Penampakan Lahan Bekas Rumah Kuno di Stasiun Lempuyangan

Round-Up

Penampakan Lahan Bekas Rumah Kuno di Stasiun Lempuyangan

Tim detikJogja - detikJogja
Sabtu, 10 Okt 2026 07:19 WIB
Lokasi eks rumah dinas KAI di selatan Stasiun Lempuyangan yang dirobohkan, Jumat (9/10/2026)
Lokasi eks rumah dinas KAI di selatan Stasiun Lempuyangan yang dirobohkan, Jumat (9/10/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

PT KAI merobohkan belasan rumah-rumah kuno yang ada di depan Stasiun Lempuyangan Jogja. Saat ini dari 13 rumah kuno eks rumah dinas pejabat KAI tinggal 2 bangunan rumah yang masih berdiri.

Berdasarkan pantauan detikJogja, belasan rumah kuno di balik warung-warung depan stasiun itu tak lagi berbekas. Hanya lahan yang terlihat membentang dari barat ke timur. Di sisi selatan, tampak berjejer rumah-rumah warga yang dulu terhalangi tembok tinggi barisan rumah kuno itu.

Di sisi barat, dua rumah kuno tampak masih berdiri kokoh. Bentuk aslinya masih terjaga meskipun tampak belum dipugar. Beberapa pekerja tampak sibuk mengerjakan pembangunan fondasi dan talud di sisi bakal jalan raya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari 13 rumah perusahaan tersebut, 11 rumah telah dirobohkan, 2 rumah dipertahankan sesuai arahan dan rekomendasi Dinas Kebudayaan Kota Jogja. Itu sebenarnya 2 rumah, hanya couple jadi terlihatnya 1, sesuai rekomendasi dari Dinas Pelestarian dibiarkan tetap berdiri agar ada peninggalan," ungkap Manajer Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih saat ditemui detikJogja, Jumat (9/10/2026).

Lokasi eks rumah dinas KAI di selatan Stasiun Lempuyangan yang dirobohkan, Jumat (9/10/2026)Lokasi eks rumah dinas KAI di selatan Stasiun Lempuyangan yang dirobohkan, Jumat (9/10/2026) Foto: Adji G Rinepta/detikJogja

Salah seorang warga tinggal tepat berdampingan dengan lahan itu, Bondi (52), menceritakan rumah-rumah kuno yang sudah dirobohkan dulu adalah rumah dinas pejabat KAI.

ADVERTISEMENT

Di antara kompleks rumah dinas dengan perkampungan warga, termasuk rumah Bondi, dibatasi tembok besar setinggi kurang lebih 5 meter. Rumah Bondi tepat menghadap tembok itu.

"Rumiyin nika kan onten temboke toh (dulu ada temboknya), nika kan dibongkar. Nah, temboke kan sudah umure berapa tahun nggih niku, sejak jaman Mbah kula sudah ada tembok niki (itu kan dibongkar. nah, temboknya sudah berapa tahun ya umurnya, sejak zaman mbah saya sudah ada tembok ini). Nah, sepertinya bapak saya almarhum itu tinggal sini sudah ada temboke," ujar Bondi ditemui detikJogja di rumahnya, Jumat (9/10).

"Tapi kan karena memang itu haknya PT KAI nggih, sementara itu juga (yang menempati) cuma anak turunnya, nggih pun dibongkar," imbuhnya.

Bondi menyebut, proses pembangunan proyek yang berada tepat di depan rumahnya itu sudah berlangsung 5-6 bulan terakhir. Menurutnya, pembangunan ini memang diperlukan selain untuk kenyamanan penumpang kereta juga untuk mengatasi kemacetan yang kerap muncul.

"Karena itu sudah ada masalah dengan jalur, kebutuhan stasiun yang perlu pelebaran atau istilahnya pun evolusi lah. Jadi kawasan mriki niki (sini) pun benten kalih (sudah beda dengan) 20-30 tahun yang lalu, karena itu (perlu) dibangun lebih komprehensif lah daripada dulu," ujar Bondi.

Di depan rumah Bondi, terdapat jalan kampung yang lebarnya tak sampai 2 meter. Dari informasi yang ia dapat, jalan kampung itu ke depan akan menjadi trotoar. Hal itu juga terlihat dari fondasi jalan raya yang berdampingan dengan jalan kampung tersebut.

Bondi berharap, dengan letak rumahnya yang dulu berada di balik tembok berubah menjadi pinggir jalan raya, bisa menjadi manfaat baginya. Meskipun Bondi menyadari masih perlu adaptasi dengan perubahan tersebut,

"Ini nanti trotoar. Ini langsung pinggir jalan, ini jadi trotoar. Lah (rumah) saya jadi langsung pinggir jalan bener," ungkap Bondi.

"Itu kan harus dibiasakan penyesuaian dulu lah, karena kan bangunan frontal, biasanya itu terlindung oleh tembok dan di belakang sini, sekarang terekspos gini. Ya mudah-mudahan ya itu aman ya, aman dan ya mungkin ada manfaatnya," imbuhnya.

Alasan Perobohan

Manajer Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih, membeberkan alasan perobohan eks rumah-rumah dinas yang bergaya arsitektur Belanda lantaran kebutuhan pengembangan emplasemen stasiun Lempuyangan.

Tak ayal, kata Feni, Stasiun Lempuyangan semakin tahun semakin sibuk. Volume penumpang terus mengalami peningkatan baik kereta jarak-jauh maupun KRL. Ia mencontohkan, pada tahun 2024 Stasiun Lempuyangan total melayani 5.392.700 penumpang, di tahun 2025 naik 4% menjadi 5.605.414 penumpang

"Per harinya volume penumpang KA Jarak Jauh yang naik dan turun di Stasiun Lepuyangan mencapai 12.586 penumpang. Sedangkan KRL Commuterline Jogja-Palur sebanyak 3.500 penumpang. Selain Angkutan Penumpang, Stasiun Lempuyangan juga melayani Angkutan Barang," terang Feni saat ditemui detikJogja, hari ini.

Terkait pembongkaran rumah-rumah bernilai historikal tersebut, Feni bilang, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkot Jogja hingga kewilayahan setempat, baik melalui FGD, rapat expose, dan rapat-rapat koordinasi.

"13 rumah perusahaan itu bukan bangunan Warisan Budaya dan bukan Cagar Budaya. Hal ini telah dinyatakan secara resmi oleh Dinas Kebudayaan Kota Jogja yang mengatakan bahwa 13 rumah perusahaan tersebut tidak tercantum dalam Daftar Bangunan Warisan Budaya Daerah Kota Jogja maupun data Cagar Budaya hingga saat ini," paparnya.

Adapun alasan pihaknya menyisakan dua rumah yang tidak dibongkar, kata Feni, adalah rekomendasi dari Dinas Kebudayaan. Feni belum merinci terkait peruntukan dua rumah tersebut ke depannya.

"Sebelum dirobohkan, KAI sudah melakukan pendokumentasian lengkap mengenai rumah-rumah tersebut sehingga tetap terdokumentasi dengan baik," sambungnya.

Sementara untuk lahan bekas rumah-rumah tersebut akan dibangun perluasan emplasemen dan jalan raya pengganti. Sedangkan jalan raya di selatan stasiun Lempuyangan yang ada sekarang ini, akan menyatu menjadi bagian dari Stasiun.

"Sebagai langkah awal penataan khususnya di sisi Selatan Stasiun Lempuyangan, dilakukan perluasan kawasan stasiun dengan memisahkan jalan akses khusus menuju Stasiun Lempuyangan untuk naik dan turun penumpang dan akses jalan umum," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: PT KAI Siapkan Strategi Transportasi Efektif Bagi Warga Urban"
[Gambas:Video 20detik] (apl/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads