Partai politik (parpol) pengusung Endah Subekti Kuntariningsih dan Joko Parwoto dalam Pilkada menilai hubungan antara keduanya harus tetap sejalan. Jika ada riak-riak kecil maka hal itu merupakan dinamika politik.
"Kalaupun terjadi riak-riak kecil, ya saya kira itu memang dinamika politik sering terjadi. Tetapi kalau untuk yang berkaitan dengan soal pelayanan, saya kira harus bersinergi, saling mensupport satu dengan yang lain, seperti itu," kata Ketua DPC PKB Kabupaten Gunungkidul, Arief Gunadi saat dihubungi detikJogja, Senin (19/10/2026).
Perlu diketahui, pasangan Endah-Joko diusung PDI-Perjuangan, PKB dan Golkar dalam pilkada serentak tahun 2024. Aref menyebut telah mengetahui bahwa alasan Joko tidak menghadiri upacara hari jadi ke-196 Gunungkidul karena sakit.
"Kemarin saya juga mendengar informasi yang sudah viral itu, bahwa tidak hadirnya karena sakit gigi. Memang sakit gigi itu tidak opname tapi luar biasa rasanya dan tidak banyak yang menengok, tetapi penderitaannya luar biasa, apalagi kemarin katanya ke dokter ya," ucap anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul itu.
Sehingga, Arief menilai harus ada pemakluman terkait alasan Joko yang sakit gigi sehingga tidak bisa menghadiri rangkaian hingga upacara hari jadi Gunungkidul.
"Kalau sakit itu semua harus memaklumi, wong Tuhan saja memaklumi orang sakit, apalagi manusia. Tetapi argumentasi sakit itu kan harus juga dilihat, karena kan event-nya itu berkali-kali, gitu loh," katanya.
Arief pun berkelakar, bahwa dirinya saat ini tengah sakit gigi. Akan tetapi, hari ini Arief tetap masuk kantor di DPRD Kabupaten Gunungkidul.
"Karena saya juga sakit gigi ini tapi tetap mau ke kantor," katanya.
Menyoal hubungan antara Bupati dan Wabup saat ini, Arief menilai bahwa Bupati juga seorang politisi yang tentu sudah mempunyai kalkulasi politik dan juga kalkulasi birokrasi, serta standar pelayanan dan pelaksanaan tugas yang menurutnya sangat baik.
"Mas Joko juga, menurut saya, seorang akademisi profesional dan juga dia mau masuk ke dunia politik, tentu sudah dikalkulasi juga. Nah, kalau soal interaksinya itu baik-baik saja atau tidak, itu mungkin bisa dikonfrontir kepada orang yang lebih dekat dengan beliau-beliau," ujarnya.
"Karena kadang begitu kami mengusung, kemudian jadi, dilantik, ya sudah, nilai kebahagiaan saya di situ dan akan merasa sangat bahagia ketika mereka melaksanakan tugas itu sesuai dengan pokok fungsinya masing-masing, kalau saya memandangnya seperti itu," lanjut Arief.
Ketua DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho menjelaskan hal serupa. Keridakhadiran Joko dalam upacara hari jadi ke-196 Gunungkidul sudah disebutkan karena sakit.
"Kalau Wabup ada giat lain dan terakhir karena sakit," kata Heri.
Sedangkan melihat hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) saat ini, Heri enggan menanggapinya dengan gamblang. Namun, Heri berharap keduanya tetap sejalan dan amanah dalam mengemban jabatan Bupati dan Wabup.
"Sudah ada pengakuan masing-masing. Kalau harapannya tetep sejalan dan amanah," ujarnya secara singkat.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Gunungkidul tidak hadir dalam serangkaian kegiatan HUT Kabupaten Gunungkidul. Partainya sendiri, Gerindra menyebut ada hubungan yang kurang harmonis antara Joko dengan Bupati Endah yang terlihat dari aksinya itu.
"Tindakan Wabup seperti itu bentuknya protes tapi kurang pas momennya," kata Ketua DPC Gerindra Gunungkidul Purwanto, Sabtu (17/10).
"Melihat seperti itu berarti tidak baik, kurang harmonis," ucapnya menambahkan.
Simak Video "Puncak Soekarno Cup 2026 : Saksi Lahirnya Generasi Emas Sepak Bola!"
(alg/ahr)