Seorang kakek berinisial S (57) di Sentolo, Kulon Progo, tewas di dalam gorong-gorong saluran irigasi sebelah selatan Puskesmas Sentolo II. Sebelum kejadian, Korban diketahui hendak membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat saluran irigasi tersebut.
"Korban ditemukan dalam gorong-gorong dengan jarak sekira 10 meter dari lubang tempat korban masuk gorong-gorong," jelas Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko dalam laporannya, Minggu (27/9/2026).
Sarjoko menjelaskan kejadian ini berawal dari korban dan enam warga lainnya hendak mengairi sawah pada Sabtu (26/9) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun selanjutnya diketahui bahwa air di sebelah barat meluap sehingga diduga ada sumbatan dalam gorong-gorong saluran irigasi tersebut," jelas Sarjoko.
Mendapati itu, ketujuh warga tersebut kemudian bahu-membahu membersihkan saluran irigasi tersebut. Namun diketahui, sumber sumbatan ada di dalam gorong-gorong saluran irigasi tersebut.
"Sekira pukul 22.00 WIB korban masuk ke dalam gorong-gorong saluran irigasi, (padahal) oleh teman-temannya sudah diingatkan agar tidak masuk namun korban tetap masuk ke dalam gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang menyumbat," ujar Sarjoko.
Warga lain pun tak kuasa menahan kenekatan korban yang memaksa masuk gorong-gorong. Warga sesekali memanggil korban untuk memastikan kondisi korban selama di dalam gorong-gorong, korban pun awalnya selalu menyahut panggilan warga.
"Namun setelah sekira 20 menit di dalam gorong-gorong korban dipanggil-panggil tidak menjawab, sehingga pelapor dan saksi-saksi merasa khawatir," ungkap Sarjoko.
Warga pun langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Sentolo dan PMI Kulonprogo. Selanjutnya petugas piket Polsek Sentolo, bersama dengan petugas Piket Reskrim dan Inavis Polres Kulonprogo, PMI, serta Basarnas dan dibantu warga melakukan upaya pencarian korban.
"Korban ditemukan dalam gorong-gorong dengan jarak sekira 10 meter dari lubang tempat korban masuk gorong-gorong," jelasSarjoko.
Lantaran lubang gorong-gorong yang sempit, untuk mengevakuasi jasad korban petugas harus menjebol cor beton gorong-gorong hingga jasad korban berhasil dievakuasi. Sarjoko bilang pihaknya masih mendalami penyebab kematian korban.
"Karena gorong-gorong sempit, dilakukan evakuasi dengan membobol cor beton, selanjutnya pada hari Minggu tanggal 27 September 2026 sekira pukul 02.30 WIB korban berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia," pungkasnya.
