Kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto soal gerakan gentengisasi mendapatkan sambutan positif dari perajin genting di Sambirejo, Ngawen, Gunungkidul. Perajin genting menilai dengan gerakan tersebut bisa meningkatkan jumlah pesanan dan berdampak pada pemasukan.
Salah satu perajin genting di Sambirejo, Sidamiharjo (75) mengaku telah mengetahui adanya gerakan gentengisasi. Pria yang kerap disapa Yatin ini menyebut sangat mendukung gerakan tersebut.
"Kalau dengan gerakan itu (gentengisasi) ya setuju sekali, setuju pokoknya dengan Pak Presiden," katanya kepada wartawan di Ngawen, Gunungkidul, Kamis (5/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yatin menilai, genting berbahan baku tanah liat membuat rumah lebih sejuk. Selain itu, harga genting terbilang terjangkau karena mulai dari Rp 1.500 hingga Rp 1.750 per bijinya.
"Apalagi rumah yang pakai genting dari tanah lebih baik dan tahan lama dibandingkan galvalum. Karena kalau pakai galvalum itu panas," ujarnya.
Tidak hanya itu, Yatin menyebut dengan adanya gerakan tersebut bisa meningkatkan pemasukannya. Mengingat nantinya pemesan genting jadi lebih banyak.
"Kalau produksi genting hampir setiap hari dan jumlah produksi genting mencapai ribuan biji. Belum lagi dengan adanya gerakan itu kan yang pesan jadi lebih banyak nantinya," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto merancang program baru yang disebut "gentengisasi" dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul pada Senin (2/2/2026). Gentengisasi merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang juga dikenalkan Prabowo dalam acara tersebut.
Program Gentengisasi salah satu langkah pemerintah untuk memperbaiki standar rumah penduduk serta mengatasi isu kekurangan perumahan, dimana saat ini terdapat 9,9 juta kepala keluarga yang masih belum memiliki hunian pribadi.
(afn/apl)












































Komentar Terbanyak
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Lagi-lagi Geng Sadis Berulah di Jogja
Purbaya soal Prabowo Sebut 'Orang Desa Tidak Pakai Dolar': Untuk Hibur Rakyat