Puluhan Siswa SD di Jetis Bantul Diduga Keracunan MBG

Puluhan Siswa SD di Jetis Bantul Diduga Keracunan MBG

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Selasa, 08 Sep 2026 14:46 WIB
Ilustrasi Kejadian Luar Biasa Keracunan Makanan Bergizi Gratis
Ilustrasi keracunan MBG. Foto: Edi Wahyono
Bantul -

Puluhan murid SDN 1 Sumberagung, Jetis, Bantul diduga mengalami keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Hingga kini tercatat 50 siswa dan 3 guru jadi korban.

"Ada 50 anak dan tiga guru yang mengalami keluhan (gejala keracunan makanan) tersebut," ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji saat dihubungi wartawan, Selasa (8/9/2026).

Hermawan mengatakan, bahwa kejadian itu bermula saat murid dan guru menyantap menu MBG pada Jumat (4/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Di hari yang sama, ada beberapa murid yang mengalami gejala diare, sakit perut, dan pusing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menu MBG yang dimakan saat itu terdiri dari potato wedges, buah semangka, sayur buncis wortel, tempe garit, bistik dan galantin," katanya.

Namun saat itu wali murid menganggapnya hanya sekadar mengalami masuk angin dan tidak dikaitkan dengan menu MBG. Meski begitu, ada satu guru yang sudah merasa curiga jika kejadian itu berkaitan dengan menu MBG.

ADVERTISEMENT

"Hari Jumat itu sebenarnya ada guru yang mulai curiga karena kondisi tekstur galantin pada ompreng berbeda," ujarnya.

Dugaan semakin kuat usai salah satu guru melaporkan dirinya mengalami mengalami pusing, mual, muntah, diare, dan lemas pada Minggu (6/9). Bahkan, akibat sejumlah gejala itu membuat guru tersebut mengalami sulit bangun.

"Karena diduga akibat mengonsumsi MBG, guru-guru menanyakan ke grup orang tua murid apakah ada keluhan pascamengonsumsi MBG hari Jumat," ucapnya.

Banyak Siswa Izin Sakit Senin

Setelah itu, Kepala SDN 1 Sumberagung menindaklanjuti dengan melaporkan ke SPPG terkait. Berdasarkan keterangan, SPPG meminta sekolah untuk mendata nama siswa terdampak beserta alamatnya untuk didatangi.

"Kemarin, Senin (7/9) masih banyak murid yang tidak berangkat sekolah karena sakit perut dan diare. Murid yang berangkat juga masih banyak yang mengeluh sakit perut, mual dan diare," katanya.

Alhasil, guru-guru mengantar satu persatu murid ke rumah. Sedangkan untuk jumlah total murid dan guru yang diduga mengalami keracunan tidak mengalami penambahan.

"Dokter dari SPPG juga datang ke sekolah memeriksa anak yang masih belum sembuh dan berangkat sekolah," ujarnya.



(afn/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads