Awal Dzulhijjah adalah waktu terbaik untuk memperbanyak amalan shalih. Salah satunya adalah mengerjakan puasa Tarwiyah yang tiba tepat sebelum puasa Arafah, yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah.
Lantas, bagaimana bacaan niatnya?
Dilansir NU Online, niat adalah tekad kuat melakukan sesuatu yang terbersit bersamaan dengan melakukan sesuatu tadi. Dalam Islam, setiap ibadah mesti dilandasi niat. Tanpanya, amal baik yang dikerjakan tidak bernilai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kitab hadits Arba'in an-Nawawi, Imam an-Nawawi memasukkan hadits terkenal mengenai urgensi niat:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِىءٍ مَا نَوَى
Artinya: "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, sedangkan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang diniatkannya...." (HR Bukhari dan Muslim)
Lalu, seperti apa niat puasa Tarwiyah? Yuk, cari tahu bacaan lengkap dengan keutamaan dan sunnahnya lewat uraian berikut!
Niat Puasa Tarwiyah 25 Mei 2026
Menurut keterangan dari Kementerian Agama, 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Alhasil, waktu pelaksanaan puasa Tarwiyah tanggal 8 Dzulhijjah bertepatan dengan Senin, 25 Mei 2026.
Kembali ke urusan niat, para ulama berselisih pendapat mengenai sunnah tidaknya melafalkan. Ada yang melarang pelafalan niat karena Nabi Muhammad SAW tidak pernah melakukannya. Di sisi lain, ada juga ulama yang menyebut sunnah membaca niat.
Bagi detikers yang mengikuti pendapat pelafalan niat, begini bacaannya, dikutip dari buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian tulisan Dr Muh Hambali, MAg:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَّةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma tarwiyyata sunnatan lillaahi ta'alaa.
Arti: "Sengaja saya berpuasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Tarwiyah Sekaligus Senin
Sebagaimana telah detikers ketahui, 8 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 25 Mei 2026. Itu artinya, puasa Tarwiyah bisa dikerjakan sekaligus dengan puasa Senin karena sama-sama berhukum sunnah.
Contoh niatnya sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ وَصَوْمَ التَّرْوِيَةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shouma yaumil itsnaini wa shoumat-tarwiyati sunnatan lillaahi ta'alaa.
Arti: "Saya niat puasa sunnah Senin dan Tarwiyah karena Allah Ta'ala."
Tidak melafalkan niat juga bukan masalah. Mengingat, niat hanya wajib ada di hati dan para ulama tidak memiliki perdebatan dalam perkara ini.
Keutamaan Puasa Tarwiyah 25 Mei 2026
Dirujuk dari laman NU Jawa Timur, salah satu riwayat menyebut puasa Tarwiyah bisa menghapus dosa setahun. Begini bunyi haditsnya:
صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين
Artinya: ''Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun." (HR Abus Syaikh al-Isfahani dan Ibnun Najar)
Hanya saja, hadits di atas kualitasnya diragukan karena salah seorang perawinya bermasalah. Alhasil, sebagian ahli hadits menghukuminya tidak bisa dijadikan sandaran syariah.
Terlepas dari keutamaan itu, ada hadits lain yang secara gamblang membahas kelebihan puasa pada hari-hari awal Dzulhijjah, termasuk tanggal 8, tanggal puasa Tarwiyah. Dilansir laman Muhammadiyah, ini haditsnya:
"Adalah Rasulullah SAW melakukan pada sembilan hari bulan Dzulhijjah, hari Asyura, tiga hari setiap bulan, dan hari Senin dan Kamis pertama setiap bulan." (HR Ahmad dan Abu Dawud)
Hadits di atas menunjukkan kebiasaan Nabi SAW yang senantiasa berpuasa pada hari-hari awal Dzulhijjah. Kiranya cukup teladan sang Khatamul Anbiya' untuk seorang muslim mengikutinya.
Sunnah-sunnah Puasa Tarwiyah
Sejatinya, tidak ada sunnah yang dikhususkan untuk puasa Tarwiyah. Itu artinya, sunnah-sunnahnya juga berlaku bagi semua jenis puasa lain, seperti Ramadan dan Arafah. Berikut daftar dan dalilnya sebagai pedoman:
1. Sahur Dahulu
Makan dan minum sahur membantu tubuh kuat menjalani puasa sampai Matahari terbenam. Lebih-lebih, dalam santap sahur itu, Nabi Muhammad SAW mengabarkan adanya keberkahan untuk diraih.
Waktu makan sahur yang paling utama adalah menjelang subuh. Dasarnya adalah hadits riwayat Imam Bukhari yang berbunyi:
ﻋﻦ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﺛﺎﺑﺖ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﻗﺎﻝ: ﺗﺴﺤﺮﻧﺎ ﻣﻊ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﺛﻢ ﻗﺎﻡ ﺇﻟﻰ اﻟﺼﻼﺓ، ﻗﻠﺖ: ﻛﻢ ﻛﺎﻥ ﺑﻴﻦ اﻷﺫاﻥ ﻭاﻟﺴﺤﻮﺭ؟ ﻗﺎﻝ: ﻗﺪﺭ ﺧﻤﺴﻴﻦ ﺁﻳﺔ. رواه البخاري
Artinya: "Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit, ia berkata: 'Kami sahur bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam, lalu beliau melakukan sholat'. Saya (perawi) tanya: 'Berapa jarak antara adzan dan sahur?' Zaid menjawab: 'Perkiraan 50 ayat.'" (HR Bukhari)
2. Berdoa saat Puasa
Selagi mengerjakan puasa Tarwiyah, detikers disunnahkan untuk memperbanyak doa. Doanya bisa apa saja, sesuai hajat dan kebutuhan masing-masing. Diambil dari laman resmi SD Muhammadiyah 7 Bandung, Rasulullah SAW bersabda:
"Ada tiga doa yang tidak tertolak: (1) doa pemimpin yang adil, (2) doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) doa orang yang terzholimi." (HR Tirmidzi no 3595 dan Ibnu Majah no 1752)
Di samping berdoa, umat Islam bisa mengisi waktu dengan membaca Al-Quran, sholat sunnah, dan amal-amal lain. Mengingat, Dzulhijjah adalah bulan haram yang padanya amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.
3. Segera Berbuka
Apabila waktu buka puasa telah tiba, umat Islam disunnahkan segera mengakhiri puasa. Sunnah ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَلُوا الْفِطْرَ
Artinya: "Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka." (HR Bukhari no 1957 dan Muslim no 1098)
Makanan buka puasa terbaik adalah kurma basah. Apabila tidak ada, maka kurma kering gantinya. Opsi terakhir, meneguk air putih. Setelah selesai buka puasa, jangan lupa untuk berdoa.
Dirujuk dari buku Kumpulan Doa dari Al-Quran dan Hadits tulisan Syaikh Sa'id bin Wahf al-Qahthani, doa buka puasa yang bisa dibaca adalah:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْشَاءَ الله
Arab Latin: Żahabaẓ-ẓamā'u wabtallatil-'urūqu wa ṡabatal-ajru insyā'allāh.
Arti: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah." (HR Abu Dawud 2/306 dan Shahihul Jami' 4/209)
Nah, demikian pembahasan lengkap mengenai niat puasa Tarwiyah yang dikerjakan pada Senin, 25 Mei 2026, bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 H. Semoga membantu detikers mengerjakannya, ya!
