Isak Tangis Warnai Pemakaman Suporter PSS Korban Laka di Tol Madiun

Isak Tangis Warnai Pemakaman Suporter PSS Korban Laka di Tol Madiun

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Senin, 19 Okt 2026 13:23 WIB
Suasana rumah duka suporter PSS Sleman, Fakhri Maulana Al-Zaki (20) yang meninggal dunia dalam kecelakaan di ruas Tol Madiun KM 616 jalur Ngawi-Kertosono, Senin (19/10/2026).
Suasana rumah duka suporter PSS Sleman, Fakhri Maulana Al-Zaki (20) yang meninggal dunia dalam kecelakaan di ruas Tol Madiun KM 616 jalur Ngawi-Kertosono, Senin (19/10/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Sleman -

Isak tangis keluarga mengiringi pemakaman Fakhri Maulana Al-Zaki (20), salah satu dari empat suporter PSS Sleman yang meninggal dunia akibat kecelakaan di ruas Tol Madiun KM 616 jalur Ngawi-Kertosono. Kecelakaan itu terjadi saat perjalanan away ke Surabaya untuk mendukung PSS Sleman.

Pantauan detikJogja di rumah duka, Senin (19/10/2026), sejumlah pelayat mulai berdatangan sejak pagi. Sekitar pukul 09.43 WIB, pelayat yang datang terdiri dari rekan Fakhri di universitas, warga sekitar, hingga sesama suporter PSS Sleman.

Jenazah Fakhri kemudian dimakamkan di TPU setempat yang berada di sekitar kediamannya di Sasonoloyo Burikan, Sumberdadi, Mlati, Sleman. Prosesi pemakaman berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa rombongan suporter PSS Sleman tersebut. Dia mengatakan, duka cita itu disampaikan atas nama pribadi maupun Pemerintah Kabupaten Sleman.

ADVERTISEMENT

"Saya mewakili pribadi saya dan juga Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai wakil bupati ikut berduka cita dan belasungkawa atas meninggalnya teman-teman suporter yang kemarin ini akan melakukan perjalanan ke Surabaya tapi mengalami musibah di tengah jalan," ujar Danang saat ditemui di rumah duka, Senin (19/10/2026).

Danang juga mendoakan para suporter yang meninggal dunia agar mendapat tempat terbaik. Dia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

"Kami hanya bisa mendoakan hari ini dan ikut takziah di rumah korban masing-masing. Mudah-mudahan semua teman-teman ini yang kena musibah ini, terutama yang meninggal, selalu diampuni segala dosa-kesalahannya, diterima segala amal kebaikannya, diberikan tempat yang lebih bagus, lebih mulia di sisi Allah," tuturnya.

"Tentunya semua keluarga korban yang ditinggal hari ini selalu diberi ketabahan dan kekuatan," pungkas Danang.

Sebelumnya, rombongan suporter PSS Sleman atau Super Elang Jawa (Super Elja) mengalami kecelakaan di Tol Madiun KM 616 jalur Ngawi-Kertosono. Empat orang di antaranya tewas. Salah satu korban tewas itu masih belum diketahui identitasnya.

Tragedi maut itu terjadi pada Minggu (18/10/2026) pukul 09.30 WIB. Kecelakaan itu bermula saat Toyota Hiace yang dikemudikan pria berinisial H melaju dari arah barat ke timur, dan diduga akibat kurang konsentrasi menabrak bokong kanan truk tronton bernopol H 1872 AG yang melaju di jalur lambat.

"Betul korban bertambah jadi empat," ujar Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki saat dimintai konfirmasi detikJatim, Sabtu (18/10).

Dari informasi yang dihimpun detikJogja, Hiace itu mengangkut total 15 orang. Dua orang dilaporkan kritis dan sembilan lainnya luka-luka. Hingga saat ini baru tiga korban tewas yang berhasil diidentifikasi.

"Baru tiga korban yang teridentifikasi dari empat total meninggal dunia," ujar Kasat Lantas Polres Madiun AKP Dristica Brian Arya Leviantona saat dimintai konfirmasi detikJatim, Minggu (18/10).

Tiga korban yang teridentifikasi itu berasal dari Kabupaten Sleman. Dua orang merupakan warga Kecamatan Mlati, sedangkan satu berasal dari Kecamatan Gamping.

"Yang dua asal Kecamatan Mlati, Sleman atas nama Fakri maulana Al Zaki (21) dari Desa Sumberadi dan satu lagi Iyan Fathur Ar Rizaq (15) asal Desa Tlogoadi," jelas Brian.

Satu korban tewas yang belum teridentifikasi berjenis kelamin pria. Saat ini jasadnya masih berada di kamar jenazah RSUD Caruban.

"Satu korban belum teridentifikasi jenis kelamin laki-laki masih di kamar jenazah RSUD Caruban Madiun," ujar Brian.



(apl/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads