Puluhan siswa dari tiga sekolah di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan MBG. Total ada 47 siswa dari tiga sekolah yang dilaporkan keracunan.
"Diduga Keracunan MBG, 18 Siswa SMPN 3 Turi Sleman Mendapat Penanganan Medis. Dugaan kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sleman. Peristiwa tersebut menimpa belasan siswa di SMP Negeri 3 Turi yang berlokasi di Prayan, Girikerto, Kapanewon Turi.
Berdasarkan laporan awal dari lokasi kejadian, tercatat sedikitnya 18 siswa mengalami gejala gangguan pencernaan dan membutuhkan penanganan medis segera. Sejumlah armada ambulans sudah diterjunkan dan berada di lokasi sekolah untuk memberikan pertolongan pertama serta mengevakuasi para siswa yang terdampak ke fasilitas kesehatan terdekat..., " tulis keterangan pada postingan akun Facebook Merapi_News sebagaimana dikutip detikJogja, Senin (7/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi saat dimintai konfirmasi menjelaskan gejala keracunan tidak hanya terjadi di SMPN 3 Turi. Namun, dilaporkan juga terjadi di SD Muhammadiyah Balerante dan SMK Muhammadiyah.
"Disusul berbarengan SD Balerante, kemudian SMK Muhammadiyah. Yang terakhir saya pulang tadi 24 orang di SMPN, di antaranya satu guru," ungkap Mustadi saat dimintai konfirmasi detikJogja siang ini.
Dijelaskan Mustadi, ada 20 siswa di SMK Muhammadiyah yang mengeluhkan gejala keracunan. Sedangkan di SD Muhammadiyah Balerante sebanyak dua orang.
"Waktu saya pulang tadi, jadi 24 di SMPN nya, tapi itu gurunya satu. SMK-nya 20, tambah SD-nya dua orang. Ya gejalanya mual muntah," jelasnya.
"Itu data tadi sementara ya, kemungkinan bisa berkembang. Kemudian gejalanya ya mual, muntah," imbuh Mustadi.
Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Pemkab Sleman, Khamidah Yuliati, mengatakan kejadian ini dilaporkan pukul 07.30 WIB.
"Kejadian sekitar 7.30 WIB dan makan makanan pagi tadi. Yang mendapat perawatan di puskesmas 45 orang dan di RS dua orang, sementara itu yang bisa kami sampaikan," jelas Khamidah kepada detikJogja lewat pesan singkat.
Terpisah, Kalak BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan TRC BPBD juga ke lokasi melakukan asesmen. Gejala yang dialami siswa mual sampai muntah.
"Dirujuk ke puskesmas Turi dengan keluhan pusing, mual dan muntah," jelas Bambang kepada detikJogja.
