menuntut ilmu. Isi tembang sinom mengandung pesan tentang persahabatan dan keramahtamahan manusia.

4. Kinanti

Tembang macapat kinanti menceritakan kehidupan seorang anak yang membutuhkan bimbingan untuk menuju jalan yang benar. Kata kinanti berasal dari kata kanthi atau tuntun (bimbing) yang bermakna kita membutuhkan tuntunan atau bimbingan. Bimbingan yang diperlukan mulai dari norma agama, adat istiadat, hingga bimbingan dari guru dan orang tua agar dapat mencapai kebahagiaan serta keselamatan hidup.

5. Asmarandana

Memasuki tahap kelima, kehidupan manusia diceritakan melalui tembang asmarandana. Tembang ini menceritakan perjalanan hidup manusia yang berada pada tahap memadu cinta kasih dengan pasangan hidupnya. Kata asmarandana berasal dari kata asmara dan dahana yang memiliki arti 'api asmara' atau 'cinta kasih'. Selain menceritakan kisah cinta dengan pasangan hidup, asmarandana juga menceritakan rasa cinta kepada alam semesta dan cinta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

6. Gambuh

Tembang gambuh memiliki makna cocok atau jodoh. Tembang ini menceritakan manusia yang telah bertemu dengan pasangan hidupnya dan menjalin hubungan pernikahan. Keduanya memiliki kecocokan dalam menjalani kehidupan. Gambuh juga melambangkan keselarasan dan sikap bijaksana. Tembang ini mengandung cerita dan pesan mengenai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan.

7. Dhandhanggula

Tembang dhandhanggula berasal dari kata dhang-dhang yang berarti 'berharap' atau 'mengharapkan'. Ada juga yang menyebutkan berasal dari kata gegadhangan yang berarti 'sita-cita', 'angan-angan', dan 'harapan'. Adapun kata gula melambangkan rasa manis, indah, atau bahagia. Tembang dhandhanggula menggambarkan pengharapan mendapat sesuatu yang manis atau indah. Keinginan yang indah ini dapat diraih setelah melalui perjuangan dan pengorbanan. Tembang ini memiiki watak luwes, gembira, dan indah.

8. Durma

Tembang durma menggambarkan keadaan munduring tata krama (durma) atau dalam bahasa Indonesia berarti 'berkurangnya tata krama'. Mundurnya tata krama tersebut tercermin dari manusia yang tidak lagi memiliki tata krama dan memiliki watak buruk seperti sombong, angkuh, serakah, suka mengumbar hawa nafsu, mudah emosi, dan berbuat seenaknya. Oleh karena itu, tembang durma mengandung pesan untuk berhati-hati dalam menjalani kehidupan.

9. Pangkur

Tembang pangkur berasal dari dari kata mungkur yang berarti 'undur diri'. Tembang ini merujuk pada manusia yang sudah menginjak usia tua dan sudah mengalami banyak kemunduran dalam fisiknya. Tubuh manusia mulai melemah dan tidak sekuat masa mudanya. Pada kondisi ini, manusia akan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tembang pangkur biasanya mengandung pesan untuk menjauhi hawa nafsu dan angkara murka. Pesan tersebut disampaikan dengan kata-kata yang penuh kasih sayang dan bijaksana.

10. Megatruh

Tahapan kesepuluh kehidupan manusia kemudian terkandung dalam tembang megatruh. Kata megatruh diambil dari kata megat berarti 'pisah' dan ruh berarti 'nyawa'. Dengan demikian, megatruh memiliki arti berpisahnya ruh dari tubuh manusia. Tembang megatruh menceritakan kondisi manusia saat mengalami kematian. Tembang ini mengandung nasihat agar setiap manusia mempersiapkan diri menuju alam baka yang kekal dan abadi. Tembang ini juga menggambarkan rasa penyesalan, duka cita, dan kesedihan.

11. Pucung

Tembang pucung mengisahkan tahapan terakhir perjalanan hidup manusia. Kata pucung atau pocong digambarkan sebagai orang meninggal yang sudah masuk ke alam kubur. Kondisi manusia telah kembali kepada Tuhan Sang Maha Pencipta untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan saat masih hidup di dunia.

Tembang pucung juga bisa diartikan sebagai kudhuping gegodhongan atau kuncupnya dedaunan. Meskipun menceritakan tahapan terakhir kehidupan manusia, tembang ini biasanya berisi hal-hal lucu untuk menghibur hati manusia. Tembang pucung biasanya mengandung pesan untuk memadukan kehidupan manusia, alam, lingkungan, dan Tuhan dengan selaras.

Itulah urutan 11 tembang macapat yang benar berdasarkan kehidupan manusia dari lahir hingga meninggal dunia. Semoga membantu, ya!

Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads