Harga Sembako Jogja Hari Ini 20 Februari 2026: Cabai Rawit Merah 100 Ribu/Kg!

Harga Sembako Jogja Hari Ini 20 Februari 2026: Cabai Rawit Merah 100 Ribu/Kg!

Nur Umar Akashi - detikJogja
Jumat, 20 Feb 2026 13:12 WIB
Pedagang cabai rawit di Kaltara.
Ilustrasi cabai rawit. Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan
Jogja -

Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan bahan pangan mungkin berubah tiap hari. Pergeseran harga tersebut mesti diketahui agar masyarakat dapat merencanakan pengeluaran dengan tepat.

Dilansir Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia pada Jumat, 20 Februari 2026, pukul 12.37 WIB, dua jenis cabai, yakni cabai merah keriting dan cabai rawit merah kompak ngegas. Senada, minyak goreng juga naik. Di sisi lain, daging ayam turun.

Cabai merah keriting naik 2.500 rupiah jadi Rp 42.500 per kilogram. Ini adalah kali pertama cabai merah keriting bertambah harganya selama sepekan terakhir. Di level nasional, reratanya adalah Rp 50.550.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cabai rawit merah yang kemarin berada di penghujung koridor 90 ribuan, hari ini mendobrak masuk 100 ribu. Tercatat, satu kilogramnya dipatok Rp 101.250. Ini adalah harga tertinggi rawit merah di Jogja sejak 2026 dimulai.

Di DKI Jakarta, harga rawit merah meroket hingga Rp 122.300 per kilogram. Harga di Jawa Tengah mencapai Rp 98.650, sedangkan di Jawa Barat tembus Rp 108.250/kg.

ADVERTISEMENT

Minyak goreng kemasan bermerk 1 naik 500 rupiah, terhitung dari Rp 21.750 ke Rp 22.250. Senasib, minyak goreng kemasan bermerk 2 naik 2,35%, jadi Rp 21.750 dari sebelumnya Rp 21.250 sekilo.

Pada saat bahan-bahan pokok lain naik, daging ayam ras segar justru turun. Harganya melandai 250 rupiah, dari Rp 40.250 menjadi Rp 40.000/kg. Di seantero nusantara, provinsi dengan harga daging ayam tertinggi adalah Sumatera Barat (Rp 55.800), sedangkan terendahnya di Sulawesi Selatan (Rp 30.950).

Bagaimana dengan harga bahan pokok lainnya? Berikut daftar lengkap harga sembako Jogja hari ini 20 Februari 2026.

Harga Sembako Jogja 20 Februari 2026 Versi PIHPS

Perlu dicatat, harga final PIHPS tersedia pada hari kerja setiap pukul 13.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, waktu update data final mungkin lebih lama.

  • Bawang merah ukuran sedang: Rp 45.000/kg
  • Bawang putih ukuran sedang: Rp 42.500/kg
  • Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
  • Beras kualitas bawah II: Rp 12.150/kg
  • Beras kualitas medium I: Rp 14.900/kg
  • Beras kualitas medium II: Rp 14.150/kg
  • Beras kualitas super I: Rp 16.000/kg
  • Beras kualitas super II: Rp 15.000/kg
  • Cabai merah besar: Rp 48.750/kg
  • Cabai merah keriting: Naik dari Rp 40.000 menjadi Rp 42.500/kg
  • Cabai rawit hijau: Rp 61.500/kg
  • Cabai rawit merah: Naik dari Rp 96.750 menjadi Rp 101.250/kg
  • Daging ayam ras segar: Turun dari Rp 40.250 menjadi Rp 40.000/kg
  • Daging sapi kualitas 1: Rp 145.000/kg
  • Daging sapi kualitas 2: Rp 137.500/kg
  • Gula pasir kualitas premium: Rp 18.400/kg
  • Gula pasir lokal: Rp 18.000/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 18.900/kg
  • Minyak goreng kemasan bermerk 1: Naik dari Rp 21.750 menjadi Rp 22.250/kg
  • Minyak goreng kemasan bermerk 2: Naik dari Rp 21.250 menjadi Rp 21.750/kg
  • Telur ayam ras segar: Rp 31.500/kg

Data harga bahan pangan PIHPS diambil dari rata-rata harga di Pasar Beringharjo dan Kranggan.

Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah

Nur Azizah Nasution dalam tulisannya di Journal of Sharia and Law berjudul 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah' memberi rincian penyebab berupa faktor internal dan eksternal fluktuatifnya harga sembako. Ini rinciannya:

1. Produksi (Internal)

Ketersediaan bahan pokok sangat menentukan harga. Gagal panen akibat cuaca buruk mendorong kenaikan harga, sedangkan pasokan melimpah membuat harga menurun.

2. Distribusi (Internal)

Biaya pengiriman ke pasar memengaruhi harga jual. Semakin tinggi ongkos distribusi dan fluktuasi harga bahan pangan, semakin besar harga yang ditetapkan pedagang demi memperoleh keuntungan.

3. Sumber Pasokan (Internal)

Keterbatasan jumlah pemasok menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga. Sebaliknya, banyaknya pemasok membuat harga cenderung turun.

4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal)

Harga naik ketika permintaan lebih besar daripada penawaran, dan turun saat penawaran melimpah tetapi permintaan rendah.

5. Jumlah Pesaing (Eksternal)

Minimnya pesaing membuat pedagang leluasa menaikkan harga. Di sisi lain, persaingan ketat mendorong harga lebih rendah untuk menarik pembeli.

Itulah informasi ringkas mengenai harga sembako Jogja hari ini Jumat, 20 Februari 2026. Sebagai catatan, harga yang ditemui di pasaran mungkin berbeda karena disparitas.

FAQ Harga Sembako Jogja

1. Sembilan bahan pokok itu apa saja?

Sembilan bahan pokok meliputi beras, gula pasir, minyak goreng/mentega, daging sapi dan ayam, telur ayam, susu, jagung, minyak tanah, dan garam beryodium.

2. Cabai rawit naik atau turun?

Rawit merah mencapai level tertingginya sejak 2026 dimulai. Hari ini, satu kilogramnya dibanderol Rp 101.250. Sementara itu, cabai rawit hijau stabil di harga Rp 61.500/kg.

3. Apa penyebab harga cabai naik?

Curah hujan yang tinggi ditengarai menjadi penyebab utama kenaikan harga cabai. Di samping itu, faktor-faktor lain juga berpengaruh, seperti ketersediaan tenaga kerja panen dan kendala teknis distribusi.



(par/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads