Dua Kali Sebabkan Siswa Keracunan, SPPG di Patalan Bantul Disetop

Dua Kali Sebabkan Siswa Keracunan, SPPG di Patalan Bantul Disetop

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Selasa, 08 Sep 2026 15:41 WIB
SPPG di Patalan, Jetis, Bantul, yang disetop sementara, Selasa (8/9/2026).
SPPG di Patalan, Jetis, Bantul, yang disetop sementara, Selasa (8/9/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Patalan, Jetis, Bantul, disetop sementara setelah 50 siswa dan 3 guru di SDN 1 Sumberagung, Jetis, diduga keracunan menu dari Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Untuk SPPG-nya sekarang kan ditutup sementara sambil menunggu evaluasi dari BGN (Badan Gizi Nasional)," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, saat dihubungi wartawan, Selasa (8/9/2026).

Hermawan mengatakan, operasional SPPG tersebut disetop sejak Senin (7/9). Soal sampai kapan SPPG tersebut disetop, hal itu merupakan kewenangan BGN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kalau dari kita inginnya ada langkah yang luwih (lebih) tegas, karena sudah dua kali (kasus dugaan keracunan MBG dari SPPG tersebut)," ujar dia.

Hermawan menjelaskan, kasus pertama terjadi pada April 2026. Saat itu ada puluhan murid dari salah satu SMPN di Patalan, Jetis, yang diduga mengalami keracunan MBG. Sedangkan kasus kedua terjadi di SDN 1 Sumberagung.

ADVERTISEMENT

Menurut Hermawan, kasus dugaan keracunan di SDN 1 Sumberagung bermula saat para murid dan guru menyantap menu MBG pada Jumat (4/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah itu, pada hari yang sama, beberapa murid mengalami diare, sakit perut, dan pusing.

"Jadi karena sudah dua kali ya, seharusnya dihentikan dalam jangka waktu yang kebih lama, gitu," ucap dia.

Pantauan detikJogja hari ini, SPPG yang menyuplai MBG di SDN 1 Sumberagung tampak tidak ada aktivitas. Terlihat beberapa sepeda motor terparkir di SPPG tersebut.

Diberitakan sebelumnya, hingga kini tercatat ada 50 siswa dan 3 guru SDN 1 Sumberagung, Jetis, Bantul, diduga keracunan MBG.

"Ada 50 anak dan tiga guru yang mengalami keluhan (gejala keracunan makanan) tersebut," ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji saat dihubungi wartawan, Selasa (8/9/2026).

Hermawan mengatakan, kejadian bermula saat para murid dan guru menyantap menu MBG pada Jumat (4/9) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Menu MBG yang dimakan saat itu terdiri dari potato wedges, buah semangka, sayur buncis wortel, tempe garit, bistik dan galantin," katanya.

"Hari Jumat itu sebenarnya ada guru yang mulai curiga karena kondisi tekstur galantin pada ompreng berbeda," imbuhnya.

Dugaan semakin kuat usai salah satu guru melaporkan dirinya mengalami mengalami pusing, mual, muntah, diare, dan lemas pada Minggu (6/9). Bahkan, akibat sejumlah gejala itu membuat guru tersebut mengalami sulit bangun.

"Karena diduga akibat mengonsumsi MBG, guru-guru menanyakan ke grup orang tua murid apakah ada keluhan pascamengonsumsi MBG hari Jumat," ucapnya.

Setelah itu, Kepala SDN 1 Sumberagung menindaklanjuti dengan melaporkan ke SPPG terkait. Berdasarkan keterangan, SPPG meminta pihak sekolah untuk mendata nama siswa terdampak beserta alamatnya untuk didatangi.

"Kemarin, Senin (7/9) masih banyak murid yang tidak berangkat sekolah karena sakit perut dan diare. Murid yang berangkat juga masih banyak yang mengeluh sakit perut, mual dan diare," kata Hermawan.

Alhasil, guru-guru mengantar satu persatu murid ke rumah. Sedangkan untuk jumlah total murid dan guru yang diduga mengalami keracunan tidak mengalami penambahan.

"Dokter dari SPPG juga datang ke sekolah memeriksa anak yang masih belum sembuh dan berangkat sekolah," ujarnya.



(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads