Konflik di Timur Tengah mulai berdampak langsung ke pasar lokal. Kenaikan harga plastik juga terasa di Kabupaten Sleman, hingga membuat pedagang mengenakan tambahan biaya untuk tas plastik.
"Naik itu yang plastik bening, yang ukuran 10 kilo buat laundry. Itu kenaikannya bisa sampai 70 persen. Ada yang ada yang Rp 28.000 naiknya sampai Rp 40 ribu lebih," kata salah satu pedagang plastik di Pasar Cebongan, Wita (52) saat ditemui wartawan di kiosnya, Selasa (7/4/2026).
Berdasarkan informasi yang ia terima lonjakan harga ini dipicu terganggunya pasokan bahan baku plastik berbasis minyak, sehingga distribusi ikut tersendat.
"Kerasa naiknya sejak ada perang itu. Iya bahan plastik katanya minyak. Nah minyak kan di sana di sana (Iran) ditutup. Katanya gitu, kendalanya," ucapnya.
Pedagang pun kini menghadapi dilema antara menaikkan harga jual atau menanggung kerugian. Apalagi ke depan harga produk plastik akan terus naik.
"Dari sales itu katanya mau naik lagi. Katanya akan naik terus," katanya.
Ia mencontohkan plastik bening ukuran 1 kilogram yang biasanya dijual Rp 3.500 kini dijual Rp 7.000 atau naik 100 persen. Kemudian harga produk plastik lain seperti kertas minyak hingga cup plastik untuk minuman juga mengalami kenaikan.
"Pokoknya semua yang berbau plastik itu mengalami kenaikan. Tapi yang paling terasa itu yang plastik (kemasan) bening ini," ujarnya.
Situasi makin pelik ketika ada pelanggan yang belanja di tokonya tanpa membawa tas. Terpaksa ia membebankan biaya tambahan kantong plastik mulai Rp 500 ke pelanggan meskipun hal itu berujung keluhan. Oleh karena itu, saat ini dia menyampaikan ke pelanggan agar membawa tas belanjaan sendiri.
"Ya pelanggan teriak tapi ya gimana lagi. Ini plastik gede Rp 50 ribu isi 50 masa diberikan gratis kan nggak mungkin," katanya.
Porsi Dagangan Dikurangi
Dampak kenaikan harga plastik juga turut dirasakan oleh pelaku UMKM. Utik Sutyani, penjual jadah tempe Kaliurang, menyebut jauh sebelum harga plastik melambung, ia juga telah dihadapkan dengan kenaikan bahan baku pembuatan jadah.
"Ketan sekarang udah Rp 23 ribu 1 kilonya, naik banyak banget. Plastik juga naik, yang dulu dari Rp 6.000 plastik untuk plastik putih ini sekarang jadi Rp 8.000," ujar Utik.
Meski harga-harga naik, sampai saat ini ia masih belum membebankan tambahan harga kantong plastik ke pelanggan.
"Kalau saya orang beli udah saya kasih plastik," ujarnya.
Hal senada juga dirasakan Dwi Supriyanto (34) penjual angkringan di Ngemplak. Ia mengaku sejak sebelum Lebaran, harga plastik sudah mulai melonjak.
"Sejak mau Lebaran itu sudah naik. Bukan naik lagi, tapi ganti harga," kata Supri.
Ia menyebut, meski plastik mulai mahal, dirinya tidak menaikkan harga dagangannya. Namun, terpaksa menyesuaikan porsi dagangannya. Supri berharap agar dalam waktu dekat ini harga-harga bisa segera stabil kembali.
"Ngaruh sekali, harga kresek itu biasanya Rp 7 ribu jadi Rp 12 ribu. Sekarang porsi nasinya agak dikurangi dikit. Kalau naik nanti tidak ada yang beli," pungkasnya.
Simak Video "Video: Viral Rusa Berkeliaran di Jalanan Sleman, Bikin Kaget Pengendara"
(ams/apu)