Polisi mengungkap fakta bahwa sapi yang mati misterius dengan kondisi dua kaki dan paha belakang hilang di Girimulyo, Panggang, Gunungkidul mengalami luka pada bagian leher. Namun, polisi masih mendalami penyebab matinya sapi tersebut.
"Kalau kondisi sapi saat itu ada bekas sayatan di bagian leher, tidak sampai putus itu, hanya seperti bekas disembelih saja. Selain itu, dua paha bagian belakang sapi hilang," kata Kanit Reskrim Polsek Panggang, Aiptu Suyanto saat dihubungi detikJogja, Senin (7/9/2026).
Akan tetapi, Suyanto belum bisa memastikan penyebab luka di leher sapi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum bisa memastikan penyebabnya seperti apa karena kami baru melakukan penyelidikan," ujarnya.
Terkait apakah luka itu akibat ulah manusia, Suyanto mengaku belum bisa memastikannya. Pasalnya semua itu memerlukan pembuktian.
"Semua itu masih memerlukan pembuktian, karena itu kami lakukan penyelidikan," ucapnya.
Apalagi, Suyanto mengaku tidak menemukan bercak darah dari jalan utama menuju kandang ternak. Adapun jarak dari jalan utama menuju kandang tersebut sekitar satu kilometer dengan akses jalan yang sulit serta jauh dari pemukiman.
"Tidak ada ceceran bercak darah ke jalan utama atau keluar dari alas (ladang yang jadi lokasi kandang)," katanya.
Diberitakan sebelumnya, seekor sapi milik warga Wintaos, Girimulyo, Panggang, Gunungkidul mati dalam kondisi dua paha belakangnya hilang. Saat ini polisi masih menyelidiki apakah sapi itu disembelih orang tidak dikenal atau korban serangan hewan liar.
Kapolsek Panggang, AKP Gatot Sukoco, mengatakan kejadian bermula saat Partiyem pergi ke kandang ternaknya di ladang, hari ini sekitar pukul 07.00 WIB. Hal tersebut untuk mengecek dan memberi pakan ternak milik suaminya.
"Sampai di kandang, saksi (Partiyem) mendapati sapi mati dengan kondisi beberapa bagian tubuhnya hilang," katanya saat dihubungi detikJogja, Jumat (4/9).
Mendapati hal tersebut, Partiyem memberitahu suaminya dan berlanjut hingga Polsek Panggang. Mendapat informasi tersebut, Polsek Panggang langsung menuju ke lokasi kejadian.
"Berdasarkan kondisi fisik bangkai sapi di lokasi, muncul dua dugaan kuat penyebab kematian, yaitu menjadi korban penyembelihan oleh orang asing, atau akibat serangan hewan liar," ujarnya.
