Guru di Sleman Ngaku Alami Gejala Keracunan Tak Lama Usai Santap MBG

Guru di Sleman Ngaku Alami Gejala Keracunan Tak Lama Usai Santap MBG

Achmad Husain Syauqi - detikJogja
Senin, 07 Sep 2026 21:22 WIB
Penanganan dugaan keracunan di Turi, Sleman, Senin (7/9/2026).
Penanganan dugaan keracunan di Turi, Sleman, Senin (7/9/2026). Foto: dok. BPBD Sleman
Sleman -

Puluhan siswa dan satu guru di SMPN 3 di Turi, SD Muhammadiyah Balerante dan SMK Muhammadiyah Turi, Sleman, DI Yogyakarta mengalami gejala keracunan setelah makan menu MBG tadi pagi. Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Klaten, Mustadi, menyebut korban mengalami gejala hanya beberapa menit usai menyantap MBG.

"Tadi pak guru saya temoni (temui), yang keracunan tapi sudah sehat. Ceritanya makan, beberapa menit langsung merah matanya, seperti itulah mungkin kontak keracunannya, cepat katanya tadi itu," kata Mustadi kepada detikjogja Senin (7/9/2026) siang.

Waktu yang terbilang cepat ini disebut berbeda dengan kejadian sebelum-sebelumnya. Meski begitu gejala yang dirasakan cenderung sama, yakni mual muntah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gejalanya ya mual muntah. Hanya memang berbeda dengan kasus - kasus yang kemarin, beberapa waktu yang lalu," ungkapnya.

"Berbeda dengan waktu yang lalu. Kadang baru malam nanti mual, kemudian baru dilaporkan pagi, bedanya cuma itu," imbuh Mustadi.

ADVERTISEMENT

2 Orang Masih Dirawat

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Khamidah Yuliati menyatakan informasinya ada dua yang dirawat inap.

"Tadi infonya yang dua orang, yang ke IGD RSUD Sleman, belum pulang saat teman-teman tim Surveilans Epidemiologi Dinkes kembali dari TKP. Melaporkan bahwa yang dua di RSUD belum pulang," jelasnya kepada detikjogja.

Sebelumnya diberitakan, puluhan siswa dari tiga sekolah di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan MBG. Total ada 47 siswa dari tiga sekolah yang dilaporkan keracunan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi saat dimintai konfirmasi menjelaskan gejala keracunan tidak hanya terjadi di SMPN 3 Turi. Namun, dilaporkan juga terjadi di SD Muhammadiyah Balerante dan SMK Muhammadiyah.

"Disusul berbarengan SD Balerante, kemudian SMK Muhammadiyah. Yang terakhir saya pulang tadi 24 orang di SMPN, di antaranya satu guru," ungkap Mustadi saat dimintai konfirmasi detikJogja siang ini.

Dijelaskan Mustadi, ada 20 siswa di SMK Muhammadiyah yang mengeluhkan gejala keracunan. Sedangkan di SD Muhammadiyah Balerante sebanyak 2 orang.

"Waktu saya pulang tadi, jadi 24 di SMPN nya, tapi itu gurunya 1. SMK-nya 20, tambah SD-nya 2 orang. Ya gejalanya mual muntah," jelasnya.



(afn/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads