Rentetan Ternak Mati dengan Luka Misterius Hantui Warga Gunungkidul

Terpopuler Sepekan

Rentetan Ternak Mati dengan Luka Misterius Hantui Warga Gunungkidul

Tim detikJogja - detikJogja
Sabtu, 05 Sep 2026 17:16 WIB
Kambingnya yang dikubur usai mati.
Kambing mati misterius di Gunungkidul dikubur. (Foto: Dok Pribadi Rahmad)
Jogja -

Teka-teki tewasnya sejumlah ternak di kawasan Gunungkidul masih menyisakan misteri. Hewan ternak itu mati diduga diserang anjing liar yang mengintai di sekitar lokasi.

Teror itu dialami warga di kawasan Playen, Tepus dan Panggang, Gunungkidul sejak awal akhir Agustus lalu. Awalnya temuan kasus ternak mati itu terjadi di Playen pada 22 Agustus 2026 lalu.

"Warga yang menjadi korban ada dua ekor kambing mati digigit anjing. Juga ada satu ekor kambing dan satu unggas (mati) pada beberapa malam lalu," ujar Ketua Jaga Warga Dusun Sayangan Teguh Sayogi saat dihubungi detikJogja, Sabtu (22/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teguh menuding kambing itu mati diserang anjing liar. Anjing liar itu beraksi di malam hari.

"Karena serangan anjing, dan terpantau anjing ada dua ekor dengan warna satu putih besar dan satu hitam ukuran sedang. Kejadian rata-rata pukul 23.30-01.30 WIB. Kebiasaan anjing tersebut mendatangi dan menyerang ternak kambing yang habis beranak, tapi yang menjadi korban biasanya kambing yang diikat di luar kandang," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Ternyata teror ternak mati itu dialami warga sejak beberapa pekan sebelumnya. Dari situ warga kemudian melakukan ronda untuk mengantisipasi banyaknya korban.

"Kalau tidak salah kejadian pertama pada malam Rabu sekitar 21 hari yang lalu dan kejadian lagi kemarin. Kejadian demi kejadian kurang lebih berselang 14 hari,dengan kebiasaan yang sama, waktu yang juga dan hampir bersamaan. Sepertinya rute yang dilalui juga sama," ungkapnya.

Setelah Playen, kasus kambing mati juga dilaporkan di Tepus 1, Tepus, Gunungkidul. Dilaporkan ada tujuh kambing mati akibat serangan hewan liar pada Rabu, 2 September 2026.

"Tapi sampai kandang saksi mendapati tujuh ekor kambing sudah mati dengan kondisi terdapat luka gigitan pada kaki dan leher," kata Kapolsek Tepus, AKP Suryanto saat dihubungi wartawan, Rabu (2/9).

Suryanto menerangkan kasus ternak mati itu dialami Eno (48). Kambing itu dilepasliarkan untuk mencari rumput di Alas Dawut kawasan Pantai Poktunggal.

"Dari tujuh kambing itu ada dua anak kambing yang telah dimakan oleh hewan liar dan hanya tersisa kulitnya saja," ujarnya.

Kasus ternak mati dimangsa ini pun menjadi atensi perangkat Kalurahan dan Polsek Tepus. Polisi menduga kambing itu mati dimangsa anjing liar.

"Jadi dugaannya terdapat gerombolan hewan liar yang menyasar kandang ternak warga, karena hewan tersebut tidak bisa mencari makanan akibat kemarau panjang," ucapnya.

Teror tak berhenti di situ, pada Jumat (4/9), dua sapi warga Wintaos, Girimulyo, Panggang, Gunungkidul juga dilaporkan mati misterius. Kedua sapi milik Partiyem ini ditemukan mati dengan kondisi dua kaki dan paha raib. Insiden ini dipergoki Partiyem saat hendak memberi pakan pada pagi hari.

"Sampai di kandang, saksi (Partiyem) mendapati sapi mati dengan kondisi beberapa bagian tubuhnya hilang," terang Kapolsek Panggang AKP Gatot Sukoco saat dihubungi detikJogja, Jumat (4/9).

Temua ini lalu dilaporkan Partiyem ke suami, dan Polsek Panggang. Setelahnya, polisi mengecek ke lokasi kejadian.

"Berdasarkan kondisi fisik bangkai sapi di lokasi, muncul dua dugaan kuat penyebab kematian, yaitu menjadi korban penyembelihan oleh orang asing, atau akibat serangan hewan liar," ujarnya.

Gatot menyebut Partiyem telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Akibat kejadian tersebut pemilik sapi mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta

"Meski mengalami kerugian besar, pemilik sapi menyatakan telah ikhlas dan menerima peristiwa ini murni sebagai musibah," ucapnya.

DPP Imbau Warga Perkuat Kandang

Kasus ternak mati ini pun menjadi perhatian Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul. DPP Gunungkidul melakukan surveilans untuk mengetahui penyebab tewasnya ternak warga tersebut.

"Benar, telah terjadi gigitan hewan ternak di Tepus I, Tepus, Gunungkidul. Hari ini, tadi kami segera respons ke lokasi untuk surveilans," kata Kabid Kesehatan Hewan DPP Gunungkidul Retno Widyastuti saat dihubungi detikJogja, Kamis (3/9).

Menurutnya, serangan terhadap ternak sering terjadi saat musim kemarau. Dari catatannya kejadian ini terjadi sejak 2019 lalu. Pihaknya menduga serangan ini dilakukan oleh anjing liar.

"Mungkin sumber pakan alami sudah habis, sumber air juga sudah kering dan hewan-hewan karnivora itu lalu mencari makanan ke kandang ternak itu," ucapnya.

Pihaknya pun mengimbau pemilik ternak untuk memindahkan ternaknya ke dekat rumah. Dia juga mengingatkan jika berniat memelihara ternak di ladang, maka membuat kandang yang kuat.

"Bisa juga buat kandangnya dicor sampai bawah dan atasnya dibuat lebih kokoh. Kenapa? Agar hewan tidak bisa menggali tanah lalu masuk ke kandang ternak," pesan Retno.

Halaman 2 dari 2
(ams/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads