Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan bahan pangan secara umum berpotensi berubah tiap hari. Pergeseran angka tersebut mesti diketahui masyarakat agar dapat merencanakan pengeluaran dengan tepat.
Dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia pada Rabu, 14 Januari 2026, pukul 12.23 WIB, bawang merah ukuran sedang terlihat naik. Bersama bawang, gula pasir lokal dan gula premium juga ngegas. Di sisi lain, semua jenis cabai dan telur ayam turun.
Bawang merah naik 500 rupiah, terhitung dari Rp 42.250 menjadi Rp 42.750 per kilogram. Berdasar data yang diambil dari 30 provinsi Indonesia, rata-rata harga bawang merah hari ini adalah Rp 46.450.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gula pasir lokal yang kemarin naik 150 rupiah, hari ini naik lagi 350 rupiah. Alhasil, satu kilogramnya dibanderol Rp 17.500. Mengikuti gula pasir lokal, gula pasir premium juga merangsek ke atas, dari Rp 18.250 menjadi Rp 18.400/kg.
Di lain pihak, cabai merah besar turun dari Rp 42.500 menjadi Rp 38.750 sekilo. Cabai merah keriting juga merosot, jadi Rp 31.250 dari sebelumnya Rp 32.500. Bagaimana dengan nasib duo cabai rawit?
Rawit hijau yang sempat anjlok kurang lebih Rp 5.000 awal pekan ini, tercatat turun 4% hari ini. Kemarin dibanderol Rp 61.250, harganya melorot ke level Rp 58.750/kg di pasar-pasar Jogja. Cabai rawit merah juga sama, turun dari Rp 37.500 menjadi Rp 36.250.
Bahan pokok terakhir yang berubah harga adalah telur ayam ras segar. Grafik PIHPS menunjukkan, harganya turun 500 rupiah hari ini, terhitung dari Rp 29.000 menjadi Rp 28.500. Sebagai informasi, ini adalah kali kedua telur turun dalam sepekan terakhir. Yang pertama pada 12 Januari saat banderolnya melandai dari Rp 29.750 menjadi Rp 29.000/kg.
Perlu diketahui, data PIHPS bersumber dari Pasar Beringharjo dan Kranggan. Daftar harga sembako Jogja hari ini 14 Januari 2026 dapat detikers simak via poin-poin berikut.
Harga Sembako Jogja 14 Januari 2026 Versi PIHPS
Perlu dicatat, harga final PIHPS tersedia pada hari kerja setiap pukul 13.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, waktu update data final mungkin lebih lama.
- Bawang merah ukuran sedang: Naik dari Rp 42.250 menjadi Rp 42.750/kg
- Bawang putih ukuran sedang: Rp 39.500/kg
- Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
- Beras kualitas bawah II: Rp 12.150/kg
- Beras kualitas medium I: Rp 14.900/kg
- Beras kualitas medium II: Rp 14.150/kg
- Beras kualitas super I: Rp 16.000/kg
- Beras kualitas super II: Rp 15.000/kg
- Cabai merah besar: Turun dari Rp 42.500 menjadi Rp 38.750/kg
- Cabai merah keriting: Turun dari Rp 32.500 menjadi Rp 31.250/kg
- Cabai rawit hijau: Turun dari Rp 61.250 menjadi Rp 58.750/kg
- Cabai rawit merah: Turun dari Rp 37.500 menjadi Rp 36.250/kg
- Daging ayam ras segar: Rp 34.750/kg
- Daging sapi kualitas 1: Rp 145.000/kg
- Daging sapi kualitas 2: Rp 137.500/kg
- Gula pasir kualitas premium: Naik dari Rp 18.250 menjadi Rp 18.400/kg
- Gula pasir lokal: Naik dari Rp 17.150 menjadi Rp 17.500/kg
- Minyak goreng curah: Rp 18.000/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 21.750/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 21.000/kg
- Telur ayam ras segar: Turun dari Rp 29.000 menjadi Rp 28.500/kg
Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah
Nur Azizah Nasution dalam tulisannya di Journal of Sharia and Law berjudul 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah' memberi rincian penyebab berupa faktor internal dan eksternal fluktuatifnya harga sembako. Ini rinciannya:
1. Produksi (Internal)
Ketersediaan bahan pokok di pasaran sangat memengaruhi harga. Contohnya, bila kondisi cuaca buruk sehingga gagal panen terjadi, maka harga akan melambung. Sebaliknya, jika jumlahnya melimpah, maka harga di pasaran turun.
2. Distribusi (Internal)
Pengiriman bahan pokok menuju pasar merupakan salah satu faktor penentu. Semakin mahal biaya distribusi, semakin mahal pula harga yang dipatok pedagang. Fluktuasi harga rerata suatu bahan pangan juga memengaruhi karena pedagang tentu membutuhkan laba.
3. Sumber Pasokan (Internal)
Jumlah pemasok bahan pangan yang sedikit berakibat naiknya harga karena langka. Sebaliknya, ketika pemasok lebih banyak dibandingkan pedagang, harga turun.
4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal)
Para pedagang akan menaikkan harga bahan pangan jika permintaan lebih banyak ketimbang penawaran. Sementara itu, penawaran tinggi dengan permintaan rendah menyebabkan harga turun. Konsep permintaan-penawaran ini dipengaruhi besar-kecilnya kebutuhan pembeli terhadap bahan pangan terkait.
5. Jumlah Pesaing (Eksternal)
Faktor kelima adalah jumlah pedagang yang menjual komoditas sama alias pesaing. Jika tidak ada pesaing, pedagang cenderung menaikkan harga. Di sisi lain, persaingan pedagang yang ketat membuat harga bahan pangan cenderung menurun untuk memenangkan konsumen.
Itulah informasi ringkas mengenai harga sembako Jogja hari ini Rabu, 14 Januari 2026. Perlu diketahui, harga yang ditemui di pasaran mungkin berbeda karena disparitas.

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal