UGM Usut Percakapan Cabul di Grup Chat Mahasiswa Teknik

UGM Usut Percakapan Cabul di Grup Chat Mahasiswa Teknik

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 29 Sep 2026 06:00 WIB
Ilustrasi korban pelecehan seksual
Ilustrasi kasus pelecehan seksual. Foto: detik Foto
Jogja -

Universitas Gadjah Mada tengah mengusut percakapan cabul di grup chat mahasiswa Fakultas Teknik (FT) yang menjurus pelecehan seksual terhadap mahasiswi. UGM juga menyatakan akan menjatuhkan sanksi kepada pelaku.

"UGM melakukan langkah-langkah yang cermat dan hati-hati untuk menyelidiki kasus KGBO (Kekerasan Berbasis Gender Online) ini," kata juru bicara UGM, Dr I Made Andi Arsana kepada detikJogja lewat pesan singkat, Senin (28/9/2026).

"Fakultas Teknik sudah menyampaikan pernyataan sikap. Koordinasi dengan pihak-pihak terkait terus dilakukan dengan baik agar langkah yang diambil tepat. Kami akan sampaikan perkembangan di kesempatan pertama," imbuh Made.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Viral di Media Sosial

Diketahui, tangkapan layar grup chat mahasiswa di Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada jadi viral di media sosial. Dalam tangkapan layar yang beredar, percakapan mahasiswa tersebut menjurus pelecehan seksual terhadap mahasiswi.

ADVERTISEMENT

"warga threads, sedih krn means VIRALNYA kasus PELECEHAN FH UI ga mengubah apa2...ngejadiin PEREMPUAN sebagai OBJEKTIFIKASI SEKSUAL, kok bisa SEENTENG itu MELECEHKAN PEREMPUAN? Malah terjadi lagi di UGM dgn beda oknum ▤▤▤ tolong bantu UP!!," tulis akun Thread @hmart_lw. Dilihat dikutip detikJogja, Senin (28/9/2026).

Dalam tangkapan layar yang diunggah, terlihat percakapan beberapa mahasiswa tersebut menyertakan kata sensitif yang merendahkan bagian tubuh perempuan. Unggahan tersebut kini sudah dihapus.

Pernyataan Sikap FT UGM

Sementara itu pihak FT UGM dan DTETI UGM telah mengeluarkan pernyataan sikap dalam Instagram resminya. detikJogja sudah diizinkan untuk mengutipnya.

"PERNYATAAN SIKAP FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA (FT UGM) Sehubungan dengan adanya tindak Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang melibatkan mahasiswa, FT UGM menyatakan sikap sebagai berikut:

* FT UGM sangat menyesalkan dan mengecam keras terjadinya tindakan kekerasan berbasis gender secara online di lingkungan civitas akademika. Perbuatan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai moral, etika, dan integritas yang dipegang teguh oleh insan terdidik.

* FT UGM berkomitmen penuh untuk berdiri bersama korban, serta memastikan tersedianya pendampingan, perlindungan, dan rasa aman bagi korban selama proses penyelesaian berlangsung.

* FT UGM secara aktif mengawal dan mendorong penanganan perkara ini agar diselesaikan secara adil, objektif, transparan, dan akuntabel sesuai dengan regulasi serta mekanisme tata tertib yang berlaku di UGM. Sanksi akan diberikan kepada pelaku secara adil," tulis FT UGM dikutip detikJogja.

Satgas PPKS UGM Turun Tangan

Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UGM, Prof Dra Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, menyatakan pihak kampus tengah berproses untuk menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.

"Terima kasih menghubungi saya dan perhatiannya, kasus sedang berproses di satgas bersama dengan universitas," kata Yayi kepada detikJogja lewat pesan singkat, Senin (28/9).



(dil/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads