Dishub Cekcok di Lempuyangan Dipicu Pemotor Tak Terima Ditegur Lawan Arah

Dishub Cekcok di Lempuyangan Dipicu Pemotor Tak Terima Ditegur Lawan Arah

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Selasa, 08 Sep 2026 20:03 WIB
Unrecognizable sad woman and man in silhouette. Relationship problems concept.
Ilustrasi viral Dishub Jogja cekcok dengan seorang pemotor di Lempuyangan. Foto: Getty Images/simarik
Jogja -

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja buka suara terkait viralnya video anggotanya terlibat cekcok dengan pemotor di kawasan Lempuyangan. Dishub menyatakan insiden itu hanyalah adu argumentasi, dan terjadi buntut petugas melakukan imbauan agar tidak melawan arah.

"Kebetulan malam itu ada mungkin warga itu entah karena tergesa-gesa atau karena apa, teman-teman sudah memberikan informasi untuk tidak melawan arus," ungkap Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, saat dihubungi detikJogja, Selasa (8/9/2026).

Ia mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (7/9) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, petugas Dishub sedang melakukan patroli sekaligus memberikan edukasi kepada pengguna jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Teman-teman kan patroli dari Jalan Solo, dari mana, dari mana. Ya muter-muter melihat untuk memberikan edukasi," kata Agus.

ADVERTISEMENT

Agus menjelaskan cekcok bermula ketika petugas memberikan imbauan kepada seorang pemotor yang diduga melawan arus. Namun, pemotor tersebut merasa kurang nyaman dengan imbauan yang diberikan sehingga terjadi argumen.

"Ya biasa dalam memberikan layanan, imbauan kan ada yang merasa tidak nyaman dengan apa yang dikerjakan teman-teman, sehingga terjadi agak selisih paham. Tapi sudah selesai, enggak masalah," sambungnya.

Menurut Agus, tidak ada tindakan fisik dalam kejadian tersebut. Perselisihan hanya berupa adu argumentasi untuk memberikan pemahaman kepada pemotor.

Agus menegaskan edukasi tersebut dilakukan secara mobile di sejumlah titik. Petugas tidak selalu berjaga di satu lokasi karena cakupan wilayah yang harus dipantau cukup luas.

"Di banyak titik yang kita lakukan imbauan. Memang mobile, karena enggak mungkin kalau setiap titik kita jagai," ungkap Agus.

Agus berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi masyarakat maupun petugas. Menurutnya, imbauan kepada pengguna jalan semata-mata dilakukan untuk mencegah kecelakaan akibat pelanggaran lalu lintas.

"Kami itu mengingatkan untuk keselamatan. Kalau melawan arus terjadi sesuatu, yang rugi juga masyarakat. Jangan sampai kalau rugi material enggak apa-apa, kalau sampai cacat, apalagi meninggal, itu yang kita tidak harapkan," ujarnya.

Dia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas di Kota Jogja.

"Kita berharap bagaimana membangun kesadaran dari hal yang kecil, dari berlalu lintas, saling menghormati sesama pengguna jalan. Itu menjadi bagian budaya yang ingin kita munculkan di Yogyakarta," jelasnya.

Sebelumnya, Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, memberi pejelasan soal ribut-ribut di Lempuyangan. Ia menyebut peristiwa itu terjadi pukul 18.00 WIB pada Senin (7/9).

"Sekira pukul 18.00 WIB ada seorang pengendara sepeda motor melintas di Jalan Lempuyangan Yogyakarta dari arah timur ke barat yang merupakan jalur satu arah. Di lokasi tersebut ada 4 (empat) petugas dari Dinas Perhubungan yang sedang melaksanakan pemantauan dan penertiban terhadap pengguna jalan yang melawan arah," ujar Dani saat dihubungi detikJogja, Selasa (8/9/2026).


Dani melanjutkan, ketika ada pemotor melawan arah, petugas Dishub lalu menertibkannya. Namun, pemotor tersebut tidak terima.

"Melihat ada pengendara sepeda motor yang melawan arah, petugas Dinas Perhubungan memberikan teguran supaya tidak melawan arah. Namun pengendara sepeda motor tersebut tidak terima," tuturnya.

"Selanjutnya, pengendara sepeda motor tersebut diduga menabrakkan sepeda motornya ke arah sepeda motor milik petugas Dinas Perhubungan," jelasnya.



(apu/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads