Pedagang Jajanan di Jogja Sambat Harga Plastik Naik Nyaris 100%

Pedagang Jajanan di Jogja Sambat Harga Plastik Naik Nyaris 100%

Adji G Rinepta - detikJogja
Selasa, 07 Apr 2026 14:16 WIB
Pedagang jus di kawasan Malioboro, Rosi menunjukan dagangannya, Selasa (7/4/2026).
Pedagang jus di kawasan Malioboro, Rosi menunjukan dagangannya, Selasa (7/4/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Harga plastik kemasan melonjak tinggi di pasaran beberapa waktu terakhir. Para pedagang jajanan di kota Jogja pun mengeluh hingga terpaksa harus menaikkan harga dagangannya untuk menutup modal yang dikeluarkan.

Salah satu pedagang jus keliling yang biasa menjajakan dagangannya di kawasan Malioboro, Rosi, mengatakan kenaikan harga kemasan plastik merata di seluruh toko grosir dan di semua produk kemasan plastik.

"Iya (di semua distributor harga naik), naiknya itu mulai perang (Iran vs AS-Israel) itu lho mas," ujar Rosi saat ditemui di kawasan Malioboro, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rosi, yang menjajakan jusnya menggunakan botol sekali pakai, mengatakan jika kenaikan harga terbilang tiba-tiba dan cukup tinggi. Untuk botol sekali pakai yang biasa ia gunakan, kenaikan mencapai Rp 20 ribu.

"(Kemasan) Thinwall itu malah Rp 40 ribu naiknya, yang untuk wadah (dagangan) sayur lauk itu to," ungkap Rosi.

ADVERTISEMENT

Rosi pun terpaksa harus menaikkan harga dagangannya imbas dari naiknya harga kemasan plastik.

"Ya terpaksa naik, Rp 2 ribu. Yang sudah langganan saya omongi keadaannya, alhamdulillah masih mau langganan," terangnya.

Pedagang jajan pasar keliling, Yanti mengatakan kenaikan harga plastik terus menerus naik sejak sebelum Lebaran.

"Kalau sekarang naiknya hampir 100 persen, plastik biasa itu dari Rp 3 ribu jadi Rp 6 ribu, plastik tenteng itu dari Rp 5 ribu jadi Rp 9 ribu. Hari ini aja naik lagi Rp 2 ribu," ujar Yanti.

Yanti mengaku terpaksa menaikkan harga dagangannya meski tidak semua jenisnya. Ia juga mengaku omzetnya berkurang lantaran kenaikan harga kemasan plastik ini.

"Kalau semua naik kan kasihan pembeli, jadi yang bener-bener harus naik ya naik. Kita mengurangi keuntungan yang biasanya," ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati mengatakan isu kenaikan harga kemasan plastik sudah ini menjadi perhatian nasional sejak akhir Maret 2026. Di Jogja sendiri, menurutnya, dari laporan pedagang grosir kenaikan terjadi sejak sebelum Lebaran untuk berbagai produk plastik, termasuk kemasan dan toples.

"Lonjakan harga kemasan plastik hingga 100 persen, contohnya gelas cup untuk UMKM minuman yang naik dari Rp 220 menjadi Rp 440 per piece, serta kantong kresek yang naik hampir dua kali lipat," jelas Yuna saat dihubungi, hari ini.

Kata Yuna, lonjakan harga ini dipicu oleh gangguan pasokan global, termasuk dampak penutupan Selat Hormuz yang meningkatkan biaya logistik, energi, dan bahan baku plastik.

"Produksi industri hulu plastik domestik turun hingga sepertiga kapasitas, menyebabkan harga naik 30-60 persen di tingkat produsen dan hingga 100 persen di pedagang. Pedagang di Jogja melaporkan kenaikan seragam di semua jenis plastik karena adjustment dari pabrik," paparnya.

Guna menyiasati agar pedagang UMKM kecil tetap bisa bertahan dengan naiknya harga kemasan plastik ini, Yuna mengatakan, Disperindag DIY menyiapkan langkah-langkah strategis dan pendampingan untuk transisi ke kemasan ramah lingkungan.

Seperti menghubungkan UMKM secara langsung dengan produsen kemasan ramah lingkungan lokal untuk memotong rantai distribusi, sehingga harga bisa ditekan melalui skema pembelian kolektif.

"Mendorong penggunaan kearifan lokal seperti serat alam seperti mendong, pandan, kelapa, yang melimpah di DIY sebagai pengganti plastik pelapis atau wadah," papar Yuna.

"Kemudian edukasi mengenai eco-design. Terkadang, kenaikan biaya kemasan bisa dikompensasi dengan desain yang lebih minimalis namun memiliki nilai jual yang lebih tinggi sebagai produk premium ramah lingkungan," pungkasnya.



(alg/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads