Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengusulkan 36 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2026. Formasi ini dibuka hanya untuk tenaga pendidikan atau guru dan tenaga kesehatan (nakes).
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Jogja, Sarwanto, mengatakan pihaknya telah mengirim usulan formasi ini ke Kemenpan-RB pada Maret lalu.
"Paling lambat 31 Maret kemarin, kita sudah kirim usulan ke Menpan-RB. Kita jumlah (usulan) 36 formasi, itu kita yang prioritas aja," jelas Sarwanto saat ditemui detikJogja usai menghadiri acara di Kota Jogja, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Formasi yang diprioritaskan ya kebutuhan dasar masyarakat aja, sesuai arahan dari pusat kan gitu. Yang kami ajukan kemarin ya tenaga pendidik, guru ya, dan tenaga kesehatan. Dua itu aja, tenaga teknis kita tidak buka. Tenaga pendidik ada 24 yang kita ajukan, tenaga kesehatan ada 12," sambungnya.
Meski begitu, Sarwanto menyebut angka tersebut masih menunggu verifikasi Kemenpan-RB. Dia menyebut peluang jumlah formasi yang disetujui mengacu pada Kemenpan-RB.
"Ya nanti tetap akan diverifikasi dari Kemenpan, mau disetujui 10 atau 15 juga bisa, kita nggak tahu. Biasanya begitu, kalau diajukan 100 ya cuma dikasih 50, dikasih 25, begitu biasanya tiap tahun," ujar Sarwanto.
Sarwanto menyebut jumlah formasi yang diusulkan Pemkot Jogja ini mempertimbangkan efisiensi anggaran. Selain menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkot Jogja juga berupaya mengurangi anggaran belanja pegawai yang nilainya cukup besar.
"Kebetulan kami sedang berjuang untuk mengurangi beban anggaran belanja pegawai. Nah kita bisanya dengan sistem minus growth ini, (ASN yang) pensiun 271 (tahun ini) usulan cuma 36 (formasi), itu kan minus growth," papar Sarwanto.
"Jadi kita mengurangi anggaran belanja pegawai bukan kita mem-PHK PPPK, kalau daerah lain kan gitu, di-PHK biar belanja pegawainya bisa turun cepet, kita nggak," sambungnya.
Di samping itu, kata Sarwanto, PPPK juga masih berpeluang mengikuti CPNS tahun ini.
"Kan CPNS jalurnya dari umum sama PPPK, jadi temen-temen PPPK yang memenuhi syarat bisa daftar, atau ada formasi yang khusus PPPK juga bisa, nanti kita buka," pungkasnya.
(ams/apl)












































Komentar Terbanyak
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Terungkap Detik-detik Pelajar Tewas Dibacok 6 Gangster di Dekat SMAN 3 Jogja