Parkir di Alun-alun Kidul (Alkid) Jogja bakal dikelola dengan sistem digital usai viral kasus pungutan liar oleh juru parkir terhadap food truck resto Bolosego di kawasan tersebut. Terkait kasus itu, Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, berkelakar bahwa preman di Jogja memang istimewa sehingga diviralkan.
"Nanti kan itu (pengelolaan parkir di Alkid) baru, baru akan masuk dalam pengelolaan Kota, ya nanti akan langsung kita (kelola) dengan sistem digitalisasi. Lebih baik yang baru itu langsung digitalisasi, arahan saya begitu," kata Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, saat ditemui di Wirobrajan, Jumat (25/9/2026).
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengatakan Pemkot Jogja dan Keraton Jogja sedang menggodok nota kesepahaman (MoU) yang berisi perjanjian kerja sama (PKS) tentang pengelolaan ketertiban di wilayah Keraton Jogja.
"Kami sudah akan mendapatkan MoU dan arahan dari Keraton yang tertuang secara tertulis dalam bentuk MoU dan PKS nanti. Sehingga, kami akan membantu keraton untuk menjaga ketertiban ke depan ya," ujar Hasto.
"Ya saya kira meliputi ketertiban, keamanan, kebersihan, kemudian juga mengatur parkir, juga perdagangan, ya gitu-gitu. Draf yang ada seperti itu, nanti kita selesaikan secepatnya," imbuh dia.
Namun, Hasto tidak memerinci isi detail draf MoU tersebut. Tapi dia mengatakan, hal teknis seperti besaran tarif parkir tidak dibahas dalam MoU lantaran sudah diatur dalam Perda.
Hasto juga mengatakan pihaknya juga mungkin akan menerapkan digitalisasi parkir di mana pembayaran parkir menggunakan QRIS atau cashless seperti di beberapa titik di Kota Jogja.
"Kalau itu sudah jelas, karena kan kami sedang memproses digitalisasi parkir. Semua ada 700 lebih titik, sekarang ini baru 300-an yang bisa kita digitalisasi dan terus kita targetkan setahun ke depan itu mudah-mudahan bisa semua digitalisasi," ujar Hasto.
Hasto menambahkan, selain soal pengelolaan parkir, para pedagang di Alkid juga nantinya akan diatur dalam MoU tersebut.
"Sementara masih ada (pedagang di Alkid). Hanya nanti kan kalau menyesuaikan dengan aturan kan kemudian ada titik-titik yang ditentukan, mana yang untuk parkir, ada jukirnya juga, ada suratnya, ada kartunya, kartu anggota dan seterusnya," jelasnya.
Babak Baru Kasus Pungli di Alkid
Diberitakan sebelumnya, empat orang telah diperiksa Polresta Jogja terkait dugaan pungutan liar yang dialami restoran Bolosego saat membuka food truck di Alun-alun Kidul Jogja. Polisi kini tengah memanggil lima orang lagi dalam penyelidikan kasus ini.
"Pada hari Jumat tanggal 18 September malam, penyidik satreskrim Polresta Jogja telah memeriksa saudara L selaku pengelola parkir alun-alun selatan dan saudara P pengurus paguyuban Parkir Alun-alun Selatan," kata Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan saat dihubungi wartawan, Rabu (23/9/2026).
Adapun pihak kedua yang dimintai keterangan yakni owner Bolosego dan satu karyawannya. Namun Dani enggan membeberkan hasil pemeriksaan empat orang tersebut.
"Pada hari Senin tanggal 21 September 2026 sore, penyidik satreskrim telah memeriksa saudari D, owner food truck dan saudara A karyawan food truck," ungkapnya.
Pada Selasa (22/9), Polresta Jogja kembali melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan terhadap lima orang lainnya. Namun Dani tidak menyebut kapan lima orang itu akan diperiksa.
"Pada hari Selasa tanggal 22 September 2026 penyidik Satreskrim Polresta Jogja telah mengirimkan undangan klarifikasi kepada karyawan food truck saudara D, saudara G dan saudari N, (mereka) karyawan food truck yang ditugaskan di alun alun selatan pada saat kejadian," ujarnya.
"Penyidik Satreskrim Polresta Jogja juga akan mengirimkan undangan klarifikasi untuk 2 orang pengurus paguyuban Parkir alun-alun Selatan," pungkas Dani.
Sebelumnya, Polresta Jogja menyebut satu oknum polisi diduga melakukan pelanggaran terkait dugaan permintaan jatah makan. Kasipropram Polresta Jogja, AKP Wahyu Tri Handono menjelaskan penetapan ini diambil usai pihaknya melakukan penyelidikan termasuk memeriksa owner restoran, Senin (21/9) siang.
"Propam Polresta Jogja telah menyelesaikan penyelidikan intensif, termasuk meminta keterangan resmi dari pihak manajemen Bolosego," ujar Wahyu dalam keterangannya, Senin (21/9) malam.
Diketahui, owner restoran mengunggah curhatan kejadian ini melalui akun TikTok-nya @dyahfardisa, dia menceritakan jika pihaknya dimintai jatah makan untuk untuk tiga orang anggota polisi saat membuka food truck di kawasan Alkid pada 16 September 2026.
(dil/alg)