Harga Sembako Jogja Hari Ini 13 Januari 2026: Ayam Turun, Gula Pasir Naik!

Harga Sembako Jogja Hari Ini 13 Januari 2026: Ayam Turun, Gula Pasir Naik!

Nur Umar Akashi - detikJogja
Selasa, 13 Jan 2026 12:50 WIB
Gula Pasir
Gula pasir. (Foto: jcomp/Freepik)
Jogja -

Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan bahan pangan secara umum berpotensi berubah tiap hari. Pergeseran harga tersebut mesti diketahui masyarakat agar dapat merencanakan pengeluaran dengan tepat.

Dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia pada Selasa, 13 Januari 2026, pukul 12.18 WIB, dua bahan pangan berubah harga, yakni daging ayam ras segar dan gula pasir lokal.

Daging ayam ras turun dari Rp 35.250 menjadi Rp 34.750 per kilogram. Sebagai informasi, pada 2 Januari kemarin, satu kilo daging ayam masih dibanderol Rp 38.250. Artinya, dalam kurun waktu kurang lebih 12 hari, daging ayam turun 9,15%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di level nasional yang nilainya diambil dari rata-rata harga seluruh provinsi Indonesia, daging ayam ras dihargai Rp 40.700/kg. Provinsi dengan harga termurah adalah Sulawesi Barat (Rp 30.950), sedangkan yang termahal di Papua Barat (Rp 56.750).

Gula pasir lokal yang sudah lama anteng mendadak naik hari ini. Harganya dibanderol Rp 17.150 per kilogram, lebih mahal 150 rupiah ketimbang yang berlaku sebelumnya.

Perlu diketahui, data PIHPS bersumber dari harga di Pasar Beringharjo dan Kranggan. Daftar harga sembako Jogja hari ini 13 Januari 2026 dapat detikers simak via poin-poin berikut.

Harga Sembako Jogja 13 Januari 2026 Versi PIHPS

Perlu dicatat, harga final PIHPS tersedia pada hari kerja setiap pukul 13.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, waktu update data final mungkin lebih lama.

  • Bawang merah ukuran sedang: Rp 42.250/kg
  • Bawang putih ukuran sedang: Rp 39.500/kg
  • Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
  • Beras kualitas bawah II: Rp 12.150/kg
  • Beras kualitas medium I: Rp 14.900/kg
  • Beras kualitas medium II: Rp 14.150/kg
  • Beras kualitas super I: Rp 16.000/kg
  • Beras kualitas super II: Rp 15.000/kg
  • Cabai merah besar: Rp 42.500/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 32.500/kg
  • Cabai rawit hijau: Rp 61.250/kg
  • Cabai rawit merah: Rp 37.500/kg
  • Daging ayam ras segar: Turun dari Rp 35.250 menjadi Rp 34.750/kg
  • Daging sapi kualitas 1: Rp 145.000/kg
  • Daging sapi kualitas 2: Rp 137.500/kg
  • Gula pasir kualitas premium: Rp 18.250/kg
  • Gula pasir lokal: Naik dari Rp 17.000 menjadi Rp 17.150/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 18.000/kg
  • Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 21.750/kg
  • Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 21.000/kg
  • Telur ayam ras segar: Rp 29.000/kg

Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah

Nur Azizah Nasution dalam tulisannya di Journal of Sharia and Law berjudul 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah' memberi rincian penyebab berupa faktor internal dan eksternal fluktuatifnya harga sembako. Ini rinciannya:

1. Produksi (Internal)

Ketersediaan bahan pokok di pasaran sangat memengaruhi harga. Contohnya, bila kondisi cuaca buruk sehingga gagal panen terjadi, maka harga akan melambung. Sebaliknya, jika jumlahnya melimpah, maka harga di pasaran turun.

2. Distribusi (Internal)

Pengiriman bahan pokok menuju pasar merupakan salah satu faktor penentu. Semakin mahal biaya distribusi, semakin mahal pula harga yang dipatok pedagang. Fluktuasi harga rerata suatu bahan pangan juga memengaruhi karena pedagang tentu membutuhkan laba.

3. Sumber Pasokan (Internal)

Jumlah pemasok bahan pangan yang sedikit berakibat naiknya harga karena langka. Sebaliknya, ketika pemasok lebih banyak dibandingkan pedagang, harga turun.

4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal)

Para pedagang akan menaikkan harga bahan pangan jika permintaan lebih banyak ketimbang penawaran. Sementara itu, penawaran tinggi dengan permintaan rendah menyebabkan harga turun. Konsep permintaan-penawaran ini dipengaruhi besar-kecilnya kebutuhan pembeli terhadap bahan pangan terkait.

5. Jumlah Pesaing (Eksternal)

Faktor kelima adalah jumlah pedagang yang menjual komoditas sama alias pesaing. Jika tidak ada pesaing, pedagang cenderung menaikkan harga. Di sisi lain, persaingan pedagang yang ketat membuat harga bahan pangan cenderung menurun untuk memenangkan konsumen.

Itulah informasi ringkas mengenai harga sembako Jogja hari ini Selasa, 13 Januari 2026. Perlu diketahui, harga yang ditemui di pasaran mungkin berbeda karena disparitas.




(sto/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads