Harga Plastik Naik Nyaris 100% di Klaten, Pedagang Es-Tempe Menjerit

Harga Plastik Naik Nyaris 100% di Klaten, Pedagang Es-Tempe Menjerit

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Selasa, 07 Apr 2026 10:59 WIB
Toko plastik dan kemasan di Ceper, Klaten
Toko plastik dan kemasan di Ceper, Klaten. Foto: Achmad Husain Syauqi/ detikJateng
Klaten -

Naiknya harga kemasan berbahan plastik di Klaten membuat pedagang pusing. Kenaikan harga plastik bahkan hingga 100 persen ini membuat pedagang memutar otak dengan mengurangi ukuran dagangannya.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu produsen tempe di Desa Banaran, Kecamatan Delanggu, Klaten, dia memilih untuk mengecilkan ukuran tempe yang dijualnya daripada menaikkan harga jualnya.

"Ya ukurannya dikecilkan karena kondisi seperti ini tidak mungkin naikkan harga. Pembeli malah lari nanti," kata Sarozi kepada detikJateng, Selasa (7/4/2026) siang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sarozi, kondisi ini menjadi tantangan berat bagi produsen tempe. Hal ini karena harga plastik pembungkus naik dan diikuti oleh kenaikan harga kedelai pula.

ADVERTISEMENT

"Plastik bungkusnya naik harga biasanya Rp 38.000 sekarang Rp 72.000 per rol. Harga kedelai yang sebelumnya Rp 9.000 sekarang Rp 10.500 per kilogram," terang Sarozi.

Kondisi naiknya harga plastik ini sudah terjadi sejak setelah Idulfitri. Dia mengaku ingin mengubah bungkusnya menjadi daun bambu dan jati tetapi sulit mendapat bahan.

"Mau ganti dengan daun bambu dan jati sekarang juga sudah susah,'' kata Sarozi.

Sementara itu, pedagang es dari Kecamatan Juwiring, Fauzan mengatakan harga cup plastik pun ikut naik. Dari harga Rp 7.000 per plastik isi 50 sekarang menjadi Rp 13.000.

"Biasanya Rp 7.000 jadi Rp 13.000. Mau naikkan juga tidak bisa ya cuma ditekan saja isinya, memang repot," kata Fauzan kepada detikJateng.

"Ya untuk sirup kita buat sendiri, kalau beli botolan tambah tombok lagi. Sementara untuk bertahan yang penting harga tetap Rp 3.000," imbuhnya.

Selain itu, pedagang plastik di Pasar Klepu, Kecamatan, Ceper, Retno mengatakan kenaikan harga kemasan plastik sudah naik bertahap sejak Lebaran. Menurutnya, kenaikan harga plastik ini akibat dari perang di Timur Tengah.

"Kenaikan (harga) dikit-dikit, tapi sampai ada yang 70 persen katanya karena pengaruh perang. Hampir semua naik tapi persen nya beda-beda," kata Retno.

Barang yang naik harga, terang Retno, mulai dari tas plastik, cup, sedotan sampai kertas minyak yang berlapis plastik. Tas plastik bungkus sayur atau makanan warna putih dari harga Rp 27.000 sekarang Rp 40.000.

"Dari Rp 27.000 sekarang Rp 40.000 tapi yang warna hitam naiknya cuma Rp 1.000, kertas minyak Rp 25.000 jadi Rp 30.000 per pak. Ya pembeli pada kaget tapi bagaimana lagi, ini saja barang sulit," papar Retno.

"Baru kali ini terjadi plastik naik tinggi seperti ini. Ya semoga ada hikmahnya pada mengurangi sampah plastik," tambah Retno.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Pemkab Klaten, Anang Widjatmoko menyatakan koordinasi dengan lurah pasar untuk stok dan harga kebutuhan pokok aman. Dampak harga plastik yang naik sejauh ini tidak ada kenaikan harga.

"Untuk terkait dampak harga plastik terhadap harga tempe bungkus, sampe hari ini tidak ada kenaikan. Tempe masih stabil per bungkus Rp 4.000-8.000, harga sampai konsumen tetap," jelasnya.




(par/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads